• Latest
  • Trending
  • All
  • Kabar Kampus
  • Feature
  • Opini
  • Sosok
BBM Naik, Perlukah Aksi Mahasiswa?

BBM Naik, Perlukah Aksi Mahasiswa?

4 July 2018
Pusat Bahasa UMSU Gelar Sunset Talk Tingkatkan Public Speaking Mahasiswa

Pusat Bahasa UMSU Gelar Sunset Talk Tingkatkan Public Speaking Mahasiswa

13 May 2026
UMSU–Temasek Polytechnic Exchange Perkuat Wawasan Global Mahasiswa

UMSU–Temasek Polytechnic Exchange Perkuat Wawasan Global Mahasiswa

13 May 2026
Hari POM-TNI Jadi Pengingat Pentingnya Disiplin bagi Mahasiswa

Hari POM-TNI Jadi Pengingat Pentingnya Disiplin bagi Mahasiswa

13 May 2026

Apa itu Shundoku?

12 May 2026
Modal Mandiri Tak Halangi Tim UMSU Tampil di Modal Mandiri Tak Halangi Tim UMSU Tampil di Kompetisi IoT MCC 2026 MCC 2026

Modal Mandiri Tak Halangi Tim UMSU Tampil di Modal Mandiri Tak Halangi Tim UMSU Tampil di Kompetisi IoT MCC 2026 MCC 2026

12 May 2026
Berawal dari Riset Pascabanjir, Tim UMSU Raih Prestasi di Ajang Everest USU

Berawal dari Riset Pascabanjir, Tim UMSU Raih Prestasi di Ajang Everest USU

12 May 2026
Mahasiswa UMSU Claudio Bersama PSS Sleman promosi ke liga 1

Mahasiswa UMSU Claudio Bersama PSS Sleman promosi ke liga 1

10 May 2026
Rico Tri Putra Bayu Waas Tutup Medan Coding Competition 2026 di UMSU

Rico Tri Putra Bayu Waas Tutup Medan Coding Competition 2026 di UMSU

10 May 2026
BRIDA dan UMSU Apresiasi Kolaborasi Medan Coding Competition 2026

BRIDA dan UMSU Apresiasi Kolaborasi Medan Coding Competition 2026

10 May 2026
FKIP UMSU Gelar Pelatihan Administrasi Gabungan, Perkuat Profesionalisme Ormawa

FKIP UMSU Gelar Pelatihan Administrasi Gabungan, Perkuat Profesionalisme Ormawa

10 May 2026
Legalitas Jadi Tantangan, Akademisi Soroti Fenomena Standar Ganda dalam “Homeless Media”

Legalitas Jadi Tantangan, Akademisi Soroti Fenomena Standar Ganda dalam “Homeless Media”

10 May 2026
UMSU dan IWAPI Gelar Talkshow Digital dalam Rangkaian MCC 2026

UMSU dan IWAPI Gelar Talkshow Digital dalam Rangkaian MCC 2026

10 May 2026
  • Tentang
  • Advertisement
  • Contact
Wednesday, 13 May 2026
  • Login
  • Register
No Result
View All Result
BERLANGGANAN
UKM-LPM Teropong UMSU
  • Artikel
  • Foto Jurnalistik
  • Kabar SUMUT
  • Kabar Kampus
  • Kabar Medan
  • Majalah
  • Newsletter
  • Sastra
  • Nasional
  • Internasional
  • Lainnya
    • Almamater
    • Ekonomi
    • Feature
    • Infografik
    • Lifestyle
    • Opini
    • Politik
    • Ragam
    • Sipongpong
    • Sobatpongpong
    • Sosok
    • Terkini
  • Artikel
  • Foto Jurnalistik
  • Kabar SUMUT
  • Kabar Kampus
  • Kabar Medan
  • Majalah
  • Newsletter
  • Sastra
  • Nasional
  • Internasional
  • Lainnya
    • Almamater
    • Ekonomi
    • Feature
    • Infografik
    • Lifestyle
    • Opini
    • Politik
    • Ragam
    • Sipongpong
    • Sobatpongpong
    • Sosok
    • Terkini
No Result
View All Result
UKM-LPM Teropong UMSU
No Result
View All Result
Home Opini

BBM Naik, Perlukah Aksi Mahasiswa?

