• Latest
  • Trending
  • All
  • Kabar Kampus
  • Feature
  • Opini
  • Sosok
Memaknai Hidup di Usia 20

Memaknai Hidup di Usia 20

15 December 2022
Wartawan ANTARA: Etika Jurnalistik Jadi Tantangan Terbesar Jurnalis Muda

Wartawan ANTARA: Etika Jurnalistik Jadi Tantangan Terbesar Jurnalis Muda

30 June 2026
Pesona Budaya Melayu Satukan Antusias Pengunjung di GEMES 2026

Pesona Budaya Melayu Satukan Antusias Pengunjung di GEMES 2026

30 June 2026
Bapenda Sumut Sosialisasikan Program Gebyar Pajak Sumut 2026

Bapenda Sumut Sosialisasikan Program Gebyar Pajak Sumut 2026

28 June 2026
Pemko Medan Gelar GEMES 2026, Rico Waas Ajak Lestarikan Budaya Melayu

Pemko Medan Gelar GEMES 2026, Rico Waas Ajak Lestarikan Budaya Melayu

28 June 2026
HIMATIF UMSU Gelar Musyawarah Besar Perkuat Regenerasi Kepemimpinan

HIMATIF UMSU Gelar Musyawarah Besar Perkuat Regenerasi Kepemimpinan

26 June 2026
Tutup Wisuda Periode I 2026, UMSU Soroti Prestasi dan Pengembangan Kampus

Tutup Wisuda Periode I 2026, UMSU Soroti Prestasi dan Pengembangan Kampus

26 June 2026
Wisudawan Berprestasi UMSU Bagikan Perjalanan dan Pengalaman pada Wisuda 2026

Wisudawan Berprestasi UMSU Bagikan Perjalanan dan Pengalaman pada Wisuda 2026

25 June 2026
UMSU Gelar Hari Pertama Wisuda Periode I Tahun 2026, Kukuhkan 795 Lulusan

UMSU Gelar Hari Pertama Wisuda Periode I Tahun 2026, Kukuhkan 795 Lulusan

23 June 2026
Wali Kota Medan Beri Penghargaan kepada Mahasiswa FISIP UMSU

Wali Kota Medan Beri Penghargaan kepada Mahasiswa FISIP UMSU

23 June 2026
Mahasiswa Dinilai Lebih Akrab dengan Isu Viral daripada Isu Kampus

Mahasiswa Dinilai Lebih Akrab dengan Isu Viral daripada Isu Kampus

23 June 2026
Sekolah Libur, MBG Ikut Libur: Hemat Anggaran Rp 3 Triliun

Sekolah Libur, MBG Ikut Libur: Hemat Anggaran Rp 3 Triliun

21 June 2026
KSPMS GIS FAI UMSU Lantik Pengurus Baru

KSPMS GIS FAI UMSU Lantik Pengurus Baru

21 June 2026
  • Tentang
  • Advertisement
  • Contact
Tuesday, 30 June 2026
  • Login
  • Register
No Result
View All Result
BERLANGGANAN
UKM-LPM Teropong UMSU
  • Artikel
  • Foto Jurnalistik
  • Kabar SUMUT
  • Kabar Kampus
  • Kabar Medan
  • Majalah
  • Newsletter
  • Sastra
  • Nasional
  • Internasional
  • Lainnya
    • Almamater
    • Ekonomi
    • Feature
    • Infografik
    • Lifestyle
    • Opini
    • Politik
    • Ragam
    • Sipongpong
    • Sobatpongpong
    • Sosok
    • Terkini
  • Artikel
  • Foto Jurnalistik
  • Kabar SUMUT
  • Kabar Kampus
  • Kabar Medan
  • Majalah
  • Newsletter
  • Sastra
  • Nasional
  • Internasional
  • Lainnya
    • Almamater
    • Ekonomi
    • Feature
    • Infografik
    • Lifestyle
    • Opini
    • Politik
    • Ragam
    • Sipongpong
    • Sobatpongpong
    • Sosok
    • Terkini
No Result
View All Result
UKM-LPM Teropong UMSU
No Result
View All Result
Home Opini

