Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Sumatera Utara masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang pada 4ā5 Juni 2026. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran bagi sebagian mahasiswa perantauan yang jauh dari keluarga.
Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Program Studi Manajemen Semester 6 yang tinggal di Rusunawa, Nabila Sinaga, mengaku cuaca yang tidak menentu cukup memengaruhi kesehariannya sebagai mahasiswa tingkat akhir yang sedang menjalani magang dan perkuliahan.
“Hujan deras akhir-akhir ini cukup mempengaruhi aktivitas saya sebagai mahasiswa akhir yang pagi sampai sore magang dan malam hari kuliah. Jarak tempat magang ke kampus lumayan jauh, sore sampai malam sering hujan deras, dan kadang saya terlambat masuk kelas karena harus menunggu hujan reda agar tidak sakit,” ujarnya, Jumat (5/6/2026).
Sebagai mahasiswa perantauan, Nabila mengaku cuaca ekstrem juga menimbulkan rasa khawatir karena harus menghadapi berbagai situasi sendiri tanpa kehadiran keluarga di dekatnya.
“Kalau cuaca seperti ini tentu ada rasa khawatir, apalagi sebagai anak perantauan yang jauh dari orang tua. Kalau terjadi sesuatu di jalan atau kondisi badan kurang fit, kita harus lebih mandiri dan menjaga diri sendiri,” katanya.
Untuk mengantisipasi cuaca yang tidak menentu, Nabila selalu membawa perlengkapan pelindung saat beraktivitas di luar ruangan.
“Biasanya saya membawa payung atau mantel hujan. Walaupun tidak terlalu efektif saat hujan deras, setidaknya membantu agar tidak terlalu basah di perjalanan,” jelasnya.
Meski demikian, ia menilai cuaca ekstrem tidak memberikan dampak signifikan terhadap pengeluarannya sehari-hari karena tetap menerapkan pola hidup hemat.
“Tidak terlalu menambah pengeluaran karena saya tetap hemat, seperti mencuci dan menjemur pakaian saat cuaca cerah agar tidak perlu laundry, serta tetap memakai angkot karena lebih hemat dan aman. Tempat tinggal saya juga cukup aman karena jika ada kendala seperti mati lampu atau air habis biasanya cepat diatasi pihak yang bersangkutan,” tuturnya.
Nabila berharap cuaca di Medan segera membaik agar aktivitas perkuliahan, magang, dan mobilitas mahasiswa dapat berjalan lebih nyaman dan aman.
Tr: Winsi





















