• Latest
  • Trending
  • All
  • Kabar Kampus
  • Feature
  • Opini
  • Sosok
Teror terhadap Aktivis dan Influencer: Alarm Bahaya bagi Demokrasi

Teror terhadap Aktivis dan Influencer: Alarm Bahaya bagi Demokrasi

1 January 2026
Penegakan Hukum Berkeadilan Tak Cukup Dilihat dari Satu Sudut Pandang

Penegakan Hukum Berkeadilan Tak Cukup Dilihat dari Satu Sudut Pandang

6 November 2026
UID Sumut Dorong Siswa dan Mahasiswa Jadi Inovator Kendaraan Listrik

UID Sumut Dorong Siswa dan Mahasiswa Jadi Inovator Kendaraan Listrik

6 November 2026
Wakil Dekan I Fatek UMSU Ajak Mahasiwa Mencintai Ilmu Energi

Wakil Dekan I Fatek UMSU Ajak Mahasiwa Mencintai Ilmu Energi

6 November 2026
Akademisi UMSU Soroti Dampak Menjelang Penerapan Pajak Digital 9 November 2026

Akademisi UMSU Soroti Dampak Menjelang Penerapan Pajak Digital 9 November 2026

5 November 2026
Mahasiswa UMSU Kunjungi TVRI, KPK dan KOMPAK Sumut Ingatkan Bahaya Korupsi

Mahasiswa UMSU Kunjungi TVRI, KPK dan KOMPAK Sumut Ingatkan Bahaya Korupsi

5 November 2026
Bangun Generasi Kreatif, UMSU Hadirkan Kelas Kreasi Bersama Adobe Express

Bangun Generasi Kreatif, UMSU Hadirkan Kelas Kreasi Bersama Adobe Express

5 November 2026
Yudha Keling Ajak Mahasiswa Mulai Investasi dan Belajar Mengelola Keuangan

Yudha Keling Ajak Mahasiswa Mulai Investasi dan Belajar Mengelola Keuangan

5 November 2026
Wagub Sumut Buka Musda VI IJTI Sumut, Jurnalis TV Harus Perkuat Profesionalisme

Wagub Sumut Buka Musda VI IJTI Sumut, Jurnalis TV Harus Perkuat Profesionalisme

4 November 2026
Ketua IJTI Sumut: Jurnalis TV Harus Adaptif di Era Multiplatform

Ketua IJTI Sumut: Jurnalis TV Harus Adaptif di Era Multiplatform

4 November 2026
Skrining Kesehatan Mahasiswa UMSU Temukan Sejumlah Faktor Risiko

Skrining Kesehatan Mahasiswa UMSU Temukan Sejumlah Faktor Risiko

4 November 2026
Talkshow Investing Beyond the Punchline Dorong Mahasiswa Pahami Investasi

Talkshow Investing Beyond the Punchline Dorong Mahasiswa Pahami Investasi

4 November 2026
Yang Tidak Pernah Benar-Benar Sampai

Yang Tidak Pernah Benar-Benar Sampai

3 November 2026
  • Tentang
  • Advertisement
  • Contact
Friday, 6 November 2026
  • Login
  • Register
No Result
View All Result
BERLANGGANAN
UKM-LPM Teropong UMSU
  • Artikel
  • Foto Jurnalistik
  • Kabar SUMUT
  • Kabar Kampus
  • Kabar Medan
  • Majalah
  • Newsletter
  • Sastra
  • Nasional
  • Internasional
  • Lainnya
    • Almamater
    • Ekonomi
    • Feature
    • Infografik
    • Lifestyle
    • Opini
    • Politik
    • Ragam
    • Sipongpong
    • Sobatpongpong
    • Sosok
    • Terkini
  • Artikel
  • Foto Jurnalistik
  • Kabar SUMUT
  • Kabar Kampus
  • Kabar Medan
  • Majalah
  • Newsletter
  • Sastra
  • Nasional
  • Internasional
  • Lainnya
    • Almamater
    • Ekonomi
    • Feature
    • Infografik
    • Lifestyle
    • Opini
    • Politik
    • Ragam
    • Sipongpong
    • Sobatpongpong
    • Sosok
    • Terkini
No Result
View All Result
UKM-LPM Teropong UMSU
No Result
View All Result
Home Opini

Teror terhadap Aktivis dan Influencer: Alarm Bahaya bagi Demokrasi

by REDAKSI TEROPONG
1 January 2026
in Opini
Reading Time: 2 mins read
0
Teror terhadap Aktivis dan Influencer: Alarm Bahaya bagi Demokrasi
0
SHARES
49
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Teropongdaily, Medan-Gelombang teror yang menimpa aktivis dan influencer kritis belakangan ini kembali mengguncang kesadaran publik tentang rapuhnya kebebasan berekspresi di Indonesia. Kiriman bangkai ayam, bom molotov, vandalisme, hingga ancaman digital bukan sekadar tindakan kriminal biasa, melainkan simbol kekerasan yang diarahkan pada mereka yang berani bersuara. Teror ini muncul setelah kritik disampaikan terhadap lambatnya penanganan bencana di Sumatera, sebuah isu yang seharusnya mendapat ruang diskusi luas, bukan ancaman.

