• Latest
  • Trending
  • All
  • Kabar Kampus
  • Feature
  • Opini
  • Sosok
Serius Masih Ingin Jadi Anggota

Serius Masih Ingin Jadi Anggota

15 November 2022
HIMATIF UMSU Gelar Musyawarah Besar Perkuat Regenerasi Kepemimpinan

HIMATIF UMSU Gelar Musyawarah Besar Perkuat Regenerasi Kepemimpinan

26 June 2026
Tutup Wisuda Periode I 2026, UMSU Soroti Prestasi dan Pengembangan Kampus

Tutup Wisuda Periode I 2026, UMSU Soroti Prestasi dan Pengembangan Kampus

26 June 2026
Wisudawan Berprestasi UMSU Bagikan Perjalanan dan Pengalaman pada Wisuda 2026

Wisudawan Berprestasi UMSU Bagikan Perjalanan dan Pengalaman pada Wisuda 2026

25 June 2026
UMSU Gelar Hari Pertama Wisuda Periode I Tahun 2026, Kukuhkan 795 Lulusan

UMSU Gelar Hari Pertama Wisuda Periode I Tahun 2026, Kukuhkan 795 Lulusan

23 June 2026
Wali Kota Medan Beri Penghargaan kepada Mahasiswa FISIP UMSU

Wali Kota Medan Beri Penghargaan kepada Mahasiswa FISIP UMSU

23 June 2026
Mahasiswa Dinilai Lebih Akrab dengan Isu Viral daripada Isu Kampus

Mahasiswa Dinilai Lebih Akrab dengan Isu Viral daripada Isu Kampus

23 June 2026
Sekolah Libur, MBG Ikut Libur: Hemat Anggaran Rp 3 Triliun

Sekolah Libur, MBG Ikut Libur: Hemat Anggaran Rp 3 Triliun

21 June 2026
KSPMS GIS FAI UMSU Lantik Pengurus Baru

KSPMS GIS FAI UMSU Lantik Pengurus Baru

21 June 2026
Fakultas Hukum UMSU Luluskan 298 Mahasiswa pada Yudisium 2026

Fakultas Hukum UMSU Luluskan 298 Mahasiswa pada Yudisium 2026

20 June 2026
Ngobrol Buku Ajak Mahasiswa Dekat dengan Sastra Indonesia

Ngobrol Buku Ajak Mahasiswa Dekat dengan Sastra Indonesia

20 June 2026
Yudisium FIKTI UMSU Luluskan Mahasiswa Internasional Pertama

Yudisium FIKTI UMSU Luluskan Mahasiswa Internasional Pertama

19 June 2026
FKIP UMSU Ajak Lulusan Terus Belajar dan Jaga Nama Baik Almamater

FKIP UMSU Ajak Lulusan Terus Belajar dan Jaga Nama Baik Almamater

19 June 2026
  • Tentang
  • Advertisement
  • Contact
Saturday, 27 June 2026
  • Login
  • Register
No Result
View All Result
BERLANGGANAN
UKM-LPM Teropong UMSU
  • Artikel
  • Foto Jurnalistik
  • Kabar SUMUT
  • Kabar Kampus
  • Kabar Medan
  • Majalah
  • Newsletter
  • Sastra
  • Nasional
  • Internasional
  • Lainnya
    • Almamater
    • Ekonomi
    • Feature
    • Infografik
    • Lifestyle
    • Opini
    • Politik
    • Ragam
    • Sipongpong
    • Sobatpongpong
    • Sosok
    • Terkini
  • Artikel
  • Foto Jurnalistik
  • Kabar SUMUT
  • Kabar Kampus
  • Kabar Medan
  • Majalah
  • Newsletter
  • Sastra
  • Nasional
  • Internasional
  • Lainnya
    • Almamater
    • Ekonomi
    • Feature
    • Infografik
    • Lifestyle
    • Opini
    • Politik
    • Ragam
    • Sipongpong
    • Sobatpongpong
    • Sosok
    • Terkini
No Result
View All Result
UKM-LPM Teropong UMSU
No Result
View All Result
Home Opini

Serius Masih Ingin Jadi Anggota

by REDAKSI TEROPONG
15 November 2022
in Opini
Reading Time: 4 mins read
0
Serius Masih Ingin Jadi Anggota
0
SHARES
51
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Teropongdaily, Medan- Sampai saat ini saya masih suka bingung dan heran, “Kok masih banyak ya anak muda yang daftar dan ikut seleksi untuk menjadi anggota polisi?” Apa sih yang dicari? Seragam? Harta? Enggak juga tuh. Masih banyak kok anggota kepolisian yang hidupnya jauh dari kata kaya. Apalagi kalau polisi tersebut jujur dan amanah. Dan terakhir kali ada polisi yang seperti itu puluhan tahun yang lalu. Namanya Jenderal Hoegeng.

