• Latest
  • Trending
  • All
  • Kabar Kampus
  • Feature
  • Opini
  • Sosok
BBM Naik, Perlukah Aksi Mahasiswa?

BBM Naik, Perlukah Aksi Mahasiswa?

4 July 2018
Jawab Pertanyaan, Mahasiswa UMSU Bawa Pulang TV dari CFD Kampus

Jawab Pertanyaan, Mahasiswa UMSU Bawa Pulang TV dari CFD Kampus

10 August 2026
Mahasiswa UMSU Ukir Prestasi, Raih Juara II Reels & Short Video Competition

Mahasiswa UMSU Ukir Prestasi, Raih Juara II Reels & Short Video Competition

10 August 2026
Anggaran BRIN Triliunan Rupiah, Hasil Inovasi Dinilai Masih Minim

Anggaran BRIN Triliunan Rupiah, Hasil Inovasi Dinilai Masih Minim

8 August 2026
Daffa Khairi Raih Duta Genre, Bukan Sekadar Selempang

Daffa Khairi Raih Duta Genre, Bukan Sekadar Selempang

8 August 2026
Yayasan STIKes Indah Medan Resmi Diserahkan kepada Persyarikatan Muhammadiyah

Yayasan STIKes Indah Medan Resmi Diserahkan kepada Persyarikatan Muhammadiyah

6 August 2026
UMSU Perkuat Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila Lewat Aksi Nyata

UMSU Perkuat Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila Lewat Aksi Nyata

6 August 2026

Mengenal Londo Ireng

5 August 2026
Talkshow dan Seminar FISIP UMSU Bahas Pemanfaatan Media Sosial dalam Perspektif Hukum

Talkshow dan Seminar FISIP UMSU Bahas Pemanfaatan Media Sosial dalam Perspektif Hukum

6 August 2026
Pelan Tapi Sampai

Pelan Tapi Sampai

4 August 2026
Mahasiswi FKIP UMSU Juara 1 Akting Festival Sastra Museum

Mahasiswi FKIP UMSU Juara 1 Akting Festival Sastra Museum

4 August 2026

Prabowo Resmi Bentuk Universitas Republik Indonesia

6 August 2026
Pelantikan dan Upgrading HIMAMEN UMSU Awali Kepengurusan Periode 2026–2027

Pelantikan dan Upgrading HIMAMEN UMSU Awali Kepengurusan Periode 2026–2027

6 August 2026
  • Tentang
  • Advertisement
  • Contact
Tuesday, 11 August 2026
  • Login
  • Register
No Result
View All Result
BERLANGGANAN
UKM-LPM Teropong UMSU
  • Artikel
  • Foto Jurnalistik
  • Kabar SUMUT
  • Kabar Kampus
  • Kabar Medan
  • Majalah
  • Newsletter
  • Sastra
  • Nasional
  • Internasional
  • Lainnya
    • Almamater
    • Ekonomi
    • Feature
    • Infografik
    • Lifestyle
    • Opini
    • Politik
    • Ragam
    • Sipongpong
    • Sobatpongpong
    • Sosok
    • Terkini
  • Artikel
  • Foto Jurnalistik
  • Kabar SUMUT
  • Kabar Kampus
  • Kabar Medan
  • Majalah
  • Newsletter
  • Sastra
  • Nasional
  • Internasional
  • Lainnya
    • Almamater
    • Ekonomi
    • Feature
    • Infografik
    • Lifestyle
    • Opini
    • Politik
    • Ragam
    • Sipongpong
    • Sobatpongpong
    • Sosok
    • Terkini
No Result
View All Result
UKM-LPM Teropong UMSU
No Result
View All Result
Home Opini

BBM Naik, Perlukah Aksi Mahasiswa?

