Peringatan Hari Polisi Militer TNI (POM-TNI) dinilai menjadi momentum untuk mengingatkan mahasiswa akan pentingnya kedisiplinan dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di lingkungan kampus.
Komandan Satuan Resimen Mahasiswa (Menwa) UMSU, Malika Nurlaili, mengatakan bahwa Hari POM-TNI bukan sekadar peringatan institusi militer, tetapi juga pengingat akan pentingnya konsistensi dan tanggung jawab dalam menjalani kehidupan sebagai mahasiswa.
“Kadang masalah mahasiswa itu bukan soal kemampuan, tapi bagaimana konsistensi dan tanggung jawabnya. Banyak yang pintar, aktif, bahkan kritis, tapi masih sering menyepelekan hal-hal dasar seperti tepat waktu dan menyelesaikan kewajiban,” ujarnya, Selasa (12/05/2026).
Ia menilai budaya disiplin lebih efektif ditanamkan melalui tindakan nyata dibandingkan sekadar teori atau nasihat.
“Mahasiswa sekarang lebih melihat tindakan dibanding kata-kata. Disiplin itu dimulai dari hal kecil, seperti bangun tepat waktu, membereskan tempat tidur, sampai menjalankan amanah organisasi dengan konsisten,” katanya.
Ia juga mengungkapkan, pengalaman selama bergabung di Resimen Mahasiswa turut membentuk karakter dan rasa tanggung jawabnya sebagai mahasiswa. Menurutnya, Menwa tidak hanya melatih fisik, tetapi juga mental dan pola pikir.
“Di Menwa, saya belajar bahwa ketika memegang amanah, sekecil apa pun itu harus dijalankan dengan serius. Organisasi juga mengajarkan bagaimana mengatur emosi, menjaga komunikasi, dan tetap profesional,” tuturnya.
Ia menilai, disiplin, kepemimpinan, dan kesuksesan merupakan tiga hal yang saling berkaitan. Seorang pemimpin harus mampu mendisiplinkan dirinya sendiri sebelum memimpin orang lain.
“Sulit memimpin kalau diri sendiri saja belum disiplin terhadap waktu, tanggung jawab, ataupun komitmen. Kunci kesuksesan dibangun dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten,” pungkasnya.
Tr: Dwy




















