Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) memaparkan capaian internasional, pengembangan kampus, dan persiapan fasilitas Muktamar Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah ke-49 dalam acara Istiadat Pemasyhuran Canselor Universiti Muhammadiyah Malaysia (UMAM), Sabtu (19/09/2026).
Dalam sambutannya, Rektor UMSU, Prof. Dr. Akrim, M.Pd., menjelaskan perkembangan UMSU melalui peningkatan jumlah mahasiswa baru serta capaian rekognisi internasional.
“UMSU hari ini berada pada lima terbesar dari 165 perguruan tinggi Muhammadiyah. Tahun ini mahasiswa baru UMSU berjumlah 5.207 orang dengan 51 program studi,” ujarnya.
Capaian internasional UMSU juga ditunjukkan melalui pengakuan lembaga akreditasi dan pemeringkatan perguruan tinggi.
“UMSU menjadi satu-satunya perguruan tinggi swasta di Indonesia yang telah diiktiraf oleh MQA Malaysia, serta berhasil mempertahankan peringkat pertama perguruan tinggi Islam terbaik di dunia versi UniRank,” jelasnya.
Selain prestasi akademik, UMSU mengembangkan infrastruktur kampus melalui akuisisi institusi pendidikan kesehatan dan pembangunan kawasan kampus terpadu. Kawasan kampus terpadu tersebut diproyeksikan menjadi lokasi utama pelaksanaan Muktamar Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah ke-49 pada November 2027.
Pembangunan sejumlah fasilitas utama terus dilakukan untuk mendukung pelaksanaan agenda tersebut.
“Auditorium Berkemajuan progresnya sudah 74,53 persen berkapasitas 7.500 orang, kemudian Walidah Sport Hall progresnya sudah 94,8 persen dan siap digunakan untuk Milad Muhammadiyah ke-114 tahun 2026,” paparnya.
Sementara itu, Rektor UMAM, Dr. H. Saidul Amin, M.A., menyampaikan bahwa pendirian UMAM merupakan bagian dari upaya internasionalisasi Muhammadiyah.
“UMAM sesungguhnya adalah manifestasi dari konsep internasionalisasi Muhammadiyah yang membawa misi dakwah terbang membubung tinggi menuju puncak antarbangsa,” tegasnya.
Saidul Amin juga menjelaskan makna nama UMAM serta harapan terhadap peran universitas tersebut dalam menjangkau masyarakat internasional.
“UMAM berasal dari kata ummah yang bermakna bangsa-bangsa. Maksudnya, universitas dari Muhammadiyah ini akan menjadi matahari yang menyinari bangsa-bangsa,” pungkasnya.
Tr. widya





