by REDAKSI TEROPONG
4 July 2018
in Opini
Reading Time: 3 mins read
0
BBM Naik, Perlukah Aksi Mahasiswa?
0
SHARES
39
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Harga minyak dunia yang terus merangkak naik hingga menyentuh angka USD 75 per barel disebut–sebut sebagai argumen dasar naiknya harga BBM Non-subsidi yang dilakukan Pertamina per tanggal 1 Juli 2018 kemarin. Memang, Negara telah menyerahkan kewenangan kepada badan usaha terkait elastisitas harga BBM Umum lewat Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014 yang berbunyi “Harga eceran BBM umum ditetapkan oleh badan usaha dan dilaporkan kepada menteri”. Artinya, dengan ketentuan tersebut naik atau turunnya harga BBM Non-subsidi tidak harus melalui persetujuan DPR RI dan dibahas dalam sidang paripurna. Keputusan OPEC (Organization of the Petroleum Exporting Countries) untuk membatasi produksi minyak dunia juga menjadi salah satu alasan naiknya harga BBM Non-subsidi di Indonesia. Dalam logika ekonomi lumrahnya jika permintaan meningkat tajam maka secara otomatis produksi harus dibatasi agar tidak terjadinya defisit atau kurangnya stok pasokan agar kestabilan ekonomi dunia terus terjaga. Alasan ini pula yang dikemukakan oleh organisasi Negara–negara pengekspor minyak bumi tersebut ketika memutuskan untuk membatas produksi minyak dunia.

Terhitung, rezim pemerintahan saat ini sudah menaikkan harga BBM Non-subsidi genap empat kali sejak 13 Januari 2018, 20 Januari, 24 Februari dan terakhir 1 Juli 2018 kemarin. Di masa pemerintahan saat ini juga harga BBM Non-subsidi telah diturunkan sebanyak 10 kali (detikNews, 3/7/2018). Dengan demikian, fakta bahwa kestabilan harga BBM Non-subsidi mengikuti fluktuatif harga minyak dunia seharusnya bisa kita terima. Akan tetapi, terkhusus bagi Indonesia kenaikan harga BBM Non-subsidi ini bisa saja menjadi momok yang semakin memberatkan rakyat. Pasalnya, Indonesia terhitung sebagai salah satu pengguna kendaraan bermotor terbanyak di dunia yang tentu saja memerlukan bahan bakar berjenis premium, pertamax, ataupun pertalite. Keputusan pemerintah yang menghentikan subsidi Premium dan perlahan menghapuskannya, maka total BBM yang saat ini memiliki status bersubsidi hanyalah solar. Tentu akan sangat menyulitkan jika masyarakat harus terus mengikuti harga minyak dunia yang sewaktu–waktu bisa saja melambung tinggi. Kita bisa saja berargumen bahwa jika yang mengalami kenaikan adalah BBM Non-subsidi yang notabene banyak digunakan oleh masyarakat yang terbilang berada di level ekonomi menengah ke atas adalah wajar–wajar saja. Namun, mungkin ketika mengatakan itu kita lupa bahwa saat ini subsidi Premium juga telah dicabut dan sudah mulai langka di pasaran. Pertalite adalah satu–satunya jenis bahan bakar yang masih mampu dijangkau oleh kantong mayoritas masyarakat. Pun begitu, hingga saat ini status pertalite juga merupakan BBM Non-subsidi yang tentu saja sewaktu–waktu bisa juga mengalami kenaikan harga.

RelatedPosts

Londo Ireng dan Suara Kritis yang Dicurigai

Mengapa Kita Sulit Melahirkan Banyak Entrepreneur Muda?

Tambang Ilegal Subur, Negara Terus Kebobolan

Anggota DPR RI Komisi VII Rofi Munawar dalam pandangannya mengatakan bahwa kenaikan harga BBM Non-subsidi merupakan buah dari pemerintah yang gagal melakukan antisipasi. Dirinya menyebut bahwa kenaikan harga BBM Non-subsidi kali ini terjadi karena dua faktor yaitu eksternal dan internal. Faktor internal adalah pemerintah yang belum dapat mengendalikan nikai tukar rupiah terhadap dollar AS yang akhirnya berdampak pada sistem tata niaga migas Indonesia yang bersifat terbuka. Sedangkan faktor eksternal adalah dikarenakan OPEC atau organisasi Negara – negara pengekspor minyak dunia yang membatasi produksi dan persoalan geopolitik lainnya yang terjadi diberbagai belahan dunia, (Kompas, 2/7/2018). Fakta yang terjadi di lapangan saat ini dengan berbagai kebijakan yang dinilai merugikan masyarakat seperti dicabutnya subsidi premium, dicabutnya subsidi tarif dasar listrik, penurunan daya beli  hingga semakin melebarnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS harus diakui adalah representasi dari semakin lesunya pergerakan ekonomi. Ketika pemerintah terus melakukan upaya untuk menetralisir reaksi masyarakat terkait hal ini dengan mengatakan di media bahwa ekonomi stabil dan aman–aman saja sepertinya sudah tak mampu menjadi tameng dan menuju ujung tanduk. Masyarakat telah paham dengan melihat kondisi perekonomian di pasar yang semakin sulit artinya ekonomi kita sedang dalam masalah.

