Kabut asap membayangi sejumlah wilayah Sumatera Utara, dengan jarak pandang di beberapa lokasi pengamatan mencapai 1–5 kilometer, Rabu (16/09/2026).
Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan, Hendro Nugroho, mengatakan hasil pemantauan pada 15 September 2026 menunjukkan kondisi asap yang meluas di Sumatera Utara.
“Berdasarkan pantauan citra sebaran asap wilayah Sumatera pada tanggal 15 September 2026 terdeteksi asap di sebagian besar wilayah Sumut,” ungkapnya.
Pergerakan asap dipengaruhi pola angin yang bertiup dari tenggara menuju barat laut hingga utara. Pada 16 September 2026, titik panas juga terpantau di Deli Serdang, Medan, Labuhanbatu, Padang Lawas Utara, Tapanuli Utara, dan Tapanuli Selatan dengan tingkat kepercayaan menengah.
Hendro menyampaikan hasil pengamatan dari tiga stasiun meteorologi terkait kondisi jarak pandang pada 16 September 2026.
“Hasil pengamatan dari Stasiun Meteorologi Silangit, Stasiun Meteorologi Kualanamu dan Stasiun Meteorologi Aek Godang menunjukkan bahwa pada tanggal 16 September 2026 jarak pandang di lokasi pengamatan berkisar antara 1 hingga 5 Km,” ujarnya.
Pemantauan di sejumlah lokasi sebelumnya juga mencatat kondisi serupa yang berlangsung bersamaan dengan keberadaan kabut dan asap.
“Jarak pandang di lokasi pengamatan berkisar antara 2-5 km. Jarak pandang tersebut bersamaan dengan kondisi kabut dan asap,” sampainya.
Masyarakat di wilayah yang terdampak kabut dan asap diminta meningkatkan kewaspadaan saat berkendara untuk mengantisipasi jarak pandang yang terbatas.
“Masyarakat yang berada di wilayah dengan jarak pandang rendah akibat kabut dan asap juga diimbau untuk berhati-hati saat berkendara, menjaga jarak pandang, dan menggunakan perlengkapan yang sesuai,” imbaunya.
Tr : Zhafira





















