• Latest
  • Trending
  • All
  • Kabar Kampus
  • Feature
  • Opini
  • Sosok

Rasisme Mencederai Keberagaman

21 August 2019
Bapenda Sumut Sosialisasikan Program Gebyar Pajak Sumut 2026

Bapenda Sumut Sosialisasikan Program Gebyar Pajak Sumut 2026

28 June 2026
Pemko Medan Gelar GEMES 2026, Rico Waas Ajak Lestarikan Budaya Melayu

Pemko Medan Gelar GEMES 2026, Rico Waas Ajak Lestarikan Budaya Melayu

28 June 2026
HIMATIF UMSU Gelar Musyawarah Besar Perkuat Regenerasi Kepemimpinan

HIMATIF UMSU Gelar Musyawarah Besar Perkuat Regenerasi Kepemimpinan

26 June 2026
Tutup Wisuda Periode I 2026, UMSU Soroti Prestasi dan Pengembangan Kampus

Tutup Wisuda Periode I 2026, UMSU Soroti Prestasi dan Pengembangan Kampus

26 June 2026
Wisudawan Berprestasi UMSU Bagikan Perjalanan dan Pengalaman pada Wisuda 2026

Wisudawan Berprestasi UMSU Bagikan Perjalanan dan Pengalaman pada Wisuda 2026

25 June 2026
UMSU Gelar Hari Pertama Wisuda Periode I Tahun 2026, Kukuhkan 795 Lulusan

UMSU Gelar Hari Pertama Wisuda Periode I Tahun 2026, Kukuhkan 795 Lulusan

23 June 2026
Wali Kota Medan Beri Penghargaan kepada Mahasiswa FISIP UMSU

Wali Kota Medan Beri Penghargaan kepada Mahasiswa FISIP UMSU

23 June 2026
Mahasiswa Dinilai Lebih Akrab dengan Isu Viral daripada Isu Kampus

Mahasiswa Dinilai Lebih Akrab dengan Isu Viral daripada Isu Kampus

23 June 2026
Sekolah Libur, MBG Ikut Libur: Hemat Anggaran Rp 3 Triliun

Sekolah Libur, MBG Ikut Libur: Hemat Anggaran Rp 3 Triliun

21 June 2026
KSPMS GIS FAI UMSU Lantik Pengurus Baru

KSPMS GIS FAI UMSU Lantik Pengurus Baru

21 June 2026
Fakultas Hukum UMSU Luluskan 298 Mahasiswa pada Yudisium 2026

Fakultas Hukum UMSU Luluskan 298 Mahasiswa pada Yudisium 2026

20 June 2026
Ngobrol Buku Ajak Mahasiswa Dekat dengan Sastra Indonesia

Ngobrol Buku Ajak Mahasiswa Dekat dengan Sastra Indonesia

20 June 2026
  • Tentang
  • Advertisement
  • Contact
Sunday, 28 June 2026
  • Login
  • Register
No Result
View All Result
BERLANGGANAN
UKM-LPM Teropong UMSU
  • Artikel
  • Foto Jurnalistik
  • Kabar SUMUT
  • Kabar Kampus
  • Kabar Medan
  • Majalah
  • Newsletter
  • Sastra
  • Nasional
  • Internasional
  • Lainnya
    • Almamater
    • Ekonomi
    • Feature
    • Infografik
    • Lifestyle
    • Opini
    • Politik
    • Ragam
    • Sipongpong
    • Sobatpongpong
    • Sosok
    • Terkini
  • Artikel
  • Foto Jurnalistik
  • Kabar SUMUT
  • Kabar Kampus
  • Kabar Medan
  • Majalah
  • Newsletter
  • Sastra
  • Nasional
  • Internasional
  • Lainnya
    • Almamater
    • Ekonomi
    • Feature
    • Infografik
    • Lifestyle
    • Opini
    • Politik
    • Ragam
    • Sipongpong
    • Sobatpongpong
    • Sosok
    • Terkini
No Result
View All Result
UKM-LPM Teropong UMSU
No Result
View All Result
Home Opini

Rasisme Mencederai Keberagaman

by REDAKSI TEROPONG
21 August 2019
in Opini
Reading Time: 4 mins read
0
0
SHARES
24
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp


