Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) bekali mahasiswa hadapi dunia kerja dalam seminar literasi digital.
Seminar literasi digital bertajuk ‘Navigating the Digital Future: Siap Kerja di Era Digital melalui Skill, Portofolio, dan Pengalaman Industri’ dengan menghadirkan Plt. Kepala Balai Besar Pelatihan SDM Komdigi Medan, Christiany Juditha, serta Branch Marketing Executive PT Indosat Ooredoo Hutchison, Dio Saqib Arsalan, sebagai narasumber.
Ketua Panitia Pelaksana seminar, Alya Zhafira, mengatakan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi oleh keresahan terhadap banyaknya lulusan perguruan tinggi yang masih mengalami kesulitan dalam mencari pekerjaan setelah menyelesaikan studi.
“Kami melihat banyak mahasiswa yang setelah tamat kuliah masih kesulitan mendapatkan pekerjaan. Karena itu, seminar ini dibuat agar anak muda bisa lebih siap bersaing secara sehat di dunia kerja dan mampu memanfaatkan perkembangan digitalisasi, termasuk penggunaan AI, untuk mendukung kemampuan mereka,” ujarnya, Senin (08/06/2026).
Ia menilai banyak anak muda memiliki kemampuan dan potensi, namun belum memahami bagaimana mengembangkan soft skill serta pengalaman industri yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.
“Kami ingin mahasiswa memahami ke mana arah karier mereka. Banyak anak muda sebenarnya punya kemampuan, tetapi belum tahu bagaimana mengembangkan skill, portofolio, dan pengalaman industri agar bisa lebih siap memasuki dunia kerja,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa dirinya bertanggung jawab dalam mengoordinasikan seluruh rangkaian kegiatan seminar, mulai dari komunikasi dengan narasumber hingga memastikan seminar berjalan sesuai dengan tema yang di angkat.
“Peran saya sebagai ketua pelaksana adalah mengoordinasikan seluruh kebutuhan kegiatan, termasuk berkomunikasi dengan narasumber mengenai materi yang akan disampaikan. Seminar ini memang fokus pada isu digital dan komunikasi yang sangat dekat dengan kehidupan mahasiswa saat ini,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa kegiatan ini menargetkan mahasiswa semester akhir dan calon lulusan agar memiliki kesiapan menghadapi dunia kerja.
“Kami ingin mahasiswa fresh graduate nantinya mampu menonjolkan kemampuan diri mereka. Saat ini lulusan perguruan tinggi sangat banyak, sehingga mereka perlu memiliki nilai tambah agar lebih mudah bersaing mendapatkan pekerjaan,” tambahnya.
Terakhir, Ia berharap seminar literasi digital seperti ini dapat terus berlanjut di masa mendatang dengan menghadirkan pembicara yang semakin berpengalaman dan inspiratif.
“Seminar digital seperti ini harus terus diadakan karena sangat berguna bagi anak muda zaman sekarang. Apalagi AI sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Mahasiswa harus bisa memanfaatkan AI dengan baik, misalnya untuk membuat CV, portofolio, dan meningkatkan kemampuan diri,” tutupnya.
Tr: Anggi Nayla



















