Pemerintah Kota Medan (Pemko) kembali menggelar Gelar Melayu Serumpun (GEMES) ke-IX Tahun 2026 sebagai upaya melestarikan budaya Melayu, yang berlangsung di Lapangan Merdeka Medan pada 27–30 Juni 2026, Sabtu (27/06/2026).
Kegiatan yang menjadi agenda tahunan Kota Medan ini digelar sebagai upaya melestarikan budaya Melayu sekaligus menjadi ruang bagi para seniman dan budayawan untuk menampilkan berbagai karya budaya kepada masyarakat.
Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, dalam sambutannya menyampaikan bahwa GEMES ke-IX akan berlangsung selama empat hari dan menjadi bagian dari upaya menjaga kelestarian budaya Melayu di tengah perkembangan zaman.
“Dengan bangga kami mempertunjukkan tahun ini, Gemes yang ke-9 tahun 2026 yang insyaallah akan berlangsung mulai dari hari ini, hari Sabtu, Minggu, Senin, hingga nanti hari Selasa pada tanggal 30 Juni. Tentunya ini adalah agenda tahunan di Kota Medan, yaitu Gemes yang selalu dilaksanakan yang tidak hanya sekadar menunjukkan festival ataupun acara-acara pertunjukan, tapi hari ini Gemes ini adalah untuk melestarikan kebudayaan kebanggaan kita, melestarikan kebudayaan Melayu,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa perkembangan teknologi tidak boleh membuat masyarakat melupakan budaya yang telah menjadi bagian dari kehidupan sejak dahulu.
“Yang kita takutkan adalah bagaimana tentang kebudayaan kita. Apakah kebudayaan akan bisa mengikuti perkembangan zaman? Apakah kebudayaan akan bisa terus hidup di antara kita semua? Namun kami meyakini, di mana kita hidup, lahir di kota ini, selalu disertai dengan kebudayaan,” ungkapnya.
Rico juga berharap budaya Melayu dapat menjadi kekuatan bangsa sekaligus sarana memperkenalkan Indonesia kepada dunia melalui diplomasi budaya.
“Kami mengharapkan kebudayaan ini bisa menjadi kekuatan kita semuanya, bagian dari soft diplomacy kita, memperkuat bangsa kita melalui kebudayaan. Tidak banyak negara-negara di luar memiliki kebudayaan seperti kita, kebudayaan Melayu ini,” katanya.
Ia menegaskan Pemerintah Kota Medan akan terus bekerja sama dengan para pemangku adat, Kesultanan Deli, seniman, dan budayawan dalam menjaga warisan budaya Melayu.
“Maka dari itu Bapak, Ibu sekalian, hari ini Pemerintah Kota Medan akan terus berkomunikasi dengan para pemangku adat, dengan Kesultanan Deli, dengan para seniman, dengan budayawan agar terus bisa merawat kebudayaan Melayu yang ada di Kota Medan,” tutupnya.
Tr: Ilham



















