Isu banjir di Sumatera Utara dan Aceh mengantarkan tiga mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) meraih Juara III dalam Economic Paper Competition (EPC) pada ajang Everest (Event of Young Researcher) yang diselenggarakan Universitas Sumatera Utara (USU), Senin (11/05/2026).
Tim yang terdiri dari Sandy Ibrahim Nasution, Ratu Nikita Natasya dan Imtiyaz Alnatanisa mengangkat paper berjudul ‘Sustainable Legitimacy After Flood Disaster’.
“Kami mengangkat paper tentang Sustainable Legitimacy After Flood Disaster yang membahas bagaimana perusahaan dapat membangun kembali kepercayaan masyarakat pascabencana banjir, sekaligus memberikan dampak positif bagi lingkungan melalui penerapan ekonomi sirkular sebagai upaya pemulihan jangka panjang di dalam masyarakat pascabanjir.” ujar Imtiyaz.
Ia menjelaskan ide penelitian tersebut muncul setelah timnya melihat dampak banjir yang terjadi di wilayah Sumatera Utara dan Aceh beberapa waktu lalu.
“Ide penelitian ini muncul setelah kami melihat kondisi banjir yang terjadi di Sumatera Utara dan Aceh. Kami mencoba meneliti bagaimana perusahaan tetap bisa memperoleh legitimasi dari masyarakat di tengah situasi pascabencana,” jelasnya.
Dalam babak final, tim UMSU bersaing dengan sejumlah universitas besar, seperti Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Ciputra Surabaya, hingga IPB University. Hasilnya, tim UMSU berhasil meraih posisi Juara III atau 2nd Runner Up.
Imtiyaz mengatakan proses persiapan lomba telah dilakukan sejak Desember 2025. Timnya melakukan riset, revisi paper, hingga latihan presentasi secara intensif bersama dosen pembimbing.
“Persiapan lomba sudah kami lakukan sejak Desember 2025, mulai dari riset, penyusunan paper, revisi, hingga latihan presentasi bersama tim dan dosen pembimbing,” katanya.
Ia juga mengungkapkan tantangan terbesar selama mengikuti kompetisi ialah membagi waktu antaranggota tim yang memiliki kesibukan masing-masing. Meski begitu, mereka tetap berusaha fokus menyelesaikan paper dan mempersiapkan presentasi dengan maksimal.
“Tantangan terbesar kami adalah membagi waktu karena masing-masing anggota memiliki kesibukan yang berbeda. Namun, kami tetap fokus mempersiapkan presentasi dan berusaha memberikan hasil terbaik di kompetisi tersebut,” ungkapnya.
Tr: Anastasya



















