Ada lelah yang tak bisa diteriakkan,
Tersimpan rapi di balik senyuman.
Langkah-langkah yang gemetar di pagi hari,
Masih terus mencari arti, meski tak pasti.
Kadang, hidup terasa seperti hujan malam, dingin, sepi, dan tak tahu kapan reda.
Tapi bukankah pelangi hanya datang
setelah awan gelap bersedia pergi?
Air mata bukanlah tanda lemah,
Melainkan bukti bahwa hati masih merasa.
Dan rasa sakit yang kau peluk dalam diam,
Adalah bentuk lain dari bertahan.
Jangan takut pada sunyi dan luka,
Sebab dari sanalah kekuatan tumbuh pelan-pelan.
Dan jika hari ini kau merasa hancur,
percaya esok, Tuhan sedang menata ulang.
Jalan ini mungkin tak selalu terang,
Kadang, kabut membuat segalanya hilang arah.
Namun, setiap detik yang kau lalui dalam diam,
Sedang membentuk seseorang yang lebih kuat dari kemarin.
Biarkan waktu menjahit luka dengan sabar,
Biarkan harapan tumbuh meski perlahan.
Karena dalam diam yang penuh doa,
Ada harapan yang pelan-pelan menjelma nyata.
Tr : Dina Yolanda






















