• Latest
  • Trending
  • All
  • Kabar Kampus
  • Feature
  • Opini
  • Sosok
Memaknai Hidup di Usia 20

Memaknai Hidup di Usia 20

15 December 2022
FISIP UMSU Juara Futsal Fest 2026 Piala Gubsu

FISIP UMSU Juara Futsal Fest 2026 Piala Gubsu

13 May 2026
Mahasiswa UMSU Ikuti KKN Internasional di Malaysia

Mahasiswa UMSU Ikuti KKN Internasional di Malaysia

13 May 2026
Talkshow Ketum HMJ Komunikasi Soroti Peran Organisasi Kampus

Talkshow Ketum HMJ Komunikasi Soroti Peran Organisasi Kampus

13 May 2026

Commference 2026 Bahas Relevansi Himpunan Mahasiswa di Era Digital

13 May 2026
Pusat Bahasa UMSU Gelar Sunset Talk Tingkatkan Public Speaking Mahasiswa

Pusat Bahasa UMSU Gelar Sunset Talk Tingkatkan Public Speaking Mahasiswa

13 May 2026
UMSU–Temasek Polytechnic Exchange Perkuat Wawasan Global Mahasiswa

UMSU–Temasek Polytechnic Exchange Perkuat Wawasan Global Mahasiswa

13 May 2026
Hari POM-TNI Jadi Pengingat Pentingnya Disiplin bagi Mahasiswa

Hari POM-TNI Jadi Pengingat Pentingnya Disiplin bagi Mahasiswa

13 May 2026

Apa itu Shundoku?

12 May 2026
Modal Mandiri Tak Halangi Tim UMSU Tampil di Modal Mandiri Tak Halangi Tim UMSU Tampil di Kompetisi IoT MCC 2026 MCC 2026

Modal Mandiri Tak Halangi Tim UMSU Tampil di Modal Mandiri Tak Halangi Tim UMSU Tampil di Kompetisi IoT MCC 2026 MCC 2026

12 May 2026
Berawal dari Riset Pascabanjir, Tim UMSU Raih Prestasi di Ajang Everest USU

Berawal dari Riset Pascabanjir, Tim UMSU Raih Prestasi di Ajang Everest USU

12 May 2026
Mahasiswa UMSU Claudio Bersama PSS Sleman promosi ke liga 1

Mahasiswa UMSU Claudio Bersama PSS Sleman promosi ke liga 1

10 May 2026
Rico Tri Putra Bayu Waas Tutup Medan Coding Competition 2026 di UMSU

Rico Tri Putra Bayu Waas Tutup Medan Coding Competition 2026 di UMSU

10 May 2026
  • Tentang
  • Advertisement
  • Contact
Wednesday, 13 May 2026
  • Login
  • Register
No Result
View All Result
BERLANGGANAN
UKM-LPM Teropong UMSU
  • Artikel
  • Foto Jurnalistik
  • Kabar SUMUT
  • Kabar Kampus
  • Kabar Medan
  • Majalah
  • Newsletter
  • Sastra
  • Nasional
  • Internasional
  • Lainnya
    • Almamater
    • Ekonomi
    • Feature
    • Infografik
    • Lifestyle
    • Opini
    • Politik
    • Ragam
    • Sipongpong
    • Sobatpongpong
    • Sosok
    • Terkini
  • Artikel
  • Foto Jurnalistik
  • Kabar SUMUT
  • Kabar Kampus
  • Kabar Medan
  • Majalah
  • Newsletter
  • Sastra
  • Nasional
  • Internasional
  • Lainnya
    • Almamater
    • Ekonomi
    • Feature
    • Infografik
    • Lifestyle
    • Opini
    • Politik
    • Ragam
    • Sipongpong
    • Sobatpongpong
    • Sosok
    • Terkini
No Result
View All Result
UKM-LPM Teropong UMSU
No Result
View All Result
Home Opini

Memaknai Hidup di Usia 20

by REDAKSI TEROPONG
15 December 2022
in Opini
Reading Time: 3 mins read
0
Memaknai Hidup di Usia 20
0
SHARES
21
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Teropongdaily, Medan-Aku selalu percaya kalau hidup itu bukan lomba. Bukan tentang siapa cepat, dia menang. Siapa yang duluan punya rumah, dia bahagia. Siapa yang duluan punya mobil, aset, harta, serta tetek bengek lainnya, dia yang berhasil. Aku selalu meragukan hal tersebut.

