Halo Sobat Pong Pong!
Tahukah kamu? Fenomena tsundoku atau kebiasaan membeli buku tanpa langsung membacanya masih kerap dialami sebagian mahasiswa. Kebiasaan ini biasanya dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari diskon buku hingga perubahan suasana hati dalam membaca.
Hal tersebut juga pernah dialami Nur Kamila yang merupakan Greeter di Medan Book Party. Ia mengaku sering membeli buku meski belum tentu langsung dibaca karena tergiur harga murah saat diskon.
“Menurut aku, kebiasaan tsundoku itu kurang produktif kalau terus dibiarkan karena buku jadi menumpuk dan kondisinya bisa rusak jika terlalu lama tidak dibaca. Apalagi kalau membeli buku hanya karena diskon atau keinginan sesaat,” ujarnya, Senin (11/05/2026).
Untuk mengurangi kebiasaan tsundoku, Kamila menyarankan mahasiswa memulai dari bacaan ringan dan menemukan genre yang sesuai dengan minat agar lebih konsisten dalam membaca.

“Kalau untuk mengurangi kebiasaan itu, menurut aku mahasiswa bisa mulai dari bacaan yang ringan dulu dan mencari genre yang memang disukai. Bisa juga ikut komunitas membaca supaya lebih semangat dan termotivasi untuk benar-benar menyelesaikan buku yang sudah dibeli,” tuturnya
Tr: Rifky
