by REDAKSI TEROPONG
4 July 2018
in Opini
Reading Time: 3 mins read
0
BBM Naik, Perlukah Aksi Mahasiswa?
0
SHARES
31
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Harga minyak dunia yang terus merangkak naik hingga menyentuh angka USD 75 per barel disebut–sebut sebagai argumen dasar naiknya harga BBM Non-subsidi yang dilakukan Pertamina per tanggal 1 Juli 2018 kemarin. Memang, Negara telah menyerahkan kewenangan kepada badan usaha terkait elastisitas harga BBM Umum lewat Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014 yang berbunyi “Harga eceran BBM umum ditetapkan oleh badan usaha dan dilaporkan kepada menteri”. Artinya, dengan ketentuan tersebut naik atau turunnya harga BBM Non-subsidi tidak harus melalui persetujuan DPR RI dan dibahas dalam sidang paripurna. Keputusan OPEC (Organization of the Petroleum Exporting Countries) untuk membatasi produksi minyak dunia juga menjadi salah satu alasan naiknya harga BBM Non-subsidi di Indonesia. Dalam logika ekonomi lumrahnya jika permintaan meningkat tajam maka secara otomatis produksi harus dibatasi agar tidak terjadinya defisit atau kurangnya stok pasokan agar kestabilan ekonomi dunia terus terjaga. Alasan ini pula yang dikemukakan oleh organisasi Negara–negara pengekspor minyak bumi tersebut ketika memutuskan untuk membatas produksi minyak dunia.

Terhitung, rezim pemerintahan saat ini sudah menaikkan harga BBM Non-subsidi genap empat kali sejak 13 Januari 2018, 20 Januari, 24 Februari dan terakhir 1 Juli 2018 kemarin. Di masa pemerintahan saat ini juga harga BBM Non-subsidi telah diturunkan sebanyak 10 kali (detikNews, 3/7/2018). Dengan demikian, fakta bahwa kestabilan harga BBM Non-subsidi mengikuti fluktuatif harga minyak dunia seharusnya bisa kita terima. Akan tetapi, terkhusus bagi Indonesia kenaikan harga BBM Non-subsidi ini bisa saja menjadi momok yang semakin memberatkan rakyat. Pasalnya, Indonesia terhitung sebagai salah satu pengguna kendaraan bermotor terbanyak di dunia yang tentu saja memerlukan bahan bakar berjenis premium, pertamax, ataupun pertalite. Keputusan pemerintah yang menghentikan subsidi Premium dan perlahan menghapuskannya, maka total BBM yang saat ini memiliki status bersubsidi hanyalah solar. Tentu akan sangat menyulitkan jika masyarakat harus terus mengikuti harga minyak dunia yang sewaktu–waktu bisa saja melambung tinggi. Kita bisa saja berargumen bahwa jika yang mengalami kenaikan adalah BBM Non-subsidi yang notabene banyak digunakan oleh masyarakat yang terbilang berada di level ekonomi menengah ke atas adalah wajar–wajar saja. Namun, mungkin ketika mengatakan itu kita lupa bahwa saat ini subsidi Premium juga telah dicabut dan sudah mulai langka di pasaran. Pertalite adalah satu–satunya jenis bahan bakar yang masih mampu dijangkau oleh kantong mayoritas masyarakat. Pun begitu, hingga saat ini status pertalite juga merupakan BBM Non-subsidi yang tentu saja sewaktu–waktu bisa juga mengalami kenaikan harga.

RelatedPosts

Ketergantungan Gadget, Matinya Daya Pikir Kritis

Magang: Jembatan Karier atau Kedok Eksploitasi Tenaga Kerja?

