Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Teropong Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) bersama Kementerian Kebudayaan RI menggelar Semarak Budaya bertema fotografi dan literasi budaya di Taman Budaya Medan, Kamis (07/05/2026).
Kegiatan ini mengusung tema ‘Bingkai Fotografi dalam Literasi Budaya pada Ritual Mangalahat Horbo dan Ritual Sipaha lima (Parmalim)’.
Pemimpin Umum LPM Teropong UMSU, Muhammad Firzatullah Sherwin Nasution, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Kebudayaan RI dan Sofyan Tan yang telah melibatkan Teropong dalam kegiatan tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Sofyan Tan yang telah menjadikan Teropong sebagai mitra dalam gelaran Semarak Budaya ini. Kami berharap kerja sama seperti ini dapat terus terjalin ke depannya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Teropong dalam memperkuat literasi budaya melalui media kreatif, khususnya fotografi dan jurnalistik.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap fotografi tidak hanya menjadi media visual semata, tetapi juga sarana literasi budaya yang mampu merekam, menjaga, dan memperkenalkan nilai-nilai kearifan lokal kepada generasi muda,” tambahnya.
Sementara itu, perwakilan panitia sekaligus anggota Forum Alumni Teropong UMSU, Puput Julianti Damanik, menjelaskan bahwa kegiatan Semarak Budaya merupakan program Kementerian Kebudayaan RI yang bekerja sama dengan DPR RI dan melibatkan berbagai komunitas literasi serta kebudayaan di Sumatera Utara.
“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran generasi muda agar lebih mengenal, mencintai, dan melestarikan budaya. Kami ingin mengajak anak muda melihat bahwa budaya juga bisa dipelajari dan dikenalkan melalui karya fotografi,” katanya.
Ia juga menilai perkembangan teknologi dan media sosial menjadi tantangan tersendiri bagi pelestarian budaya sehingga diperlukan ruang edukasi yang lebih dekat dengan generasi muda.
“Perkembangan zaman membuat budaya perlahan mulai tergeser. Karena itu diperlukan kegiatan seperti ini agar sosialisasi dan edukasi budaya tetap hidup, terutama di kalangan generasi muda,” tutupnya.
Tr: Ilham & Halimah


















