Halo Sobat Pong-Pong!
Tahukah kamu?
Kebiasaan kecil yang sering dianggap sepele ternyata diam-diam bisa menguras pikiran. Scroll sebentar berubah jadi berjam-jam. Bukan karena butuh, tapi karena terbiasa.
Doomscrolling membuat kita terus terpapar hal-hal negatif. Tanpa disadari, hal itu dapat memengaruhi cara kita merasa, berpikir, bahkan menjalani hari.
Dilansir dari detik jatim, Dosen Psikologi dari Fakultas Psikologi Universitas Airlangga (Unair), Atika Dian Ariana, menyebut perilaku ini dianggap sebagai reaksi terhadap ketidakpastian, karena manusia cenderung ingin memahami situasi, mengendalikannya, dan memastikan diri mampu menghadapi ancaman.

“Doomscrolling ini semacam dorongan untuk menyelamatkan diri. Dengan mencari informasi, manusia merasa bisa mengendalikan hal-hal negatif atau mengancam,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa scrolling bukan aktivitas yang benar-benar memberikan solusi jika tidak disertai kontrol diri, serta penting untuk mengetahui kapan harus berhenti.
“Scrolling itu kan bukan aktivitas yang betul-betul memberikan solusi. Kecuali kalau kita tahu kapan harus berhenti. Misalnya menghadapi ujian, kita tahu kapan ujian berakhir sehingga lebih mudah dikendalikan. Tapi dalam situasi tidak menentu, seperti pandemi atau kerusuhan, kami tidak paham sebenarnya kapan ini berakhir,” tambahnya.
Tr: Ultami

















