Program pertukaran budaya dan pendidikan antara Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) dan Temasek Polytechnic menjadi wadah penguatan kolaborasi internasional serta perluasan wawasan lintas budaya bagi mahasiswa di Auditorium UMSU, Selasa (12/05/2026).
Perwakilan Temasek Polytechnic Singapura, Mr. Emil Cheong, menjelaskan bahwa Temasek Polytechnic merupakan salah satu politeknik di Singapura yang menekankan pembelajaran terapan (applied learning) melalui proyek praktis dan kemitraan industri.
“Temasek Polytechnic menekankan pembelajaran terapan, kemitraan industri, serta pendidikan global. Kami juga mendorong mahasiswa untuk terlibat dalam banyak pertukaran budaya,” ujarnya.
Ia mengatakan bahwa kunjungan ke Medan menjadi bagian dari program Global Studies yang wajib diikuti mahasiswa untuk mempelajari budaya dan kehidupan sosial di negara Asia.
“Melalui program ini, mahasiswa diajak untuk belajar langsung mengenai budaya, masyarakat, serta memperluas pengalaman internasional mereka,” jelasnya.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa Temasek Polytechnic untuk membangun interaksi dan bertukar pengalaman dengan mahasiswa UMSU.
“Kami sangat menantikan untuk berinteraksi dan belajar dari mahasiswa UMSU serta mengenal lebih jauh budaya di Indonesia,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Dekan I Bidang Akademik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UMSU, Assoc. Prof. Dr. Abrar Adhani, S.Sos., M.I.Kom., menyambut baik kunjungan tersebut sebagai bentuk penguatan kerja sama internasional.
“Temasek Polytechnic hadir di UMSU merupakan sebuah kebanggaan bagi kami. Tentunya kolaborasi yang telah dibangun selama ini dapat terus terjalin dengan baik ke depannya,” ujarnya.
Ia juga berharap mahasiswa UMSU dapat memanfaatkan program internasional yang dibangun kampus untuk meningkatkan kualitas diri.
“Kami berharap mahasiswa dapat lebih berkembang dan memiliki daya saing internasional melalui program-program yang dibangun UMSU,” tutupnya.
Tr: Halimah dan Bian



