Terserah kau mau setuju atau tidak. Bagiku hidup tidak sesederhana mencari uang lalu jadi kaya. Aku sendiri sudah menutup mata dari semua itu. Bukan berarti aku tidak ingin kaya, bukan. Kaya itu harus. Cari uang itu mesti. Tapi bukan itu tujuan utamanya. Uang, status, hanyalah alat. Yang namanya alat pasti memiliki fungsi dan tujuan. Maka gunakanlah uang dan status itu untuk mencapai tujuan utamamu. Untuk menciptakan sebuah perusahaan ‘kuda bertanduk’ agar bisa membuka banyak lapangan pekerjaan misalnya. Boleh saja.

RelatedPosts

Ketergantungan Gadget, Matinya Daya Pikir Kritis

Magang: Jembatan Karier atau Kedok Eksploitasi Tenaga Kerja?

Tabrakan Berantai di Rel: Alarm Keras dari Kelalaian yang Terstruktur

Namun hidup akan terasa berat. Terlebih saat kau berusia 20-an. Semuanya terasa jadi begitu nyata. Harus ‘realistis’ kalau kata mereka. Mimpimu besar. Tapi di saat yang lain sudah mulai bekerja, kau masih kuliah. Bahkan beberapa temanmu ada yang sudah menikah. Melanjutkan hidup ke fase berikutnya. Sedangkan kau masih bergelut dengan buku pelajaran seolah-olah tak ada habisnya. Di saat mereka mulai menghidupi mimpi, kau masih bermimpi.

Itu aku. Aku lah orang yang masih kuliah dan masih bergelut dengan buku pelajaran itu. Di saat mereka terus bergerak, aku hanya jalan di tempat. Tak berpindah. Di saat mereka terus maju, aku seolah diam dan mematung sambil menatap punggung mereka yang meninggalkanku semakin jauh.

Menjadi dewasa adalah jebakan. Jebakan yang tidak seorang pun dapat menghindarinya. Jebakan bagi mereka para pecundang yang terlalu nyaman dengan masa lalunya. Namun tantangan bagi mereka yang berniat untuk terus berkembang. Entah kau merasakannya atau tidak, fase awal menuju dewasa adalah fase yang paling menyakitkan. Dan itu semua terjadi ketika kau berumur 20. Ya, meskipun kedewasaan tidak ditentukan oleh umur, tapi umur 20 adalah awal dari kegetiran semua ini.

Di usia 20, hidup akan menjadi sangat realistis. Semuanya, entah mengapa terasa begitu nyata. Semua ketakutan, kecemasan yang kau khawatirkan, di fase ini semuanya kejadian. Kegagalan, putus cinta, pengangguran, beban keluarga, semuanya akan terjadi dan mau tak mau harus dilalui.

Saat berumur 20, aku mulai sering meragukan banyak hal. Termasuk diriku sendiri. Aku selalu ragu. Apakah yang kulakukan ini benar? Aku juga sering bertanya dan berpikir tentang kehidupanku. Lagi dan lagi. Namun semakin dipikir-pikir, semakin cemas jadinya. Jadi semakin bingung dan semakin khawatir.

Di periode waktu yang sama, banyak orang seusiaku sudah bekerja. Sudah menikah bahkan. Teman-temanku pun begitu. Sedang aku, masih terikat di bangku kelas, masih bergelut dengan buku pelajaran. Meskipun sama-sama bergerak dan berproses, kalau kita tanya pada setiap orang, hidup siapa yang lebih baik, Aku Si Mahasiswa atau Temanku Si Pekerja, pastilah mereka memilih Si Pekerja. Sudah jelas. Temanku menghasilkan uang, sedang aku malah sibuk menghabiskannya.

