Teropongdaily, Medan- Pewarta Foto Indonesia (PFI) melakukan diskusi seputar fotografi bersama dengan para pemenang Anugerah Pewarta Foto Indonedia (APFI). Acara ini diadakan di Hotel Grand Inna Medan. Sabtu, (04/06/2022).
Yang menjadi pembicara dalam diskusi kali ini ialah para dewan juri pada ajang APFI 2022 yaitu, Adek Berry, Oscar Motuloh, dan Ferdy Siregar. Turut hadir pula dalam acara tersebut beberapa Anggota Pers Mahasiswa (Persma) kota Medan.
Adek Berry, sebagai salah satu pembicara memperkenalkan bagaimana lahirnya PFI yang kini menjadi media yang melindungi para wartawan foto Indonesia.
“PFI ini hadir pada tahun 1998, dimana saat itu para wartawan foto ini masih belum memiliki media pelindungnya, seperti ada beberapa wartawan foto yang fotonya diambil, atau ada masalah hukum, PFI ini hadir sebagai tempat mengadu pada saat itu. Pada saat itu kita juga belum mengenal organisasi kewartawanan lain, karena wartawan foto ini bersifat spesifik,” ucapnya.
Salah satu pemenang APFI 2022 dari kategori Foto Esai Terbaik, M. Zaenuddin, juga membagikan cerita di balik foto-foto yang ia ambil. Dengan mengusung tema yang berbeda, foto-foto miliknya menceritakan kisah seorang Pekerja Seks Komersial (PSK) yang hidup di lingkungan lapangan kerjanya yang telah digusur.
“Foto-foto ini saya ambil di daerah dimana terjadinya penggusuran. Ketika itu saya sedang berkunjung ke tempat itu dan tertarik mengangkat cerita tentang perjuangan para perempuan-perempuan yang bekerja sebagai PSK disana. Proses pengambilannya sendiri lebih dari dua minggu dan dilakukan secara tidak terburu-buru, karena jika terburu-buru akan sulit mendapatkan momen seperti ini,” ungkapnya.
Oscar Motuloh membagikan poin-poin penting yang harus dilakukan seorang pewarta foto untuk menghindari kepanikan dalam proses pengambilan foto.
“Pada tahun 30an, para pengambil gambar itu menerapkan tiga poin penting dalam pengambilan gambar yang disebut STS yaitu See, Think, dan Shoot. Kemudian setelah berkembangnya teknologi, poin-poin tersebut berubah menjadi lima yang disebut EDFAT yaitu Entire, Detail, Frame, Angle, dan Technique yang harus dimengerti oleh fotografer,” jelasnya.
Terakhir, Ferdy Siregar menambahkan hal yang perlu diketahui dalam memulai dan bergerak di bidang wartawan fotografi.
“Peralatan yang digunakan wartawan foto itu tidak mesti yang mahal. Bahkan bisa menggunakan kamera handphone sekali pun. Sesuaikanlah dengan isi kantong, karena jika peralatannya mahal tetapi tidak bisa menggunakannya dengan baik, maka hal tersebut sama saja,” ungkapnya.
Tr : Ismil Huda & Adhlin Faridz






















