• Latest
  • Trending
  • All
  • Kabar Kampus
  • Feature
  • Opini
  • Sosok
Suara – Suara yang Tidak didengar

Suara – Suara yang Tidak didengar

18 February 2021
Kontroversi Konten Kreator Jadi Momentum Perkuat Perlindungan Anak di Ruang Digital

Kontroversi Konten Kreator Jadi Momentum Perkuat Perlindungan Anak di Ruang Digital

12 August 2026
Jawab Pertanyaan, Mahasiswa UMSU Bawa Pulang TV dari CFD Kampus

Jawab Pertanyaan, Mahasiswa UMSU Bawa Pulang TV dari CFD Kampus

10 August 2026
Mahasiswa UMSU Ukir Prestasi, Raih Juara II Reels & Short Video Competition

Mahasiswa UMSU Ukir Prestasi, Raih Juara II Reels & Short Video Competition

10 August 2026
Anggaran BRIN Triliunan Rupiah, Hasil Inovasi Dinilai Masih Minim

Anggaran BRIN Triliunan Rupiah, Hasil Inovasi Dinilai Masih Minim

8 August 2026
Daffa Khairi Raih Duta Genre, Bukan Sekadar Selempang

Daffa Khairi Raih Duta Genre, Bukan Sekadar Selempang

8 August 2026
Yayasan STIKes Indah Medan Resmi Diserahkan kepada Persyarikatan Muhammadiyah

Yayasan STIKes Indah Medan Resmi Diserahkan kepada Persyarikatan Muhammadiyah

6 August 2026
UMSU Perkuat Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila Lewat Aksi Nyata

UMSU Perkuat Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila Lewat Aksi Nyata

6 August 2026

Mengenal Londo Ireng

5 August 2026
Talkshow dan Seminar FISIP UMSU Bahas Pemanfaatan Media Sosial dalam Perspektif Hukum

Talkshow dan Seminar FISIP UMSU Bahas Pemanfaatan Media Sosial dalam Perspektif Hukum

6 August 2026
Pelan Tapi Sampai

Pelan Tapi Sampai

4 August 2026
Mahasiswi FKIP UMSU Juara 1 Akting Festival Sastra Museum

Mahasiswi FKIP UMSU Juara 1 Akting Festival Sastra Museum

4 August 2026

Prabowo Resmi Bentuk Universitas Republik Indonesia

6 August 2026
  • Tentang
  • Advertisement
  • Contact
Wednesday, 12 August 2026
  • Login
  • Register
No Result
View All Result
BERLANGGANAN
UKM-LPM Teropong UMSU
  • Artikel
  • Foto Jurnalistik
  • Kabar SUMUT
  • Kabar Kampus
  • Kabar Medan
  • Majalah
  • Newsletter
  • Sastra
  • Nasional
  • Internasional
  • Lainnya
    • Almamater
    • Ekonomi
    • Feature
    • Infografik
    • Lifestyle
    • Opini
    • Politik
    • Ragam
    • Sipongpong
    • Sobatpongpong
    • Sosok
    • Terkini
  • Artikel
  • Foto Jurnalistik
  • Kabar SUMUT
  • Kabar Kampus
  • Kabar Medan
  • Majalah
  • Newsletter
  • Sastra
  • Nasional
  • Internasional
  • Lainnya
    • Almamater
    • Ekonomi
    • Feature
    • Infografik
    • Lifestyle
    • Opini
    • Politik
    • Ragam
    • Sipongpong
    • Sobatpongpong
    • Sosok
    • Terkini
No Result
View All Result
UKM-LPM Teropong UMSU
No Result
View All Result
Home Opini

Suara – Suara yang Tidak didengar

by REDAKSI TEROPONG
18 February 2021
in Opini
Reading Time: 3 mins read
0
Suara – Suara yang Tidak didengar
0
SHARES
134
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Teropongonline, Medan-“Bila rakyat berani mengeluh
Itu artinya sudah gawat
Dan bila omongan penguasa
Tidak boleh dibantah Kebenaran pasti terancam,”

Beginilah sebagian bunyi dari puisi ciptaan Widji Thukul yang berjudul “Peringatan” pada tahun 1986. Bukan sekedar omong kosong,apa yang dituliskan Widji Thukul dalam puisinya tersebut tampaknya memang benar adanya saat ini. Bisa bersama kita lihat dari problematika mengenai pengesahan Rencana Undang – Undang (RUU) Cipta Kerja menjadi Undang-Undang oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) pada 5 Oktober 2020 lalu. Dimana setelah itu berbagai elemen rakyat menunjukan rasa kekecewaan mereka terhadap pengesahan Undang – Undang tersebut.

RelatedPosts

Londo Ireng dan Suara Kritis yang Dicurigai

Mengapa Kita Sulit Melahirkan Banyak Entrepreneur Muda?