Orang bebas saja menilai siapa yang lebih baik, siapa yang lebih sukses. Itu terserah mereka. Namun semua penilaian mereka, sejujurnya tidak berarti apa-apa bagiku. Aku lebih takut pada diriku sendiri ketimbang komentar dan penilaian orang. Karena gagal dan berhasilnya aku ditentukan oleh diriku sendiri. Bukan komentar apalagi omongan orang. Untuk itulah aku lebih takut dengan diriku sendiri.

Bagi mereka aku tertinggal. Dan itu benar. Itu semua karena kegagalanku di kuliah sebelumnya. Gagal kuliah adalah kegagalan terbesar pertamaku selama hidup di dunia. Karena itu pula aku jadi merasa tak berdaya. Kehidupanku serasa ambruk. Semua yang kuimpikan hilang sudah. Aku gagal. Kekhawatiran, kecemasan, dan ketakutan yang kupikirkan sebelumnya semakin terasa nyata.

Kau akan melalui semua ini saat berumur 20. Meskipun tidak persis sama. Salah satunya: hidupmu akan mulai dibanding-bandingkan dengan anak tetangga yang usianya sama. Atau dibandingkan dengan teman sebaya yang sudah bekerja, punya rumah, dan kaya. Di saat itu pula kau akan melihat hidupmu dengan kehidupan mereka lalu mulai membandingkan. Kau pun mulai merasa tertinggal. Lalu stress tak karuan.

Sesulit apapun hidup bagimu di usia 20, teruslah hidup. Terlalu memikirkan pencapaian orang lalu membandingkannya dengan pencapaianmu sendiri tak akan menyelesaikan masalah dan tak akan ada habisnya. Pada akhirnya kau akan stress sendiri. Jadi buat apa terlalu memikirkannya? Lakukan apa yang menurutmu baik sambil terus memperbaiki hidup.

Teruslah bergerak meskipun selambat kura-kura. Teruslah melangkah dan bertindak. Asal kau terus bergerak, pada akhirnya kau juga akan sampai. Ingat, hidup bukan lomba lari. Yang siapa cepat, dia menang. Siapa yang paling duluan kaya, dia yang bahagia. Tidak. Hidup itu H-I-D-U-P. Hanya lima kata sederhana. Namun kenapa kau rumit memikirkannya? Seolah-olah hidup harus selalu diisi dengan keberhasilan dan kalau tidak berhasil, bukan hidup namanya. Pada akhirnya, akhir dari hidup adalah mati. Jadi untuk apa terlalu memusingkan semua ini?

Sudahi kegelisahanmu mari lakukan yang kau mau. Sudahi kecemasanmu mulai dari yang sederhana dulu. Sudahi ketakutanmu karena yang kau takutkan belum tentu akan terjadi. Teruslah hidup. Teruslah berusaha sampai tetanggamu mengira itu adalah hasil pesugihan. Namun jangan lupa untuk terus hidup menjadi manusia yang sebenar-benarnya manusia.

Sumber foto : pinterest

Tr : Rizali Rusdan

Previous Post

KUHP Timbulkan Masalah, Ismail Koto: Mahasiswa Harus Kritis dan Jadi Penyalur Aspirasi

Next Post

Mahasiswa FKIP PGSD UMSU Publikasi Jurnal Sinta 3

Related Posts

Ketergantungan Gadget, Matinya Daya Pikir Kritis

Ketergantungan Gadget, Matinya Daya Pikir Kritis

by REDAKSI TEROPONG
30 April 2026
0

Di era digital saat ini, gadget telah menjadi bagian yang sulit dipisahkan dari kehidupan masyarakat. Hampir setiap aktivitas bergantung pada...