Fenomena ini menunjukkan bahwa kritik publik masih kerap dipersepsikan sebagai ancaman, bukan sebagai bagian dari kontrol demokratis. Aktivis lingkungan, konten kreator, hingga seniman yang menyampaikan keprihatinan justru menjadi sasaran intimidasi. Pola teror yang berulang dan serupa mengindikasikan adanya upaya sistematis untuk membungkam suara kritis, bukan sekadar reaksi spontan individu yang tersinggung.

RelatedPosts

Surplus Perdagangan Indonesia: Benarkah Mencerminkan Penguatan Ekonomi Nasional?

Sah di Aturan, Kontroversial di Publik

Pajak Marketplace Mulai Berlaku, Apa yang Perlu Diketahui Penjual?

Kasus terbaru yang dilaporkan Tempo.co, menunjukkan ancaman fisik dan simbolik terhadap aktivis dan jurnalis yang menyuarakan kritik tajam. Ketika teror menyasar ranah personal seperti keluarga, rumah, dan keselamatan fisik, pesan yang ingin disampaikan menjadi jelas bahwa kritik memiliki konsekuensi. Cara-cara ini mengingatkan publik pada praktik intimidasi di masa lalu, ketika ketakutan dijadikan alat politik yang efektif. Bedanya, kini teror hadir dalam kombinasi kekerasan fisik dan serangan digital, mengikuti perubahan pola komunikasi di zaman sekarang.

Ironisnya, suara-suara yang diteror justru lahir dari kepedulian terhadap korban bencana dan kegagalan tata kelola lingkungan. Kritik terhadap penanganan banjir tidak muncul dari ruang hampa, melainkan dari realitas penderitaan warga. Namun alih-alih menjawab substansi kritik, ancaman dipilih sebagai respons, seakan membungkam suara lebih mudah daripada membenahi kebijakan.

Teror ini juga menimbulkan rasa takut yang lebih luas. Saat satu per satu figur publik diteror, masyarakat menangkap pesan bahwa lebih aman untuk diam daripada bersuara. Jika kondisi ini terus terjadi, banyak orang akan memilih menyensor diri sendiri dan enggan menyampaikan pendapat. Akibatnya, ruang diskusi publik menjadi sepi, padahal demokrasi yang sehat membutuhkan perbedaan pendapat, kritik, dan masukan, bukan kepatuhan yang muncul karena ketakutan.

Negara tidak bisa bersikap ambigu dalam situasi semacam ini. Perlindungan terhadap kebebasan berekspresi bukan hanya soal menjamin hak individu, tetapi juga soal menjaga kualitas demokrasi. Jika teror dibiarkan tanpa penanganan yang tegas dan transparan, negara berisiko kehilangan legitimasi moral sebagai pelindung warganya, terutama mereka yang menggunakan hak konstitusional untuk bersuara.

Lebih jauh, pembungkaman terhadap aktivis, influencer, dan jurnalis mencerminkan ketimpangan relasi kuasa dalam ruang publik. Kritik yang datang dari bawah sering kali diperlakukan sebagai gangguan, bukan masukan. Padahal, tanpa keberanian suara kritis, kesalahan kebijakan akan terus berulang, dan korban selalu berasal dari kelompok yang sama: masyarakat yang terdampak.

Di tengah situasi ini, masyarakat sipil dihadapkan pada pilihan penting, membiarkan ketakutan mengatur ruang publik, atau terus merawat keberanian untuk bersuara. Teror terhadap suara kritis seharusnya menjadi alarm bagi semua pihak bahwa demokrasi tidak hanya diuji di bilik suara, tetapi juga di keberanian negara dan warganya dalam menghadapi kritik. Jika suara publik dibungkam, maka yang tersisa hanyalah demokrasi yang hampa.

 

Tr: Muhammad Ilham

Sumber Foto: Greenpeaceid

Tags: #Opini #Teror #AktivisInfluencer #Demokrasi #Indonesia #Medan #Teropongdaily
Previous Post

Lima Fakta Menarik yang Jarang Diketahui

Next Post

Kembang Api Tetap Menyala, Saat Larangan Tak Sepenuhnya Didengar

Related Posts

Surplus Perdagangan Indonesia: Benarkah Mencerminkan Penguatan Ekonomi Nasional?

