Universitas Siber Muhammadiyah (SiberMu) berdiri menjadi pelopor perguruan tinggi berbasis digital di Indonesia yang menawarkan sistem perkuliahan 100 persen online, sehingga mahasiswa dapat mengikuti seluruh proses belajar dimana saja tanpa harus datang ke kampus.
Dikutip dari Times.id, transformasi digital ini sangat memudahkan bagi lulusan SMA/sederajat yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi dengan sistem yang lebih fleksibel. Selain fleksibel SiberMu juga menawarkan biaya yang cukup terjangkau. mahasiswa dapat menempuh kuliah dengan biaya sekitar Rp1 juta per semester.
Haedar Nashir, selaku ketua PP Muhammadiyah menyampaikan apresiasi atas perkembangan pesat SiberMu yang signifikan dalam tiga tahun.
“Saat ini mahasiswa aktif sudah sebanyak 2.610 mahasiswa,” tutur Haedar, Kamis (23/07/2026).
Haedar menilai kehadiran SiberMu menjadi langkah strategis Muhammadiyah dalam merespons perkembangan pendidikan tinggi berbasis digital.
“Ini satu-satunya PTMA yang mempelopori era baru dalam menghadirkan universitas siber yang niscaya bagi Muhammadiyah, sebagai Islam yang berkemajuan,” tambahnya.
Rektor Universitas Siber Muhammadiyah, Bambang Riyanta juga menegaskan kampus yang baru berusia tiga tahun tersebut telah memperoleh akreditasi “Baik” dari BAN-PT serta menjadi anggota Asosiasi Profesi Pendidikan Jarak Jauh Indonesia.
“Ini satu-satunya PTMA yang mempelopori era baru dalam menghadirkan universitas siber yang niscaya bagi Muhammadiyah, sebagai Islam yang berkemajuan,” katanya
Haedar juga menambahkan bahwa kampus ini menjadi kampus digital yang ramah lingkungan.
“Sejak tiga tahun yang lalu, SiberMu ini baru menggunakan sepuluh rim kertas. Karena kita sudah full digitalisasi,” katanya.
Melalui kampus Full Online Muhammadiyah, mampu membuktikan langkah ini bukan sekedar transformasi digital. melainkan, cara muhammadiyah sendiri untuk menciptakan serta membangun ekosistem pendidikan yang lebih adaptif.
tr. raihanna




















