Bank Indonesia (BI) Sumatera Utara memproyeksikan inflasi pada Mei 2026 tetap stabil dengan kecenderungan meningkat terbatas di tengah potensi tekanan pasokan dan dinamika global, seiring penguatan sinergi pengendalian harga.
Berdasarkan keterangan resmi BI, inflasi diperkirakan berada pada kisaran 0,10 hingga 0,50 persen secara bulanan (month-to-month/mtm), meski terdapat potensi tekanan dari penurunan pasokan cabai merah dan dinamika geopolitik global.
“Komitmen ini dilakukan untuk memastikan stabilitas harga tetap terjaga dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tulis BI dalam keterangan resminya, Rabu (06/05/2026).
BI bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Sumatera Utara akan terus memperkuat sinergi melalui GPM, kerja sama antar daerah, dan digitalisasi SIHORAS 2.0, menyusul inflasi April 2026 yang tercatat 0,44 persen (mtm) dan 2,92 persen (yoy) serta masih terkendali.
“Tekanan inflasi pada April 2026 masih dalam batas terkendali, meskipun terdapat kenaikan harga pada beberapa komoditas strategis,” lanjutnya.
Pengendalian inflasi juga didukung implementasi Kerja Sama Antar Daerah (KAD) antara Kabupaten Karo dan Kota Palangkaraya yang berdampak positif bagi konsumen dan produsen.
“Langkah ini tidak hanya membantu menekan harga di daerah tujuan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani di daerah asal,” pungkasnya.
Tr: Dinda




