Tambang Ilegal Subur, Negara Terus Kebobolan

Sebagaimana kita ketahui, Indonesia merupakan negara yang memakai sistem pemerintahan demokrasi dalam menjalankan pemerintahannya. Salah satu nilai yang terkandung dalam sistem pemerintahan demokrasi yakni semua warga negaranya memiliki hak yang sama dalam pengambilan keputusan yang dapat mengubah kehidupan rakyat dan negara. Hal ini tentu saja membenarkan istilah “Dari Rakyat, Untuk Rakyat, Oleh Rakyat” yang sering sekali digaungkan di negara-negara penganut sistem pemerintahan demokrasi. Bersamaan dengan itu, pertanyaan yang juga sering dipertanyakan adalah “Apakah kita sudah benar-benar menjalani sistem demokrasi dengan baik?,”

Pertanyaan tersebut dan sejenisnya mungkin sulit untuk dijawab oleh orang manapun, akan tetapi keadaan saat ini mungkin dapat menunjukkan jawaban atas pertanyaan tersebut. Sebagai contoh, tindakan yang dilakukan oleh Ketua DPR-RI, Puan Maharani yang mematikan mikrofon dari Irwan Fecho, yakni legislator dari Partai Demokrat pada saat menyampaikan aspirasi di rapat paripurna pada tahun Oktober 2020 lalu.

Sebagaimana kita ketahui bersama, Kejadian Ketua DPR-RI mematikan mikrofon itu terjadi saat rapat paripurna DPR pengesahan Rancangan Undang-undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja menjadi undang-undang, Senin 5 Oktober 2020. Awalnya, Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat Irwan Fecho menyampaikan pendapatnya mengenai RUU Omnibus Law Cipta Kerja. Kemudian, Wakil Ketua DPR RI dari Fraksi Partai Golkar yang saat itu sebagai pimpinan sidang Aziz Syamsuddin terlihat berdiskusi sebentar dengan Puan Maharani yang duduk di sebelahnya lalu seketika suara mikrofon dari Irwan Fecho mendadak mati. Alhasil, video kejadian tersebut tersebar luas di media sosial.

Penulis berpendapat hal ini merusak nilai-nilai demokrasi, menurut saya apabila DPR-RI benar-benar sebagai wakil rakyat yang aspiratif, maka DPR-RI harus meyakini bahwasanya setiap legislator yang berada di rapat paripurna tersebut memiliki pandangan yang berbeda-beda yang harus diterima oleh DPR-RI.

Suara lain yang juga tidak didengar adalah ketika pernyataan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny Gerard Plate pada saat di acara Mata Najwa. Dalam talk show tersebut, Johnny terlibat adu argumen dengan narasumber lainnya yakni Koordinator Pusat Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Remy Hastian. Dalam diskusi tersebut , Jhonny menegaskan, pemerintah dengan akuntabilitas tinggi menyampaikan informasi kepada masyarakat mana yang hoaks dan mana tidak.

“Memang itu hoaks. Kalau pemerintah sudah bilang hoaks, ya dia hoaks. Kenapa membantah lagi?” ujar Johnny.

Kejadian seperti ini menurut saya kembali dapat mengurangi nilai nilai demokrasi berpendapat, dengan seolah olah memaksa rakyat untuk terus menerima dan mensetujui apa yang telah dibuat oleh pemerintah. Seharusnya pihak pihak yang berada didalam ruang lingkup pemerintahan bisa juga menerima apa yang diaspirasi oleh rakyatnya tanpa harus mengeluarkan kalimat bernuansa keotoriteran dan bersifat memaksa rakyat untuk mempercayai penuh apa yang disampaikan oleh pemerintah.

Lalu, Kegiatan yang sedang hangat-hangatnya pada Oktober 2020 lalu, yakni pelaksanaan aksi oleh berbagai elemen rakyat yang hampir diseluruh penjuru nusantara, yakni aksi penolakan UU Omnibuslaw Cipta Kerja yang dianggap merugikan dan menyengsarakan rakyat.

Meski didemo “habis-habisan” oleh rakyat, Pemerintah memastikan tidak ada opsi menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) untuk membatalkan Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja. Hal tersebut dikatakan Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Donny Gahral Adian. Meski tak ada opsi Perppu, Donny mempersilakan pihak-pihak yang menolak UU Cipta Kerja untuk mengajukan uji materil atau judicial review ke Mahkamah Konstitusi (MK).

“Tidak ada pilihan Perppu. Pemerintah menghargai masukan dari serikat buruh. Menghargai bahwa demo-demo yang dilangsungkan beberapa hari ini berjalan dengan damai, dan berdasarkan protokol kesehatan,” kata Donny saat dihubungi, Kamis (8/10/2020), dikutip dari Kompas.com.

