Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Komdigi) Meutya Hafid, membantah narasi yang menyebut Komdigi melakukan shutdown terhadap Instagram saat terjadi gangguan layanan beberapa waktu lalu. Pernyataan tersebut disampaikannya dalam kegiatan ‘Kumpul Komunitas: Waspada Kejahatan Digital’, Sabtu (13/6/2026),
Dalam sambutannya, Meutya menegaskan bahwa gangguan Instagram yang terjadi beberapa waktu lalu bukan disebabkan oleh tindakan pemerintah maupun Komdigi sebagaimana narasi yang beredar di media sosial.
“Ada yang memprovokasi dan langsung menyampaikan bahwa ini Komdigi yang melakukan shutdown terhadap Instagram. Padahal kemarin Instagram down di banyak negara, termasuk di Amerika Serikat, Eropa, dan banyak negara ASEAN,” ujarnya.
Menurutnya, masyarakat perlu lebih berhati-hati dalam menerima informasi yang beredar di media sosial, terutama informasi yang memancing emosi dan kontroversi.
“Tapi orang mempercayai narasi itu karena memang menyukai hal-hal yang berbau kontroversi. Jadi tidak betul kemarin itu Instagram ditutup karena itu terjadi di hampir seluruh negara di dunia,” katanya.
Ia juga menyoroti narasi yang menyebut media massa tidak memberitakan aksi mahasiswa. Ia menilai anggapan tersebut tidak sesuai dengan fakta di lapangan.
“Ada juga yang mengatakan kemarin media massa tidak menayangkan aksi mahasiswa. Jangan mau juga termakan itu. Silakan saksikan tayangan-tayangan televisi kemarin,” ungkapnya.
Selain itu, ia mengingatkan bahwa hoaks menjadi salah satu ancaman paling berbahaya di era digital karena berpotensi memecah belah masyarakat.
“Modal utama paling besar untuk bertahan adalah persatuan. Karena itu, mari gunakan pengaruh yang kita miliki untuk membangun rasa persatuan yang lebih banyak lagi,” pungkasnya.
Tr: Ilham




















