Mahasiswa semester III Ilmu Komunikasi, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Daffa Khairi, meraih gelar Duta Genre dengan membawa misi memperluas edukasi remaja dan mendorong generasi muda berani merencanakan masa depan.
Daffa mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian tersebut. Baginya, gelar Duta Genre bukan hanya pencapaian pribadi, tetapi juga amanah untuk menjadi contoh, pendengar, sekaligus penggerak bagi generasi muda.
“Menjadi Duta Genre bukan sekadar memakai selempang, melainkan menjadi contoh, pendengar sekaligus penggerak bagi teman-teman muda untuk berani merencanakan masa depan yang lebih baik,” ujar Daffa Jumat, (07/08/2026).
Keinginannya memberikan dampak yang lebih luas menjadi alasan utama Daffa mengikuti ajang tersebut. Ia sebelumnya aktif dalam berbagai kegiatan edukasi remaja dan melihat Duta Genre sebagai wadah untuk memperluas jangkauan kontribusinya.
“Saya ingin membuktikan bahwa anak muda tidak hanya bisa menjadi penerima informasi, tetapi juga menjadi agen perubahan yang mampu menginspirasi lingkungan sekitarnya,” katanya.
Dalam proses seleksi, Daffa menghadapi tantangan dalam menjaga konsistensi, mulai dari mempersiapkan materi, mengatur waktu, hingga menjaga kepercayaan diri. Ia mengatasinya dengan disiplin berlatih, terus belajar, dan mempersiapkan setiap tahapan penjurian dengan sebaik mungkin.
Sebagai mahasiswa Ilmu Komunikasi, Daffa juga menilai ilmu yang diperolehnya selama perkuliahan turut mendukung proses seleksi. Kemampuan berbicara di depan publik, menyampaikan pesan secara efektif, membangun personal branding, hingga memahami karakter audiens menjadi bekal dalam menyampaikan gagasan.
“Semua itu menjadi bekal yang sangat bermanfaat selama proses seleksi maupun saat penyampaian gagasan di ajang Duta Genre,” tuturnya.
Daffa berharap pencapaiannya dapat mendorong mahasiswa dan remaja untuk berani keluar dari zona nyaman, terus belajar, dan tidak takut menghadapi kegagalan. Menurutnya, proses untuk berkembang lebih penting daripada mengejar kesempurnaan.
“Prestasi bukan tentang siapa yang paling sempurna, tetapi tentang siapa yang mau terus berkembang,” pungkasnya.



