Teropongonline, Medan – Indonesia negara majemuk yang memiliki etnis lebih dari 1.340 suku (menurut sensus BPS) dan lebih dari 300 suku kelompok etnik yang tersebar luas di bumi Nusantara dari Sabang sampai Marauke. Dari beragam suku yang ada, sudah seharusnya seluruh bangsa Indonesia bangga akan kekayaan keberagaman ini. Selain bangga, kita juga sepatutnya untuk menjaga keharmonisan keberagaman dengan keterikatan “Walau Berbeda Namun Tetap Satu Jua” sebagai mana arti dari Semboyan Negara Indonesia, yaitu Bhinneka Tunggal Ika.

RelatedPosts

Tambang Ilegal Subur, Negara Terus Kebobolan

Museum Marsinah dan Ingatan yang Tak Boleh Hilang

Ketergantungan Gadget, Matinya Daya Pikir Kritis

Tapi sayangnya semboyan yang tertulis jelas di cengkraman kaki burung Garuda Pancasila yang tak lain dan tak bukan sebagai lambang Negara Indonesia itu sepertinya hanya dianggap ‘pajangan’ tulisan tanpa arti semata. Itu terbukti dengan maraknya terjadi kasus ujaran kebencian, paham radikal yang bertentangan dengan Ideologi Indonesia dan Rasisme. Seperti apa yang terjadi baru-baru ini di Surabaya terhadap belasan Mahasiswa Papua.

Insiden yang mencederai moral Indonesia ini terjadi pada hari Jum’at (16/08) di Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya. Diduga kuat, dari kutipan beberapa media online mainstream bahwasnya awal perkara dikarenakan terdapat Bendera Merah Putih masuk ke dalam selokan dikarenkan tiang bendera patah. Orang-orang  yang berada di dalam Asrama bukannya tidak mau membenarkan tapi dari pengakuan bahwa mereka tidak tau. Kendatipun begitu, api kemarahan sudah tersulut. Orang-orang di depan asrama mahasiswa Papua semakin banyak, ada warga sipil, beberapa Ormas, hingga para Polisi dan TNI yang mejaga seputaran Asrama tersebut.

Ujaran-ujaran rasis penuh kebencian mulai terlontar dari mulut massa dikarenakan geram dengan para mahasiswa sebab tak kunjung juga keluar dari dalam asrama. Hingga malam (16/08) tiba mahasiswa tak kunjung jua keluar asrama, suasana di luar mencekam. Mahasiswa menahan lapar sepanjang malam sembari ketakutan. Terdapat anjing polisi penjaga dan juga tim Respati, pasukan khusus Polrestabes Surabaya disiagakan demi mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi oleh massa yang menunggu para mahasiswa keluar dari dalam asrama.

Beruntung keesokan harinya (17/08) mahasiswa Papua lain datang ke asrama membawa makanan. Sayang merekapun bernasib sama, tak bisa keluar. Mahasiswa yang berada di dalam asrama yang tadinya hanya belasan orang bertambah menjadi puluhan, lebih dari 40 mahasiswa terjebak di dalam asrama. Akhirnya aparat yang berada di lokasi tak tahan dengan teguh pendirian mahasiswa yang tetap berada di dalam asrama. Sore (17/08) gas air mata dilepaskan oleh polisi dan pintu asrama didobrak, seluruh mahasiswa di giring ke Polrestabes Surabaya dengan tujuan akan diperiksa lebih lanjut. Tak bertahan lama, tidak terbukti bersalah seluruh mahasiswa kembali di pulangkan ke asrama pada hari itu juga.

Perlakuan tidak pantas yang diterima oleh mahasiswa Papua tercium ke seluruh pelosok Negeri Indonesia tak terkecuali hingga ke Papua. Imbasnya, Senin (19/08) pagi kerusuhan pecah di Manokwari, Papua Barat. Terjadi aksi di Manokwari, Jalan diblokade selain itu gedung DPRD Papua Barat juga dibakar oleh massa aksi. Aksi-aksi serupa juga menyusul di bagian Daerah lainnya tak terkecuali di Medan. Dengan tuntutan yang sama, usia kemerdekaan ke-74 sudahi diskriminasi dan rasis di Indonesia.