Saya paham kalau tujuan saudara-saudara sekalian menjadi polisi untuk mengabdi demi melindungi kehormatan negara. Tapi saya berani bertaruh, mungkin hanya sebagian kecil dari saudara-saudara sekalian yang berpikir demikian. Sisanya ingin menjadi polisi mungkin karena mau balas dendam ke gebetan yang menolak cintamu saat di bangku sekolah. Dengan harapan, kelak ketika kau sudah menjadi anggota kepolisian, kau bisa membuatnya menyesal sembari memamerkan sederet penghargaan yang tersemat di dada.

RelatedPosts

Tambang Ilegal Subur, Negara Terus Kebobolan

Museum Marsinah dan Ingatan yang Tak Boleh Hilang

Ketergantungan Gadget, Matinya Daya Pikir Kritis

Membahas soal polisi memang tidak akan ada habisnya. Buktinya beberapa waktu belakangan ini seluruh perhatian kita tertuju kepada mereka. Mulai dari kasus “Polisi Tembak Polisi”, “Tragedi Kanjuruhan”, hingga yang terakhir “Perempuan Berkebaya Merah.” Sejujurnya saya malas dan enggan untuk mengkritisi institusi yang satu ini. Selain memang sudah terlalu korup dan bobrok, rasanya seperti buang-buang waktu saja. Karena untuk apa membahas dan mengkritisi sesuatu yang sudah terlanjur busuk sampai ke akar-akarnya.

Mungkin sebagian dari pembaca ada yang berpikir, “Jangan salahin dan kritisi institusinya dong! Itu kan oknum!”. Tiap kali terjadi kasus yang melibatkan anggota kepolisian, mereka kerap menyebutnya dengan sebutan “oknum”. Oknum, oknum, dan oknum. Kenapa banyak sekali oknum di kepolisian? Apa jangan-jangan semua anggotanya adalah oknum?

Sudah menjadi tanggung jawab dan resiko bahwa hampir setiap masalah yang terjadi di akar rumput akan melibatkan institusi yang satu ini. Mulai dari kasus yang paling kecil: maling ayam, sampai yang besar dan menggemparkan: “Polisi Tembak Polisi”.

Beberapa bulan belakangan media nasional rutin memberitakan kasus penembakan seorang anggota kepolisian berinisial Brigadir J. Kasus tersebut bisa menjadi begitu besar karena melibatkan sosok seorang Jenderal Bintang Dua Kepolisian—Irjen FS—beserta bawahannya.

Dengan ditangkapnya seorang Jenderal Bintang Dua, bukan berarti kasusnya fokus di situ saja. Justru hal tersebut membuka kasus-kasus gelap lainnya seperti: industri judi yang juga didalaiangi oleh si tersangka. Dan hal ini bukan hanya mencoreng tapi juga menelanjangi sebuah institusi yang “katanya” berpihak dan mengayomi rakyat. Terbongkar semua rahasia busuk yang selama ini dipendam dengat rapat dan cermat. Ibarat Benteng Troya yang hancur dalam semalam hanya karena sebuah patung kuda, begitupun dengan semua skema licik Sang Irjen yang harus runtuh karena kasus ini.

Tak lama setelah itu, muncul kembali kasus yang melibatkan institusi suci ini. Tragedi Kanjuruhan. Tragedi ini merubah secara keseluruhan perspektif kita soal sepak bola Indonesia. Tragedi berdarah ini menelan 134 korban jiwa. Gelar perkara pun dilakukan guna mencari fakta yang sebenarnya.

Benar kata orang dahulu. Sepandai-pandainya tupai melompat pasti akan jatuh juga. Sepandai-pandainya kita menimbun bangkai, pasti akan tercium juga. Pihak kepolisian mengungkapkan kalau ini kesalahan supporter sebab mereka mabuk-mabukan. Bahkan mereka sampai merekayasa sebuah audio whatsapp yang mendiskreditkan para supporter tersebut. Mereka kira rakyat ini bodoh. Sudah jelas yang salah adalah pihak kepolisian. Sebab gas air mata yang mereka tembakkan lah, semua kekacauan bermula.