Magang: Jembatan Karier atau Kedok Eksploitasi Tenaga Kerja?

Magang: Jembatan Karier atau Kedok Eksploitasi Tenaga Kerja?

by REDAKSI TEROPONG
30 April 2026
0

Narasi bahwa magang adalah cara terbaik untuk mencari pengalaman kerja sebelum lulus masih kuat di lingkungan kampus. Kalimat seperti “tidak...

Tabrakan Berantai di Rel: Alarm Keras dari Kelalaian yang Terstruktur

Tabrakan Berantai di Rel: Alarm Keras dari Kelalaian yang Terstruktur

by REDAKSI TEROPONG
29 April 2026
0

Kecelakaan tragis yang melibatkan Kereta Api Argo Bromo Anggrek dan KRL yang berhenti di Stasiun Bekasi Timur pada senin malam,...

Mitos Kerja Keras: Benarkah Usaha Saja Sudah Cukup untuk Menjamin Kesuksesan

Mitos Kerja Keras: Benarkah Usaha Saja Sudah Cukup untuk Menjamin Kesuksesan

by REDAKSI TEROPONG
25 April 2026
0

Mitos bahwa kerja keras pasti berujung pada kesuksesan masih sering kita dengar, terutama di lingkungan kampus dan dunia kerja. Kalimat...

Perang Iran dan Alarm Krisis Energi Dunia

Perang Iran dan Alarm Krisis Energi Dunia

by REDAKSI TEROPONG
5 April 2026
0

Perang Iran kembali menegaskan bahwa pasar minyak dunia masih berada dalam bayang-bayang ketidakpastian geopolitik. Konflik ini tidak hanya berdampak pada...

PP TUNAS dalam Darurat Ruang Digital

PP TUNAS dalam Darurat Ruang Digital

by REDAKSI TEROPONG
4 April 2026
0

Ruang digital Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Jutaan anak mengakses internet tanpa batas dan minim pengawasan. Data Kementerian Kesehatan mencatat,...

Next Post

Mahasiswa FKIP PGSD UMSU Publikasi Jurnal Sinta 3

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Ikatan Mahasiswa Papua Sumatera Utara Gelar Aksi Damai Minta Stop Intimidasi dan Rasisme

7 years ago

PK IMM FIKTI Tegaskan Masta Bukan Kegiatan Formalitas

2 years ago

Popular News

    Connect with us

    Berlangganan melalui Email

    Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

    Join 6 other subscribers

    Konten Terbaru

    • FISIP UMSU Juara Futsal Fest 2026 Piala Gubsu 13 May 2026
    • Mahasiswa UMSU Ikuti KKN Internasional di Malaysia 13 May 2026
    • Talkshow Ketum HMJ Komunikasi Soroti Peran Organisasi Kampus 13 May 2026

    Tentang Kami

    Pers Mahasiswa TEROPONG merupakan salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU). UKM-LPM TEROPONG UMSU berdiri pada 12 Juli 2001 dan sampai saat ini merupakan satu-satunya UKM yang mengelola bidang penerbitan dan pers di tingkat UMSU.

    • Tentang
    • Advertisement
    • Contact

    © 2022 UKM-LPM Teropong UMSU | Designed and Developed by Agatha Projects.

    No Result
    View All Result
    • Artikel
    • Foto Jurnalistik
    • Kabar SUMUT
    • Kabar Kampus
    • Kabar Medan
    • Majalah
    • Newsletter
    • Sastra
    • Nasional
    • Internasional
    • Lainnya
      • Almamater
      • Ekonomi
      • Feature
      • Infografik
      • Lifestyle
      • Opini
      • Politik
      • Ragam
      • Sipongpong
      • Sobatpongpong
      • Sosok
      • Terkini

    © 2022 UKM-LPM Teropong UMSU | Designed and Developed by Agatha Projects.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password? Sign Up

    Create New Account!

    Fill the forms below to register

    All fields are required. Log In

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In