Rasisme

Rasisme bukan barang baru di Indonesia. Sebelumnya juga pernah terjadi kasus serupa, dan ini terulang lagi seolah seperti sudah mengakar di bumi Indonesia. Kasus-kasus perihal rasisme juga terkesan dibiarkan begitu saja, bergulir bagai bola salju. Sudah seharusnya, hal yang dapat memecah belah bangsa seperti ini harus mendapat perhatian lebih dari pemerintah. Rasisme bersifat destruktif yang mampu melemahkan orang atau sekelompok orang, etnis juga komunitas tertentu dengan menurunkan nilai maupun identitas, menciptakan kesenjangan antara yang satu dengan satu lainnya.

Dibelahan bumi lainnya, rasisme menjadi permasalahan cukup serius terbukti dengan maraknya mengkampanyekan mengecam keras pelaku rasisme. Misal, Jerman contohnya Negara yang memiliki julukan Negeri Nazi ini menghukum berat pelaku rasisme dengan denda lebih dari 800 miliar. sedangkan Indonesia? sepertinya Undang-Undang No 29 Tahun 1999 belum cukup ‘sakti’ menjadi tamengperlakuan tindak rasisme yang ada di Negeri yang berpenduduk lebih dari 260 juta jiwa ini. 

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) semestinya juga ikut memandang serius bagaimana cara agar tindak rasisme tidak akan pernah terjadi lagi di Indonesia atau paling tidak mampu menurun drastis dari sebelumnya. Dengan legalitas yang ia punya, Komnas HAM mampu berperan aktif untuk menjaga hak-hak setiap manusia yang telah melekat sejak lahir. Agar nantinya tidak akan pernah terjadi konflik horizontal sesama warga Indonesia.

Merawat Keberagaman

Bangsa Indonesia adalah bangsa plural, yang memiliki suku lebih dari satu. Yang setiap sukunya memiliki keunikan, ciri khas dan kebanggaan tersendiri dari apa yang ditampilkan untuk Indonesia. Namun terkadang tidak semua warga yang baik paham akan hal itu, dikarenakan ketidakpahaman maka terjadilah ketidaksengajaan yang tidak diinginkan, mencederai keberagaman yang membanggakan ini. Maka kedepannya berperan aktiflah pemerintah untuk menggaungkan ulang keberagaman dengan sosialisasi sederhana, mulai dari pasang iklan di tv misalnya hingga sosialisasi ke daerah-daerah terpencil.

Selain itu, merawat bangsa yang plural agar menjadi bangsa yang toleran damai dan saling menghargai dapat juga dengan cara menumbuhkan kesadaran yang paling dasar yaitu mengakui keberagaman sebagai tercipta indahnya kerukunan, karena kesadaran sederhana seperti ini yang sekarang perlahan tapi pasti semakin terkikis. Selain itu, jaminan hak setiap manusia yang diterima dari pemerintah harus sama, tidak ada wilayah ataupun suku tertentu mendapat perlakuan istimewa, juga ciptakanlah integrasi soisal yang berbasis kebudayaan dan junjung tinggi Bhineka Tunggal Ika.

“Marilah kita bangun bangsa dan kita hindarkan pertikaian yang sering terjadi dalam sejarah. Inilah esensi tugas kesejarahan kita, yang tidak boleh kita lupakan sama sekali” -K.H Abdurrahman Wahid (GusDur), Presiden Indonesia ke-4.

Tr : Mahdaraf Sanjani

Tags: #lpmteropong#opini#rasisme#teropongonlinepersmaUMSU
Previous Post

Jaksa Bentak Terdakwa Kasus Penipuan Jual Beli Mobil Bekas

Next Post

Tahun keempat, Tao Silalahi Arts Festival 2019 Siap Digelar

Related Posts

Tambang Ilegal Subur, Negara Terus Kebobolan

Tambang Ilegal Subur, Negara Terus Kebobolan

by REDAKSI TEROPONG
31 May 2026
0

Sektor pertambangan selama ini menjadi salah satu penopang penting perekonomian Indonesia. Kekayaan sumber daya alam yang dimiliki Indonesia sering disebut...