Dengan beberapa persoalan diatas mungkin sedikit menjawab pertanyaan-pertanyaan mengenai sistem demokrasi yang dipakai oleh negeri yang kita cintai ini. Penulis mengajak kepada kita semua agar selalu menyampaikan sebuah kebenaran walau terkadang pahit yang diterima atau bahkan hasil yang diterima tidak sesuai dengan ekspektasi yang diharapkan.

Tr : Mhd. Iqbal
Sumber ilustrasi : buletin wene

Tags: #lpmteropong#opini#persmaumsu#ruu#suaratidakdidengar#teropongonline
Previous Post

Idola

Next Post

Mengenal Eccedentesiast

Related Posts

Londo Ireng dan Suara Kritis yang Dicurigai

Londo Ireng dan Suara Kritis yang Dicurigai

by REDAKSI TEROPONG
6 August 2026
0

Kritik merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi. Namun, ketika kritik dibalas dengan pelabelan, perhatian publik dapat bergeser dari persoalan yang...

Mengapa Kita Sulit Melahirkan Banyak Entrepreneur Muda?

Mengapa Kita Sulit Melahirkan Banyak Entrepreneur Muda?

by REDAKSI TEROPONG
7 July 2026
0

Indonesia memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Dengan jumlah penduduk sekitar 280 juta jiwa, bonus demografi, kekayaan sumber daya...

Tambang Ilegal Subur, Negara Terus Kebobolan

Tambang Ilegal Subur, Negara Terus Kebobolan

by REDAKSI TEROPONG
31 May 2026
0

Sektor pertambangan selama ini menjadi salah satu penopang penting perekonomian Indonesia. Kekayaan sumber daya alam yang dimiliki Indonesia sering disebut...

Museum Marsinah dan Ingatan yang Tak Boleh Hilang

Museum Marsinah dan Ingatan yang Tak Boleh Hilang

by REDAKSI TEROPONG
19 May 2026
0

Museum sering dianggap sebagai tempat menyimpan benda-benda lama yang membosankan. Padahal, museum memiliki fungsi penting sebagai ruang penyimpan ingatan kolektif...

Ketergantungan Gadget, Matinya Daya Pikir Kritis

Ketergantungan Gadget, Matinya Daya Pikir Kritis

by REDAKSI TEROPONG
30 April 2026
0

Di era digital saat ini, gadget telah menjadi bagian yang sulit dipisahkan dari kehidupan masyarakat. Hampir setiap aktivitas bergantung pada...

Magang: Jembatan Karier atau Kedok Eksploitasi Tenaga Kerja?

Magang: Jembatan Karier atau Kedok Eksploitasi Tenaga Kerja?

by REDAKSI TEROPONG
30 April 2026
0

Narasi bahwa magang adalah cara terbaik untuk mencari pengalaman kerja sebelum lulus masih kuat di lingkungan kampus. Kalimat seperti “tidak...

Next Post
Mengenal Eccedentesiast

Mengenal Eccedentesiast

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Waktu Yang Tepat Untuk Minum Air Putih

7 years ago
Kalahkan Pasangan Tiongkok, Greysia-Apri Raih Emas Olimpiade

Kalahkan Pasangan Tiongkok, Greysia-Apri Raih Emas Olimpiade

5 years ago

Popular News

    Connect with us

    Berlangganan melalui Email

    Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

    Join 6 other subscribers

    Konten Terbaru

    • Kontroversi Konten Kreator Jadi Momentum Perkuat Perlindungan Anak di Ruang Digital 11 August 2026
    • Jawab Pertanyaan, Mahasiswa UMSU Bawa Pulang TV dari CFD Kampus 10 August 2026
    • Mahasiswa UMSU Ukir Prestasi, Raih Juara II Reels & Short Video Competition 9 August 2026

    Tentang Kami

    Pers Mahasiswa TEROPONG merupakan salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU). UKM-LPM TEROPONG UMSU berdiri pada 12 Juli 2001 dan sampai saat ini merupakan satu-satunya UKM yang mengelola bidang penerbitan dan pers di tingkat UMSU.

    • Tentang
    • Advertisement
    • Contact

    © 2022 UKM-LPM Teropong UMSU | Designed and Developed by Agatha Projects.

    No Result
    View All Result
    • Artikel
    • Foto Jurnalistik
    • Kabar SUMUT
    • Kabar Kampus
    • Kabar Medan
    • Majalah
    • Newsletter
    • Sastra
    • Nasional
    • Internasional
    • Lainnya
      • Almamater
      • Ekonomi
      • Feature
      • Infografik
      • Lifestyle
      • Opini
      • Politik
      • Ragam
      • Sipongpong
      • Sobatpongpong
      • Sosok
      • Terkini

    © 2022 UKM-LPM Teropong UMSU | Designed and Developed by Agatha Projects.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password? Sign Up

    Create New Account!

    Fill the forms below to register

    All fields are required. Log In

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In