Halo, Sobat Pong-pong!
Tahukah kamu? Konflik berkepanjangan di Gaza telah merenggut masa kecil ribuan anak. Kondisi tersebut menyebabkan trauma psikologis yang mendalam, termasuk mutisme selektif, yaitu kondisi ketika anak mendadak kehilangan kemampuan berbicara akibat syok dan ketakutan yang terus-menerus.
Dilansir dari Detik.com yang mengutip BBC News Indonesia, psikoterapis anak asal Norwegia, Katrin Glatz Brubakk, mengatakan bahwa dampak konflik yang terus berlangsung membuat hampir seluruh anak di Gaza mengalami trauma psikologis.
“Tidak ada satu pun anak di Gaza yang tidak trauma,” ujarnya dalam wawancara dengan BBC Mundo.
Ia juga menjelaskan bahwa anak-anak di Gaza hidup dalam situasi yang penuh ketidakpastian dan ketakutan, sehingga berisiko mengalami gangguan psikologis yang serius.
“Anak-anak hidup dalam ketakutan yang konstan dan tidak pernah tahu kapan ancaman berikutnya akan datang,” jelasnya.













