Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) membuktikan semangat inovasi di bidang teknologi dengan tampil pada Kompetisi Internet of Things (IoT) dalam ajang Medan Creative Competition (MCC) 2026 meski mengembangkan proyek secara mandiri menggunakan pendanaan pribadi.
Tim yang terdiri dari Fahmi Fadilah Purba dan Muhammad Rafli mengikuti kompetisi tersebut dengan membawa proyek berbasis IoT yang dikembangkan melalui proses penyusunan konsep, pemrograman, hingga pengujian sistem.
Fahmi mengatakan persiapan lomba membutuhkan waktu dan proses yang cukup panjang karena tim harus memastikan alat dapat berjalan dengan baik sebelum dipresentasikan di hadapan juri.
“Persiapan yang kami lakukan tidak hanya membuat alat, tetapi juga menyusun konsep, coding, pengujian sistem, perbaikan alat, hingga menyiapkan presentasi agar inovasi yang kami bawa dapat dipahami dengan baik,” ujarnya, Senin (11/05/2026).
Ia menjelaskan pengembangan proyek IoT memerlukan berbagai komponen pendukung, seperti sensor, mikrokontroler, modul komunikasi, dan perangkat lainnya yang harus dipenuhi selama proses pengerjaan alat.
“Bidang IoT membutuhkan berbagai kebutuhan pengembangan alat, mulai dari sensor, mikrokontroler, modul komunikasi, baterai, hingga perangkat mekanik lainnya,” katanya.
Menurutnya, sebagian besar proses pengembangan proyek dilakukan secara mandiri bersama tim dengan memanfaatkan sumber daya yang dimiliki agar inovasi tetap dapat berjalan maksimal.
“Sebagian besar pendanaan yang kami gunakan berasal dari inisiatif pribadi mahasiswa, sehingga kami berusaha memaksimalkan alat dan kebutuhan yang ada agar proyek tetap bisa berjalan dengan baik,” tuturnya.
Meski demikian, mereka tetap menjadikan kompetisi tersebut sebagai motivasi untuk terus berkembang di bidang coding dan teknologi serta menunjukkan bahwa mahasiswa Kota Medan mampu bersaing dalam dunia inovasi digital.
Tr: anastasya




















