Aliansi Jurnalistik Independen (AJI) Medan dan akademisi menyoroti tantangan pers di tengah pesatnya perkembangan media sosial dan derasnya arus informasi digital dalam diskusi refleksi Hari Pers Sedunia yang digelar di Kota Medan, Kamis (07/05/2026).
Kaprodi S2 dan S3 Ilmu Komunikasi FISIP USU, sekaligus narasumber utama, Prof. Dr. Iskandar Zulkarnain, M.Si., Dalam pemaparannya, mengajak peserta merefleksikan kondisi pers di tengah derasnya arus informasi digital dan fenomena information overload yang kerap menyesatkan.
“Pertanyaan penting yang perlu kita renungkan adalah apakah pers masih mampu menjaga kebenaran di tengah kondisi informasi yang begitu masif saat ini,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menyoroti perubahan besar dalam produksi informasi. Jika dahulu berita hanya dihasilkan oleh media profesional seperti surat kabar, radio, dan televisi, kini masyarakat umum juga dapat menjadi produsen informasi melalui media sosial.
“Transformasi ini sangat luar biasa. Jika tidak diimbangi dengan penyesuaian, terutama dalam manajemen media, tentu akan berdampak pada kualitas informasi yang beredar,” jelasnya.
Sementara itu, panitia kegiatan sekaligus anggota Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Medan, Hamzah, mengatakan kegiatan ini bertujuan mengingatkan pentingnya kebebasan pers dan tingginya risiko profesi jurnalis.
“Kasus kekerasan, intimidasi, hingga pelarangan liputan masih sering terjadi. Hari ini menjadi momentum untuk mengingat pentingnya kebebasan pers,” katanya.
Hamzah berharap kegiatan semacam ini dapat terus berlanjut sebagai bentuk penguatan solidaritas dan kesadaran di kalangan jurnalis.
“Semoga kegiatan ini terus berjalan dan menjadi pengingat bagi kita semua untuk melawan berbagai bentuk kekerasan terhadap jurnalis,” harapnya.
Tr: Widya




