Memaknai Hidup di Usia 20

by REDAKSI TEROPONG
15 December 2022
in Opini
Reading Time: 3 mins read
0
Memaknai Hidup di Usia 20
0
SHARES
21
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Teropongdaily, Medan-Aku selalu percaya kalau hidup itu bukan lomba. Bukan tentang siapa cepat, dia menang. Siapa yang duluan punya rumah, dia bahagia. Siapa yang duluan punya mobil, aset, harta, serta tetek bengek lainnya, dia yang berhasil. Aku selalu meragukan hal tersebut.

Terserah kau mau setuju atau tidak. Bagiku hidup tidak sesederhana mencari uang lalu jadi kaya. Aku sendiri sudah menutup mata dari semua itu. Bukan berarti aku tidak ingin kaya, bukan. Kaya itu harus. Cari uang itu mesti. Tapi bukan itu tujuan utamanya. Uang, status, hanyalah alat. Yang namanya alat pasti memiliki fungsi dan tujuan. Maka gunakanlah uang dan status itu untuk mencapai tujuan utamamu. Untuk menciptakan sebuah perusahaan ‘kuda bertanduk’ agar bisa membuka banyak lapangan pekerjaan misalnya. Boleh saja.

RelatedPosts

Tambang Ilegal Subur, Negara Terus Kebobolan

Museum Marsinah dan Ingatan yang Tak Boleh Hilang

Ketergantungan Gadget, Matinya Daya Pikir Kritis

Namun hidup akan terasa berat. Terlebih saat kau berusia 20-an. Semuanya terasa jadi begitu nyata. Harus ‘realistis’ kalau kata mereka. Mimpimu besar. Tapi di saat yang lain sudah mulai bekerja, kau masih kuliah. Bahkan beberapa temanmu ada yang sudah menikah. Melanjutkan hidup ke fase berikutnya. Sedangkan kau masih bergelut dengan buku pelajaran seolah-olah tak ada habisnya. Di saat mereka mulai menghidupi mimpi, kau masih bermimpi.

Itu aku. Aku lah orang yang masih kuliah dan masih bergelut dengan buku pelajaran itu. Di saat mereka terus bergerak, aku hanya jalan di tempat. Tak berpindah. Di saat mereka terus maju, aku seolah diam dan mematung sambil menatap punggung mereka yang meninggalkanku semakin jauh.

Menjadi dewasa adalah jebakan. Jebakan yang tidak seorang pun dapat menghindarinya. Jebakan bagi mereka para pecundang yang terlalu nyaman dengan masa lalunya. Namun tantangan bagi mereka yang berniat untuk terus berkembang. Entah kau merasakannya atau tidak, fase awal menuju dewasa adalah fase yang paling menyakitkan. Dan itu semua terjadi ketika kau berumur 20. Ya, meskipun kedewasaan tidak ditentukan oleh umur, tapi umur 20 adalah awal dari kegetiran semua ini.

Di usia 20, hidup akan menjadi sangat realistis. Semuanya, entah mengapa terasa begitu nyata. Semua ketakutan, kecemasan yang kau khawatirkan, di fase ini semuanya kejadian. Kegagalan, putus cinta, pengangguran, beban keluarga, semuanya akan terjadi dan mau tak mau harus dilalui.

Saat berumur 20, aku mulai sering meragukan banyak hal. Termasuk diriku sendiri. Aku selalu ragu. Apakah yang kulakukan ini benar? Aku juga sering bertanya dan berpikir tentang kehidupanku. Lagi dan lagi. Namun semakin dipikir-pikir, semakin cemas jadinya. Jadi semakin bingung dan semakin khawatir.

Di periode waktu yang sama, banyak orang seusiaku sudah bekerja. Sudah menikah bahkan. Teman-temanku pun begitu. Sedang aku, masih terikat di bangku kelas, masih bergelut dengan buku pelajaran. Meskipun sama-sama bergerak dan berproses, kalau kita tanya pada setiap orang, hidup siapa yang lebih baik, Aku Si Mahasiswa atau Temanku Si Pekerja, pastilah mereka memilih Si Pekerja. Sudah jelas. Temanku menghasilkan uang, sedang aku malah sibuk menghabiskannya.

