Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) menyoroti pentingnya etika komunikasi pejabat publik di era digital dalam Podcast Teropong UMSU, karena dinilai berpengaruh terhadap kepercayaan masyarakat, Rabu (29/07/2026).
Ketua Komunitas Debat Hukum (KDH) UMSU, Muhammad Iqbal, mengatakan etika komunikasi merupakan hal yang penting bagi pejabat publik karena setiap pernyataan yang disampaikan akan mendapat perhatian masyarakat dan dapat memengaruhi persepsi publik.
“Kalau menurut saya pribadi, etika komunikasi itu sangat penting karena bahwasannya ketika dia adalah seorang pejabat publik, maka perhatian masyarakat tersebut akan berpaku kepadanya,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa pejabat publik juga memiliki tanggung jawab moral dan konstitusional dalam menyampaikan pesan kepada masyarakat karena setiap ucapan dapat memengaruhi cara publik memahami kebijakan pemerintah.
“Pejabat publik bukan hanya sekadar berbicara sebagai individu saja, melainkan dia juga membawa nama lembaga negara,” jelasnya.
Iqbal juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh potongan video yang beredar di media sosial tanpa memahami konteks pembicaraan secara utuh.
“Sebelum kita memberikan komentar atau ikut menyebarkan suatu informasi, ada baiknya kita mencari sumber aslinya terlebih dahulu agar kita sebagai mahasiswa punya rasa tanggung jawab juga terhadap informasi-informasi yang beredar,” katanya.
Terakhir, ia mengajak mahasiswa untuk tetap kritis sekaligus menjunjung etika dalam menyampaikan pendapat di ruang publik digital.
“Jadilah mahasiswa yang kritis tetapi jangan kehilangan etika. Kita ini sekarang hidup di era digital yang membuat setiap orang bisa berbicara di ruang publik. Maka dengan demikian, manfaatkanlah ruang itu untuk menyampaikan gagasan yang membangun, menyebarkan informasi yang benar, dan ikut menciptakan diskusi yang sehat,” tutupnya.
Tr: Zhafira & Raifi




