Dan kalian tahu bagaimana respon Ketua PSSI? Beliau memilih bermain bola bersama Presiden FIFA sementara di saat yang sama baru saja gugur korban jiwa yang ke sekian. Ironi! Ini ironi di atas ironi! Saya jauh lebih hormat kepada ABG labil problematik dibandingkan Ketua PSSI. Karena tiap kali dilanda masalah, ABG-ABG labil ini lebih memilih berdiam diri di kamar, merenung, dengerin lagu-lagu galau, dugem, atau paling jauh ya buat thread soal kebodohannya di twitter bukan malah main bola. Ratusan nyawa yang meninggal itu nyawanya manusia loh bukan boneka. Kok bisa-bisanya senyum dan tertawa riang bersama Presiden FIFA sambil main bola?!!

Setelah semua kejadian ini, Ketua PSSI beserta jajarannya seolah-olah cuci tangan dan tidak mau disalahkan. Mereka bahkan tidak mau mundur dari jabatan. Akhirnya saya paham mengapa beliau bersifat demikian. Ternyata beliau dulunya juga anggota di institusi tersebut. Jadi ya jangan heran kalau hobinya cuci tangan.

Untuk kasus yang serius dan butuh perhatian khusus, institusi ini sukanya bercanda. Giliran masalah remeh soal pornografi aja diseriusin.

Jadi beberapa hari yang lalu viral video pornografi “Perempuan Berkebaya Merah”. Tidak sampai tiga hari, kasus ini rampung. Dulu pun begitu ketika menangani kasus pornografi Siskaeee dan Dea onlyfans. Masalah di Indonesia tuh bukan cuma masalah pornografi aja loh!

Semakin hari semakin tidak jelas saja institusi yang satu ini. Inilah akibat dari indoktrinasi keliru yang ditanamkan ketika pendidikan dulu. Dari masih zaman pendidikan saja sudah ditanamkan kesadaran di kepala bahwa menjadi abdi negara itu jauh lebih berkelas dibandingkan profesi lainnya. Merasa paling hebat dan superior dibanding yang lain. Hingga akhirnya melahirkan anggota-anggota yang sifatnya megalomaniak juga narsistik. Orang-orang megalomaniak dan narsistik inilah yang suatu hari nanti akan menjadi Jenderal. Jadi jangan heran kalau kelakuannya nyeleneh. Lihat aja tuh Ketua PSSI. Narsisnya bukan main.

Belajarlah dari Kepolisian Itaewon. Ketika terjadi kasus Halloween kemarin, para petinggi dan pemimpin kepolisiannya mau meminta maaf. Meskipun hal tersebut ditentang oleh anggota mereka sendiri.

Melihat kekisruhan dan betapa tidak becusnya institusi ini, selama menulis ini saya sempat berpikir, “Bisa nggak sih, kita hidup tanpa polisi?”

Jawabannya: bisa.

Hal tersebut bisa kita mulai dengan tidak terlalu menggantungkan diri dan urusan pribadi kita kepada institusi yang satu ini. Mengutip dari apa yang saya baca:

“Langkah konkret paling pasti yang bisa kita lakukan hari ini adalah dengan membuat mereka usang, yaitu, dengan memotong rantai kebiasaan-kebiasaan kita dalam menggantungkan hidup kepada polisi; termasuk mengglorifikasi ketika mereka tengah melakukan tugasnya. Dengan kata lain, sudah sepatutnya pula kita tidak melibatkan peran polisi dalam hidup kita.

Sebab kejahatan dan kriminalitas adalah sebuah bentuk konstruksi sosial yang bergantung pada kemiskinan struktural. Hal tersebut lahir seiring dengan eksisnya negara dan segala bentuk institusi otoritasnya. Dengan kata lain, negara sendirilah yang membuat rakyatnya tidak sejahtera. Maka, meningkat dan menurunnya angka kriminalitas di setiap wilayah tidaklah ada hubungannya dengan peran polisi sebagai pelindung dan pengayom. Karena kehadiran polisi sejak zaman dahulu kala hanyalah sebagai pelayan kepentingan penguasa dan kapital. Jika ada istilah bahwa sejarah adalah kejadian yang akan terus berulang, maka peran polisi saat ini tak lain dan tak bukan adalah sebuah bentuk absolut dari kolonialisasi modern.”

Tulisan ini hanyalah sebuah kritik dan saran kepada Kepolisian Zimbabwe. Sebab saya yakin Kepolisian Indonesia tidak begitu. Karena Polisi Indonesia itu yang terbaik. PRESISI banget lah pokoknya.