Museum Marsinah dan Ingatan yang Tak Boleh Hilang

Museum Marsinah dan Ingatan yang Tak Boleh Hilang

by REDAKSI TEROPONG
19 May 2026
0

Museum sering dianggap sebagai tempat menyimpan benda-benda lama yang membosankan. Padahal, museum memiliki fungsi penting sebagai ruang penyimpan ingatan kolektif...

Ketergantungan Gadget, Matinya Daya Pikir Kritis

Ketergantungan Gadget, Matinya Daya Pikir Kritis

by REDAKSI TEROPONG
30 April 2026
0

Di era digital saat ini, gadget telah menjadi bagian yang sulit dipisahkan dari kehidupan masyarakat. Hampir setiap aktivitas bergantung pada...

Magang: Jembatan Karier atau Kedok Eksploitasi Tenaga Kerja?

Magang: Jembatan Karier atau Kedok Eksploitasi Tenaga Kerja?

by REDAKSI TEROPONG
30 April 2026
0

Narasi bahwa magang adalah cara terbaik untuk mencari pengalaman kerja sebelum lulus masih kuat di lingkungan kampus. Kalimat seperti “tidak...

Tabrakan Berantai di Rel: Alarm Keras dari Kelalaian yang Terstruktur

Tabrakan Berantai di Rel: Alarm Keras dari Kelalaian yang Terstruktur

by REDAKSI TEROPONG
29 April 2026
0

Kecelakaan tragis yang melibatkan Kereta Api Argo Bromo Anggrek dan KRL yang berhenti di Stasiun Bekasi Timur pada senin malam,...

Mitos Kerja Keras: Benarkah Usaha Saja Sudah Cukup untuk Menjamin Kesuksesan

Mitos Kerja Keras: Benarkah Usaha Saja Sudah Cukup untuk Menjamin Kesuksesan

by REDAKSI TEROPONG
25 April 2026
0

Mitos bahwa kerja keras pasti berujung pada kesuksesan masih sering kita dengar, terutama di lingkungan kampus dan dunia kerja. Kalimat...

Next Post

Tahun keempat, Tao Silalahi Arts Festival 2019 Siap Digelar

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Hari Gini Belum Punya Sim? Yuk Buat!

Hari Gini Belum Punya Sim? Yuk Buat!

5 years ago
Yuk, Sebelum Bersalaman Kenali Dulu Mahram mu

Yuk, Sebelum Bersalaman Kenali Dulu Mahram mu

5 years ago

Popular News

    Connect with us

    Berlangganan melalui Email

    Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

    Join 6 other subscribers

    Konten Terbaru

    • Bapenda Sumut Sosialisasikan Program Gebyar Pajak Sumut 2026 27 June 2026
    • Pemko Medan Gelar GEMES 2026, Rico Waas Ajak Lestarikan Budaya Melayu 27 June 2026
    • HIMATIF UMSU Gelar Musyawarah Besar Perkuat Regenerasi Kepemimpinan 26 June 2026

    Tentang Kami

    Pers Mahasiswa TEROPONG merupakan salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU). UKM-LPM TEROPONG UMSU berdiri pada 12 Juli 2001 dan sampai saat ini merupakan satu-satunya UKM yang mengelola bidang penerbitan dan pers di tingkat UMSU.

    • Tentang
    • Advertisement
    • Contact

    © 2022 UKM-LPM Teropong UMSU | Designed and Developed by Agatha Projects.

    No Result
    View All Result
    • Artikel
    • Foto Jurnalistik
    • Kabar SUMUT
    • Kabar Kampus
    • Kabar Medan
    • Majalah
    • Newsletter
    • Sastra
    • Nasional
    • Internasional
    • Lainnya
      • Almamater
      • Ekonomi
      • Feature
      • Infografik
      • Lifestyle
      • Opini
      • Politik
      • Ragam
      • Sipongpong
      • Sobatpongpong
      • Sosok
      • Terkini

    © 2022 UKM-LPM Teropong UMSU | Designed and Developed by Agatha Projects.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password? Sign Up

    Create New Account!

    Fill the forms below to register

    All fields are required. Log In

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In