Tabrakan Berantai di Rel: Alarm Keras dari Kelalaian yang Terstruktur

Anggota DPR RI Komisi VII Rofi Munawar dalam pandangannya mengatakan bahwa kenaikan harga BBM Non-subsidi merupakan buah dari pemerintah yang gagal melakukan antisipasi. Dirinya menyebut bahwa kenaikan harga BBM Non-subsidi kali ini terjadi karena dua faktor yaitu eksternal dan internal. Faktor internal adalah pemerintah yang belum dapat mengendalikan nikai tukar rupiah terhadap dollar AS yang akhirnya berdampak pada sistem tata niaga migas Indonesia yang bersifat terbuka. Sedangkan faktor eksternal adalah dikarenakan OPEC atau organisasi Negara – negara pengekspor minyak dunia yang membatasi produksi dan persoalan geopolitik lainnya yang terjadi diberbagai belahan dunia, (Kompas, 2/7/2018). Fakta yang terjadi di lapangan saat ini dengan berbagai kebijakan yang dinilai merugikan masyarakat seperti dicabutnya subsidi premium, dicabutnya subsidi tarif dasar listrik, penurunan daya beli  hingga semakin melebarnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS harus diakui adalah representasi dari semakin lesunya pergerakan ekonomi. Ketika pemerintah terus melakukan upaya untuk menetralisir reaksi masyarakat terkait hal ini dengan mengatakan di media bahwa ekonomi stabil dan aman–aman saja sepertinya sudah tak mampu menjadi tameng dan menuju ujung tanduk. Masyarakat telah paham dengan melihat kondisi perekonomian di pasar yang semakin sulit artinya ekonomi kita sedang dalam masalah.

Perlukah Aksi Mahasiswa ?

Seorang kawan saya pernah berkata, di dunia ini hanya ada dua sebutan untuk kata “Maha”. Selain berarti marga bagi orang yang bersuku Dairi, dua kata Maha hanya terdapat dalam sebutan Mahakuasa dan Mahasiswa. Dalam KBBI, Maha dapat diartikan dengan Besar, amat, atau mahamulia. Anda tentu bisa membayangkan betapa luar biasanya makna dari kata atau kalimat yang terdapat kata Maha tersebut.

Mahasiswa adalah penyambung lidah rakyat. Representasi dari kekuasaan rakyat yang menjadi nomor wahid. Ketika rakyat tak mampu menyuarakan kelu kesah dan penderitaan yang dialaminya, Mahasiswa yang bertindak sebagai kaum intelektual diharap bisa mempergunakan ilmu dan sumbangsih pemikirannya guna kemajuan dan kesejahteraan rakyat. Apapun kebijakan yang dikeluarkan oleh otoritas pemegang kekuasaan dalam suatu Negara. Mahasiswa berhak untuk mengawasi, mengkritik, bahkan menggelar aksi jika yang pertama dan kedua tidak didengar oleh penguasa. Keadaan yang berkembang dewasa ini justru menjungkir balikkan hakikat dari penyandang gelar Mahasiswa itu tadi. Sebagian besar penyandang gelar Mahasiswa sudah tidak lagi menunjukkan sikap hakikat dari peran yang seharusnya dilakukan. Dalam hal ini, apakah personal Mahasiswa itu sendiri yang mutlak disalahkan?. Bisa jadi jawabannya berada dalam diri Mahasiswa itu sendiri.

Faktor lain yang kiranya membuat gerakan Mahasiswa akhir–akhir ini seperti menuju kepunahannya adalah pihak penguasa yang terus berupaya agar gerakan Mahasiswa dibelenggu sedemikian rupa lewat wewenang berupa Undang–undang. Hemat saya, pertanyaan perlu atau tidaknya aksi Mahasiswa terkait hal ini bisa kita jawab dengan melihat kondisi sosial masyarakat saat ini. Namun, bakal terjadi atau tidaknya terpenting adalah Mahasiswa jangan sampai terlena dengan upaya–upaya politik adu domba dan pembodohan massal yang terus–terusan dilakukan oleh pihak yang tidak ingin Mahasiswa kembali menunjukkan “taring” nya.

“Bila kaum muda yang telah belajar di sekolah dan menganggap dirinya terlalu tinggi dan pintar untuk melebur dengan masyarakat yang bekerja dengan cangkul dan hanya memiliki cita-cita yang sederhana, maka lebih baik pendidikan itu tidak diberikan sama sekali” ~ Tan Malaka, Bapak Republik Indonesia.

 

Oleh : Agung Harahap

Tags: BBMBBM NaikPertamaxpertamina
Previous Post

Fix Ngangenin, Ini Film Kartun Favorit Kamu di Masa kecil

Next Post

PJTLN Bukan Sekedar Ajang Pelatihan

Related Posts

Ketergantungan Gadget, Matinya Daya Pikir Kritis

Ketergantungan Gadget, Matinya Daya Pikir Kritis

by REDAKSI TEROPONG
30 April 2026
0

Di era digital saat ini, gadget telah menjadi bagian yang sulit dipisahkan dari kehidupan masyarakat. Hampir setiap aktivitas bergantung pada...