Tr : Rizali

Sumber foto : vectorstock

Tags: #anggota#kepolisian#lpmteropongumsu#opini#persmahasiswa
Previous Post

Berkendara Aman saat Musim Hujan

Next Post

PK IMM FKIP Serukan Dunia Videografi Melalui Workshop

Related Posts

Tambang Ilegal Subur, Negara Terus Kebobolan

Tambang Ilegal Subur, Negara Terus Kebobolan

by REDAKSI TEROPONG
31 May 2026
0

Sektor pertambangan selama ini menjadi salah satu penopang penting perekonomian Indonesia. Kekayaan sumber daya alam yang dimiliki Indonesia sering disebut...

Museum Marsinah dan Ingatan yang Tak Boleh Hilang

Museum Marsinah dan Ingatan yang Tak Boleh Hilang

by REDAKSI TEROPONG
19 May 2026
0

Museum sering dianggap sebagai tempat menyimpan benda-benda lama yang membosankan. Padahal, museum memiliki fungsi penting sebagai ruang penyimpan ingatan kolektif...

Ketergantungan Gadget, Matinya Daya Pikir Kritis

Ketergantungan Gadget, Matinya Daya Pikir Kritis

by REDAKSI TEROPONG
30 April 2026
0

Di era digital saat ini, gadget telah menjadi bagian yang sulit dipisahkan dari kehidupan masyarakat. Hampir setiap aktivitas bergantung pada...

Magang: Jembatan Karier atau Kedok Eksploitasi Tenaga Kerja?

Magang: Jembatan Karier atau Kedok Eksploitasi Tenaga Kerja?

by REDAKSI TEROPONG
30 April 2026
0

Narasi bahwa magang adalah cara terbaik untuk mencari pengalaman kerja sebelum lulus masih kuat di lingkungan kampus. Kalimat seperti “tidak...

Tabrakan Berantai di Rel: Alarm Keras dari Kelalaian yang Terstruktur

Tabrakan Berantai di Rel: Alarm Keras dari Kelalaian yang Terstruktur

by REDAKSI TEROPONG
29 April 2026
0

Kecelakaan tragis yang melibatkan Kereta Api Argo Bromo Anggrek dan KRL yang berhenti di Stasiun Bekasi Timur pada senin malam,...

Mitos Kerja Keras: Benarkah Usaha Saja Sudah Cukup untuk Menjamin Kesuksesan

Mitos Kerja Keras: Benarkah Usaha Saja Sudah Cukup untuk Menjamin Kesuksesan

by REDAKSI TEROPONG
25 April 2026
0

Mitos bahwa kerja keras pasti berujung pada kesuksesan masih sering kita dengar, terutama di lingkungan kampus dan dunia kerja. Kalimat...

Next Post
PK IMM FKIP Serukan Dunia Videografi Melalui Workshop

PK IMM FKIP Serukan Dunia Videografi Melalui Workshop

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Setapak Perjalanan

Setapak Perjalanan

4 years ago
Ketahui Dirimu Adalah Aset

PK IMM FEB UMSU Adakan Kegiatan Darul Arqam Dasar 2023/2024

3 years ago

Popular News

    Connect with us

    Berlangganan melalui Email

    Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

    Join 6 other subscribers

    Konten Terbaru

    • HIMATIF UMSU Gelar Musyawarah Besar Perkuat Regenerasi Kepemimpinan 26 June 2026
    • Tutup Wisuda Periode I 2026, UMSU Soroti Prestasi dan Pengembangan Kampus 25 June 2026
    • Wisudawan Berprestasi UMSU Bagikan Perjalanan dan Pengalaman pada Wisuda 2026 24 June 2026

    Tentang Kami

    Pers Mahasiswa TEROPONG merupakan salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU). UKM-LPM TEROPONG UMSU berdiri pada 12 Juli 2001 dan sampai saat ini merupakan satu-satunya UKM yang mengelola bidang penerbitan dan pers di tingkat UMSU.

    • Tentang
    • Advertisement
    • Contact

    © 2022 UKM-LPM Teropong UMSU | Designed and Developed by Agatha Projects.

    No Result
    View All Result
    • Artikel
    • Foto Jurnalistik
    • Kabar SUMUT
    • Kabar Kampus
    • Kabar Medan
    • Majalah
    • Newsletter
    • Sastra
    • Nasional
    • Internasional
    • Lainnya
      • Almamater
      • Ekonomi
      • Feature
      • Infografik
      • Lifestyle
      • Opini
      • Politik
      • Ragam
      • Sipongpong
      • Sobatpongpong
      • Sosok
      • Terkini

    © 2022 UKM-LPM Teropong UMSU | Designed and Developed by Agatha Projects.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password? Sign Up

    Create New Account!

    Fill the forms below to register

    All fields are required. Log In

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In