Orang bebas saja menilai siapa yang lebih baik, siapa yang lebih sukses. Itu terserah mereka. Namun semua penilaian mereka, sejujurnya tidak berarti apa-apa bagiku. Aku lebih takut pada diriku sendiri ketimbang komentar dan penilaian orang. Karena gagal dan berhasilnya aku ditentukan oleh diriku sendiri. Bukan komentar apalagi omongan orang. Untuk itulah aku lebih takut dengan diriku sendiri.

Bagi mereka aku tertinggal. Dan itu benar. Itu semua karena kegagalanku di kuliah sebelumnya. Gagal kuliah adalah kegagalan terbesar pertamaku selama hidup di dunia. Karena itu pula aku jadi merasa tak berdaya. Kehidupanku serasa ambruk. Semua yang kuimpikan hilang sudah. Aku gagal. Kekhawatiran, kecemasan, dan ketakutan yang kupikirkan sebelumnya semakin terasa nyata.

Kau akan melalui semua ini saat berumur 20. Meskipun tidak persis sama. Salah satunya: hidupmu akan mulai dibanding-bandingkan dengan anak tetangga yang usianya sama. Atau dibandingkan dengan teman sebaya yang sudah bekerja, punya rumah, dan kaya. Di saat itu pula kau akan melihat hidupmu dengan kehidupan mereka lalu mulai membandingkan. Kau pun mulai merasa tertinggal. Lalu stress tak karuan.

Sesulit apapun hidup bagimu di usia 20, teruslah hidup. Terlalu memikirkan pencapaian orang lalu membandingkannya dengan pencapaianmu sendiri tak akan menyelesaikan masalah dan tak akan ada habisnya. Pada akhirnya kau akan stress sendiri. Jadi buat apa terlalu memikirkannya? Lakukan apa yang menurutmu baik sambil terus memperbaiki hidup.

Teruslah bergerak meskipun selambat kura-kura. Teruslah melangkah dan bertindak. Asal kau terus bergerak, pada akhirnya kau juga akan sampai. Ingat, hidup bukan lomba lari. Yang siapa cepat, dia menang. Siapa yang paling duluan kaya, dia yang bahagia. Tidak. Hidup itu H-I-D-U-P. Hanya lima kata sederhana. Namun kenapa kau rumit memikirkannya? Seolah-olah hidup harus selalu diisi dengan keberhasilan dan kalau tidak berhasil, bukan hidup namanya. Pada akhirnya, akhir dari hidup adalah mati. Jadi untuk apa terlalu memusingkan semua ini?

Sudahi kegelisahanmu mari lakukan yang kau mau. Sudahi kecemasanmu mulai dari yang sederhana dulu. Sudahi ketakutanmu karena yang kau takutkan belum tentu akan terjadi. Teruslah hidup. Teruslah berusaha sampai tetanggamu mengira itu adalah hasil pesugihan. Namun jangan lupa untuk terus hidup menjadi manusia yang sebenar-benarnya manusia.

Sumber foto : pinterest

Tr : Rizali Rusdan

Previous Post

KUHP Timbulkan Masalah, Ismail Koto: Mahasiswa Harus Kritis dan Jadi Penyalur Aspirasi

Next Post

Mahasiswa FKIP PGSD UMSU Publikasi Jurnal Sinta 3

Related Posts

Tambang Ilegal Subur, Negara Terus Kebobolan

Tambang Ilegal Subur, Negara Terus Kebobolan

by REDAKSI TEROPONG
31 May 2026
0

Sektor pertambangan selama ini menjadi salah satu penopang penting perekonomian Indonesia. Kekayaan sumber daya alam yang dimiliki Indonesia sering disebut...