Surplus Perdagangan Indonesia: Benarkah Mencerminkan Penguatan Ekonomi Nasional?

by REDAKSI TEROPONG
3 November 2026
0

Neraca perdagangan Indonesia mencatatkan surplus sebesar US$3,36 miliar pada September 2026. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor mencapai...

Sah di Aturan, Kontroversial di Publik

Sah di Aturan, Kontroversial di Publik

by REDAKSI TEROPONG
8 October 2026
0

Pergantian antarwaktu (PAW) pada dasarnya merupakan mekanisme untuk mengisi kursi DPR yang kosong sebelum masa jabatan berakhir. Namun, ketika kursi...

Pajak Marketplace Mulai Berlaku, Apa yang Perlu Diketahui Penjual?

Pajak Marketplace Mulai Berlaku, Apa yang Perlu Diketahui Penjual?

by REDAKSI TEROPONG
4 October 2026
0

Marketplace telah menjadi bagian dari keseharian masyarakat dalam melakukan jual beli. Tidak hanya untuk berbelanja, platform digital juga menjadi tempat...

Budaya Scroll dan Tantangan Membaca Mahasiswa

Budaya Scroll dan Tantangan Membaca Mahasiswa

by REDAKSI TEROPONG
23 September 2026
0

Kebiasaan scroll membuat mahasiswa terbiasa menerima informasi dalam bentuk yang singkat dan cepat. Video berdurasi pendek, rangkuman, serta konten dengan...

Islam Ala Prabowo dan Narasi Agama dalam Kekuasaan

Islam Ala Prabowo dan Narasi Agama dalam Kekuasaan

by REDAKSI TEROPONG
11 September 2026
0

Agama memiliki posisi penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Ketika agama kemudian dikaitkan dengan sosok seorang pemimpin politik, pembahasannya tidak hanya...

Ketika Hutan Terbakar, Satwa Kehilangan Rumah

Ketika Hutan Terbakar, Satwa Kehilangan Rumah

by REDAKSI TEROPONG
5 September 2026
0

Kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan kembali menunjukkan bahwa yang menjadi korban bukan hanya manusia. Di balik kepulan asap dan...

Next Post
Negara Bermuka Dua: Hutan Dirampok, Hukum Dipilih Sesuai Selera

Kembang Api Tetap Menyala, Saat Larangan Tak Sepenuhnya Didengar

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

UMSU Umumkan Jadwal Libur Nasional dan Cuti Bersama Akhir 2025

Kasus Nenek Ditolak Bayar Tunai, Akademisi UMSU Tekankan Pentingnya Perlindungan Konsumen

11 months ago

FIFA Tunjuk Indonesia Tuan Rumah Piala Dunia U-20

7 years ago

Popular News

    Connect with us

    Berlangganan melalui Email

    Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

    Join 6 other subscribers

    Konten Terbaru

    • Penegakan Hukum Berkeadilan Tak Cukup Dilihat dari Satu Sudut Pandang 5 November 2026
    • UID Sumut Dorong Siswa dan Mahasiswa Jadi Inovator Kendaraan Listrik 5 November 2026
    • Wakil Dekan I Fatek UMSU Ajak Mahasiwa Mencintai Ilmu Energi 5 November 2026

    Tentang Kami

    Pers Mahasiswa TEROPONG merupakan salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU). UKM-LPM TEROPONG UMSU berdiri pada 12 Juli 2001 dan sampai saat ini merupakan satu-satunya UKM yang mengelola bidang penerbitan dan pers di tingkat UMSU.

    • Tentang
    • Advertisement
    • Contact

    © 2022 UKM-LPM Teropong UMSU | Designed and Developed by Agatha Projects.

    No Result
    View All Result
    • Artikel
    • Foto Jurnalistik
    • Kabar SUMUT
    • Kabar Kampus
    • Kabar Medan
    • Majalah
    • Newsletter
    • Sastra
    • Nasional
    • Internasional
    • Lainnya
      • Almamater
      • Ekonomi
      • Feature
      • Infografik
      • Lifestyle
      • Opini
      • Politik
      • Ragam
      • Sipongpong
      • Sobatpongpong
      • Sosok
      • Terkini

    © 2022 UKM-LPM Teropong UMSU | Designed and Developed by Agatha Projects.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password? Sign Up

    Create New Account!

    Fill the forms below to register

    All fields are required. Log In

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In