Magang: Jembatan Karier atau Kedok Eksploitasi Tenaga Kerja?

Magang: Jembatan Karier atau Kedok Eksploitasi Tenaga Kerja?

by REDAKSI TEROPONG
30 April 2026
0

Narasi bahwa magang adalah cara terbaik untuk mencari pengalaman kerja sebelum lulus masih kuat di lingkungan kampus. Kalimat seperti “tidak...

Tabrakan Berantai di Rel: Alarm Keras dari Kelalaian yang Terstruktur

Tabrakan Berantai di Rel: Alarm Keras dari Kelalaian yang Terstruktur

by REDAKSI TEROPONG
29 April 2026
0

Kecelakaan tragis yang melibatkan Kereta Api Argo Bromo Anggrek dan KRL yang berhenti di Stasiun Bekasi Timur pada senin malam,...

Mitos Kerja Keras: Benarkah Usaha Saja Sudah Cukup untuk Menjamin Kesuksesan

Mitos Kerja Keras: Benarkah Usaha Saja Sudah Cukup untuk Menjamin Kesuksesan

by REDAKSI TEROPONG
25 April 2026
0

Mitos bahwa kerja keras pasti berujung pada kesuksesan masih sering kita dengar, terutama di lingkungan kampus dan dunia kerja. Kalimat...

Perang Iran dan Alarm Krisis Energi Dunia

Perang Iran dan Alarm Krisis Energi Dunia

by REDAKSI TEROPONG
5 April 2026
0

Perang Iran kembali menegaskan bahwa pasar minyak dunia masih berada dalam bayang-bayang ketidakpastian geopolitik. Konflik ini tidak hanya berdampak pada...

PP TUNAS dalam Darurat Ruang Digital

PP TUNAS dalam Darurat Ruang Digital

by REDAKSI TEROPONG
4 April 2026
0

Ruang digital Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Jutaan anak mengakses internet tanpa batas dan minim pengawasan. Data Kementerian Kesehatan mencatat,...

Next Post
PJTLN Bukan Sekedar Ajang Pelatihan

PJTLN Bukan Sekedar Ajang Pelatihan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Mengenal Seni Baroque

Mengenal Seni Baroque

2 years ago
Hari Pertama Pelaksanaan UAS Luring UMSU, Setelah 2 Tahun

Hari Pertama Pelaksanaan UAS Luring UMSU, Setelah 2 Tahun

4 years ago

Popular News

    Connect with us

    Berlangganan melalui Email

    Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

    Join 6 other subscribers

    Konten Terbaru

    • Pusat Bahasa UMSU Gelar Sunset Talk Tingkatkan Public Speaking Mahasiswa 13 May 2026
    • UMSU–Temasek Polytechnic Exchange Perkuat Wawasan Global Mahasiswa 13 May 2026
    • Hari POM-TNI Jadi Pengingat Pentingnya Disiplin bagi Mahasiswa 13 May 2026

    Tentang Kami

    Pers Mahasiswa TEROPONG merupakan salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU). UKM-LPM TEROPONG UMSU berdiri pada 12 Juli 2001 dan sampai saat ini merupakan satu-satunya UKM yang mengelola bidang penerbitan dan pers di tingkat UMSU.

    • Tentang
    • Advertisement
    • Contact

    © 2022 UKM-LPM Teropong UMSU | Designed and Developed by Agatha Projects.

    No Result
    View All Result
    • Artikel
    • Foto Jurnalistik
    • Kabar SUMUT
    • Kabar Kampus
    • Kabar Medan
    • Majalah
    • Newsletter
    • Sastra
    • Nasional
    • Internasional
    • Lainnya
      • Almamater
      • Ekonomi
      • Feature
      • Infografik
      • Lifestyle
      • Opini
      • Politik
      • Ragam
      • Sipongpong
      • Sobatpongpong
      • Sosok
      • Terkini

    © 2022 UKM-LPM Teropong UMSU | Designed and Developed by Agatha Projects.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password? Sign Up

    Create New Account!

    Fill the forms below to register

    All fields are required. Log In

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In