Museum Marsinah dan Ingatan yang Tak Boleh Hilang

Museum Marsinah dan Ingatan yang Tak Boleh Hilang

by REDAKSI TEROPONG
19 May 2026
0

Museum sering dianggap sebagai tempat menyimpan benda-benda lama yang membosankan. Padahal, museum memiliki fungsi penting sebagai ruang penyimpan ingatan kolektif...

Ketergantungan Gadget, Matinya Daya Pikir Kritis

Ketergantungan Gadget, Matinya Daya Pikir Kritis

by REDAKSI TEROPONG
30 April 2026
0

Di era digital saat ini, gadget telah menjadi bagian yang sulit dipisahkan dari kehidupan masyarakat. Hampir setiap aktivitas bergantung pada...

Magang: Jembatan Karier atau Kedok Eksploitasi Tenaga Kerja?

Magang: Jembatan Karier atau Kedok Eksploitasi Tenaga Kerja?

by REDAKSI TEROPONG
30 April 2026
0

Narasi bahwa magang adalah cara terbaik untuk mencari pengalaman kerja sebelum lulus masih kuat di lingkungan kampus. Kalimat seperti “tidak...

Tabrakan Berantai di Rel: Alarm Keras dari Kelalaian yang Terstruktur

Tabrakan Berantai di Rel: Alarm Keras dari Kelalaian yang Terstruktur

by REDAKSI TEROPONG
29 April 2026
0

Kecelakaan tragis yang melibatkan Kereta Api Argo Bromo Anggrek dan KRL yang berhenti di Stasiun Bekasi Timur pada senin malam,...

Mitos Kerja Keras: Benarkah Usaha Saja Sudah Cukup untuk Menjamin Kesuksesan

Mitos Kerja Keras: Benarkah Usaha Saja Sudah Cukup untuk Menjamin Kesuksesan

by REDAKSI TEROPONG
25 April 2026
0

Mitos bahwa kerja keras pasti berujung pada kesuksesan masih sering kita dengar, terutama di lingkungan kampus dan dunia kerja. Kalimat...

Next Post

Mahasiswa FKIP PGSD UMSU Publikasi Jurnal Sinta 3

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

KANVAS WAKTU

KANVAS WAKTU

2 years ago
Narasi Danau Toba, Upaya Mewujudkan Danau Toba Menuju Bali Kedua

Narasi Danau Toba, Upaya Mewujudkan Danau Toba Menuju Bali Kedua

8 years ago

Popular News

    Connect with us

    Berlangganan melalui Email

    Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

    Join 6 other subscribers

    Konten Terbaru

    • Wartawan ANTARA: Etika Jurnalistik Jadi Tantangan Terbesar Jurnalis Muda 29 June 2026
    • Pesona Budaya Melayu Satukan Antusias Pengunjung di GEMES 2026 28 June 2026
    • Bapenda Sumut Sosialisasikan Program Gebyar Pajak Sumut 2026 27 June 2026

    Tentang Kami

    Pers Mahasiswa TEROPONG merupakan salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU). UKM-LPM TEROPONG UMSU berdiri pada 12 Juli 2001 dan sampai saat ini merupakan satu-satunya UKM yang mengelola bidang penerbitan dan pers di tingkat UMSU.

    • Tentang
    • Advertisement
    • Contact

    © 2022 UKM-LPM Teropong UMSU | Designed and Developed by Agatha Projects.

    No Result
    View All Result
    • Artikel
    • Foto Jurnalistik
    • Kabar SUMUT
    • Kabar Kampus
    • Kabar Medan
    • Majalah
    • Newsletter
    • Sastra
    • Nasional
    • Internasional
    • Lainnya
      • Almamater
      • Ekonomi
      • Feature
      • Infografik
      • Lifestyle
      • Opini
      • Politik
      • Ragam
      • Sipongpong
      • Sobatpongpong
      • Sosok
      • Terkini

    © 2022 UKM-LPM Teropong UMSU | Designed and Developed by Agatha Projects.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password? Sign Up

    Create New Account!

    Fill the forms below to register

    All fields are required. Log In

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In