Perlukah Aksi Mahasiswa ?

Seorang kawan saya pernah berkata, di dunia ini hanya ada dua sebutan untuk kata “Maha”. Selain berarti marga bagi orang yang bersuku Dairi, dua kata Maha hanya terdapat dalam sebutan Mahakuasa dan Mahasiswa. Dalam KBBI, Maha dapat diartikan dengan Besar, amat, atau mahamulia. Anda tentu bisa membayangkan betapa luar biasanya makna dari kata atau kalimat yang terdapat kata Maha tersebut.

Mahasiswa adalah penyambung lidah rakyat. Representasi dari kekuasaan rakyat yang menjadi nomor wahid. Ketika rakyat tak mampu menyuarakan kelu kesah dan penderitaan yang dialaminya, Mahasiswa yang bertindak sebagai kaum intelektual diharap bisa mempergunakan ilmu dan sumbangsih pemikirannya guna kemajuan dan kesejahteraan rakyat. Apapun kebijakan yang dikeluarkan oleh otoritas pemegang kekuasaan dalam suatu Negara. Mahasiswa berhak untuk mengawasi, mengkritik, bahkan menggelar aksi jika yang pertama dan kedua tidak didengar oleh penguasa. Keadaan yang berkembang dewasa ini justru menjungkir balikkan hakikat dari penyandang gelar Mahasiswa itu tadi. Sebagian besar penyandang gelar Mahasiswa sudah tidak lagi menunjukkan sikap hakikat dari peran yang seharusnya dilakukan. Dalam hal ini, apakah personal Mahasiswa itu sendiri yang mutlak disalahkan?. Bisa jadi jawabannya berada dalam diri Mahasiswa itu sendiri.

Faktor lain yang kiranya membuat gerakan Mahasiswa akhir–akhir ini seperti menuju kepunahannya adalah pihak penguasa yang terus berupaya agar gerakan Mahasiswa dibelenggu sedemikian rupa lewat wewenang berupa Undang–undang. Hemat saya, pertanyaan perlu atau tidaknya aksi Mahasiswa terkait hal ini bisa kita jawab dengan melihat kondisi sosial masyarakat saat ini. Namun, bakal terjadi atau tidaknya terpenting adalah Mahasiswa jangan sampai terlena dengan upaya–upaya politik adu domba dan pembodohan massal yang terus–terusan dilakukan oleh pihak yang tidak ingin Mahasiswa kembali menunjukkan “taring” nya.

“Bila kaum muda yang telah belajar di sekolah dan menganggap dirinya terlalu tinggi dan pintar untuk melebur dengan masyarakat yang bekerja dengan cangkul dan hanya memiliki cita-cita yang sederhana, maka lebih baik pendidikan itu tidak diberikan sama sekali” ~ Tan Malaka, Bapak Republik Indonesia.

 

Oleh : Agung Harahap

Tags: BBMBBM NaikPertamaxpertamina
Previous Post

Fix Ngangenin, Ini Film Kartun Favorit Kamu di Masa kecil

Next Post

PJTLN Bukan Sekedar Ajang Pelatihan

Related Posts

Londo Ireng dan Suara Kritis yang Dicurigai

Londo Ireng dan Suara Kritis yang Dicurigai

by REDAKSI TEROPONG
6 August 2026
0

Kritik merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi. Namun, ketika kritik dibalas dengan pelabelan, perhatian publik dapat bergeser dari persoalan yang...

