Aliansi Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) menyampaikan sembilan tuntutan kepada DPRD Sumatera Utara (Sumut) sebagai bentuk penyampaian aspirasi atas berbagai persoalan yang dinilai berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat, Senin (15/06/2026).
Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) USU, Angga Al Maaris Harahap, mengatakan mahasiswa merasa kecewa karena pada awalnya tidak dapat bertemu langsung dengan Ketua DPRD Sumut saat menyampaikan aspirasi. Setelah menyampaikan desakan, mahasiswa akhirnya dapat berdialog secara langsung dengan perwakilan DPRD Sumut yang menemui massa aksi.
“Pertama-tama, kami mahasiswa Universitas Sumatera Utara ingin menyampaikan rasa kecewa. Di awal tadi disampaikan bahwa Ibu Ketua DPRD Provinsi Sumatera Utara sedang sakit sehingga tidak dapat menjumpai kami. Padahal kami datang ke sini bukan untuk berkelahi ataupun melakukan tindakan kekerasan. Kami hadir untuk menyuarakan dan membela hak-hak masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa aksi tersebut dilakukan karena mahasiswa menilai masih banyak kebijakan yang belum berpihak kepada masyarakat.
“Kami hadir sebagai Aliansi Mahasiswa Universitas Sumatera Utara karena melihat banyak dinamika yang terjadi di masyarakat. Banyak kebijakan pemerintah yang menurut kami justru menyengsarakan rakyat,” jelasnya.
Angga juga menyoroti sejumlah persoalan yang dinilai memberikan dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat, salah satunya kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
“Kita lihat, misalnya, kenaikan harga BBM yang berdampak langsung kepada masyarakat. Keluarga-keluarga merasakan dampaknya. Rekan-rekan pengemudi ojek online juga merasakan dampaknya. Pendapatan mereka menurun akibat kenaikan biaya operasional. Bukan hanya pengemudi ojek online, tetapi seluruh elemen masyarakat turut terdampak,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa menyampaikan sembilan tuntutan yang ditujukan kepada pemerintah pusat dan pemerintah daerah, mulai dari stabilitas harga BBM, transparansi anggaran, peningkatan pelayanan publik, hingga prioritas terhadap sektor pendidikan.
“Kami hadir sebagai mahasiswa untuk menyuarakan aspirasi masyarakat. Kami berharap para wakil rakyat dapat menyuarakan dan memperjuangkan tuntutan ini hingga memperoleh solusi yang nyata,” tutupnya.
Tr: @rifkyaris123




















