aku, adalah senyum yang dikenali
sumringah yang di dalamnya banyak gundah
tawa yang di dalamnya tertata rapi banyak lara
diam-diam menelan terlalu banyak duka
kerap kali aku menawarkan pelukan untuk jiwa-jiwa yang kesepian
sementara aku sendiri, sunyi
pada gelas kaca, aku bercerita runtuh dunia
pada pantulan cermin, aku adalah ruang kosong yang pandai berpura-pura penuh
dinding kamar seolah telah hafal
tangis kesepian tiap malam jadi nyanyian sendu
hantu bising kepala berteriak
ingin ku lempari tawa tentang lucunya semesta bekerja
banyak hal yang ingin diutarakan
tapi tak satu pun telinga sanggup mendengarkan
hancur kusimpan sendiri
hingga, pada akhirnya bercerita adalah hal sulit
aku adalah cerita yang kau dengar
bukan yang kau baca sampai akhir
siapa aku sebenarnya
adalah bagian yang selalu kutulis diam-diam
lalu cepat-cepat kuhapus, takut ada yang sempat lihat





