Mengapa Kita Sulit Melahirkan Banyak Entrepreneur Muda?

Mengapa Kita Sulit Melahirkan Banyak Entrepreneur Muda?

by REDAKSI TEROPONG
7 July 2026
0

Indonesia memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Dengan jumlah penduduk sekitar 280 juta jiwa, bonus demografi, kekayaan sumber daya...

Tambang Ilegal Subur, Negara Terus Kebobolan

Tambang Ilegal Subur, Negara Terus Kebobolan

by REDAKSI TEROPONG
31 May 2026
0

Sektor pertambangan selama ini menjadi salah satu penopang penting perekonomian Indonesia. Kekayaan sumber daya alam yang dimiliki Indonesia sering disebut...

Museum Marsinah dan Ingatan yang Tak Boleh Hilang

Museum Marsinah dan Ingatan yang Tak Boleh Hilang

by REDAKSI TEROPONG
19 May 2026
0

Museum sering dianggap sebagai tempat menyimpan benda-benda lama yang membosankan. Padahal, museum memiliki fungsi penting sebagai ruang penyimpan ingatan kolektif...

Ketergantungan Gadget, Matinya Daya Pikir Kritis

Ketergantungan Gadget, Matinya Daya Pikir Kritis

by REDAKSI TEROPONG
30 April 2026
0

Di era digital saat ini, gadget telah menjadi bagian yang sulit dipisahkan dari kehidupan masyarakat. Hampir setiap aktivitas bergantung pada...

Magang: Jembatan Karier atau Kedok Eksploitasi Tenaga Kerja?

Magang: Jembatan Karier atau Kedok Eksploitasi Tenaga Kerja?

by REDAKSI TEROPONG
30 April 2026
0

Narasi bahwa magang adalah cara terbaik untuk mencari pengalaman kerja sebelum lulus masih kuat di lingkungan kampus. Kalimat seperti “tidak...

Next Post
PJTLN Bukan Sekedar Ajang Pelatihan

PJTLN Bukan Sekedar Ajang Pelatihan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

BilikWeb UMSU Lolos Pendanaan P2MW, Siap Bersaing Menuju KMI Expo 2025

BilikWeb UMSU Lolos Pendanaan P2MW, Siap Bersaing Menuju KMI Expo 2025

1 year ago
Anti Fake GPS Merugikan, Driver Ojol Serbu Pihak Aplikator

Anti Fake GPS Merugikan, Driver Ojol Serbu Pihak Aplikator

8 years ago

Popular News

    Connect with us

    Berlangganan melalui Email

    Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

    Join 6 other subscribers

    Konten Terbaru

    • Jawab Pertanyaan, Mahasiswa UMSU Bawa Pulang TV dari CFD Kampus 10 August 2026
    • Mahasiswa UMSU Ukir Prestasi, Raih Juara II Reels & Short Video Competition 9 August 2026
    • Anggaran BRIN Triliunan Rupiah, Hasil Inovasi Dinilai Masih Minim 8 August 2026

    Tentang Kami

    Pers Mahasiswa TEROPONG merupakan salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU). UKM-LPM TEROPONG UMSU berdiri pada 12 Juli 2001 dan sampai saat ini merupakan satu-satunya UKM yang mengelola bidang penerbitan dan pers di tingkat UMSU.

    • Tentang
    • Advertisement
    • Contact

    © 2022 UKM-LPM Teropong UMSU | Designed and Developed by Agatha Projects.

    No Result
    View All Result
    • Artikel
    • Foto Jurnalistik
    • Kabar SUMUT
    • Kabar Kampus
    • Kabar Medan
    • Majalah
    • Newsletter
    • Sastra
    • Nasional
    • Internasional
    • Lainnya
      • Almamater
      • Ekonomi
      • Feature
      • Infografik
      • Lifestyle
      • Opini
      • Politik
      • Ragam
      • Sipongpong
      • Sobatpongpong
      • Sosok
      • Terkini

    © 2022 UKM-LPM Teropong UMSU | Designed and Developed by Agatha Projects.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password? Sign Up

    Create New Account!

    Fill the forms below to register

    All fields are required. Log In

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In