Aliansi Mahasiswa dan Rakyat Sumatera Utara (AMARA Sumut) membawa simbol keranda mayat dalam aksi unjuk rasa di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRD Sumut), Selasa (16/06/2026).
Ketua AMARA Sumut, Muhammad Farhan Muhaimin, S.Sos., mengatakan keranda tersebut adalah bentuk kritik terhadap beberapa program dan kebijakan pemerintah.
“Peti mati atau keranda mayat itu merupakan simbol bahwa banyak keadilan, program-program pemerintah, dan kesiapan pemerintah yang saat ini sudah mati. Mati dalam artian tidak berjalan sebagaimana mestinya,” ujarnya.
Farhan menjelaskan, kedatangan massa ke Gedung DPRD Sumatera Utara pada sore hari merupakan bagian dari rangkaian pergerakan aksi yang dilakukan di sejumlah lokasi lain di Kota Medan sebelum menuju titik utama.
“Jadi kami tiba di DPRD pada sore hari karena sebelumnya melakukan aksi di beberapa titik yang kami anggap strategis dan krusial di Kota Medan,” jelasnya.
Ia mengungkapkan harapannya agar nilai-nilai Pancasila dapat diimplementasikan secara nyata.
“Kami berharap nilai-nilai Pancasila benar-benar diterapkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, terutama sila kelima, yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” sampainya.
Ia menambahkan agar nilai tersebut diimplementasikan secara konsisten dalam kehidupan bermasyarakat di Sumatera Utara.
“Kami berharap prinsip keadilan sosial tersebut benar-benar diwujudkan dan dirasakan oleh seluruh masyarakat Sumatera Utara,” tutupnya.
Tr: @rifkyaris123





















