• Latest
  • Trending
  • All
  • Kabar Kampus
  • Feature
  • Opini
  • Sosok
ORGANISASI MAHASISWA TATAP KAMPUS MERDEKA : ADAPTASI ATAU BERSERAH DIRI ?

ORGANISASI MAHASISWA TATAP KAMPUS MERDEKA : ADAPTASI ATAU BERSERAH DIRI ?

16 October 2022
Penegakan Hukum Berkeadilan Tak Cukup Dilihat dari Satu Sudut Pandang

Penegakan Hukum Berkeadilan Tak Cukup Dilihat dari Satu Sudut Pandang

6 November 2026
UID Sumut Dorong Siswa dan Mahasiswa Jadi Inovator Kendaraan Listrik

UID Sumut Dorong Siswa dan Mahasiswa Jadi Inovator Kendaraan Listrik

6 November 2026
Wakil Dekan I Fatek UMSU Ajak Mahasiwa Mencintai Ilmu Energi

Wakil Dekan I Fatek UMSU Ajak Mahasiwa Mencintai Ilmu Energi

6 November 2026
Akademisi UMSU Soroti Dampak Menjelang Penerapan Pajak Digital 9 November 2026

Akademisi UMSU Soroti Dampak Menjelang Penerapan Pajak Digital 9 November 2026

5 November 2026
Mahasiswa UMSU Kunjungi TVRI, KPK dan KOMPAK Sumut Ingatkan Bahaya Korupsi

Mahasiswa UMSU Kunjungi TVRI, KPK dan KOMPAK Sumut Ingatkan Bahaya Korupsi

5 November 2026
Bangun Generasi Kreatif, UMSU Hadirkan Kelas Kreasi Bersama Adobe Express

Bangun Generasi Kreatif, UMSU Hadirkan Kelas Kreasi Bersama Adobe Express

5 November 2026
Yudha Keling Ajak Mahasiswa Mulai Investasi dan Belajar Mengelola Keuangan

Yudha Keling Ajak Mahasiswa Mulai Investasi dan Belajar Mengelola Keuangan

5 November 2026
Wagub Sumut Buka Musda VI IJTI Sumut, Jurnalis TV Harus Perkuat Profesionalisme

Wagub Sumut Buka Musda VI IJTI Sumut, Jurnalis TV Harus Perkuat Profesionalisme

4 November 2026
Ketua IJTI Sumut: Jurnalis TV Harus Adaptif di Era Multiplatform

Ketua IJTI Sumut: Jurnalis TV Harus Adaptif di Era Multiplatform

4 November 2026
Skrining Kesehatan Mahasiswa UMSU Temukan Sejumlah Faktor Risiko

Skrining Kesehatan Mahasiswa UMSU Temukan Sejumlah Faktor Risiko

4 November 2026
Talkshow Investing Beyond the Punchline Dorong Mahasiswa Pahami Investasi

Talkshow Investing Beyond the Punchline Dorong Mahasiswa Pahami Investasi

4 November 2026
Yang Tidak Pernah Benar-Benar Sampai

Yang Tidak Pernah Benar-Benar Sampai

3 November 2026
  • Tentang
  • Advertisement
  • Contact
Saturday, 7 November 2026
  • Login
  • Register
No Result
View All Result
BERLANGGANAN
UKM-LPM Teropong UMSU
  • Artikel
  • Foto Jurnalistik
  • Kabar SUMUT
  • Kabar Kampus
  • Kabar Medan
  • Majalah
  • Newsletter
  • Sastra
  • Nasional
  • Internasional
  • Lainnya
    • Almamater
    • Ekonomi
    • Feature
    • Infografik
    • Lifestyle
    • Opini
    • Politik
    • Ragam
    • Sipongpong
    • Sobatpongpong
    • Sosok
    • Terkini
  • Artikel
  • Foto Jurnalistik
  • Kabar SUMUT
  • Kabar Kampus
  • Kabar Medan
  • Majalah
  • Newsletter
  • Sastra
  • Nasional
  • Internasional
  • Lainnya
    • Almamater
    • Ekonomi
    • Feature
    • Infografik
    • Lifestyle
    • Opini
    • Politik
    • Ragam
    • Sipongpong
    • Sobatpongpong
    • Sosok
    • Terkini
No Result
View All Result
UKM-LPM Teropong UMSU
No Result
View All Result
Home Opini

ORGANISASI MAHASISWA TATAP KAMPUS MERDEKA : ADAPTASI ATAU BERSERAH DIRI ?

by REDAKSI TEROPONG
16 October 2022
in Opini
Reading Time: 4 mins read
0
ORGANISASI MAHASISWA TATAP KAMPUS MERDEKA : ADAPTASI ATAU BERSERAH DIRI ?
0
SHARES
115
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Teropongdaily, Medan-Mahasiswa sebagai agen perubahan masa depan memang menawarkan pembahasan yang menarik dari setiap sisinya. Termasuk dalam kategori barisan intelektual, mahasiswa memiliki beragam cara menjalani kesehariannya agar menjadi mahasiswa yang produktif. Salah satunya adalah dengan cara berlembaga. Namun, bagaimana kondisi kehidupan berlembaga dalam roda kemahasiswaan saat ini?

Berlembaga dalam kemahasiswaan paling sering diartikan sebagai organisasi mahasiswa. Beragam jenis organisasi mahasiswa sering ditemui seperti Eksekutif Mahasiswa, Himpunan Mahasiswa hingga Pers Mahasiswa. Jika ditanya apa guna dari berorganisasi, pasti setiap orang dapat menjawab guna mengimplementasikan hasil pembelajaran dari bangku kuliah, atau menambah pengalaman selama berkuliah.

RelatedPosts

Surplus Perdagangan Indonesia: Benarkah Mencerminkan Penguatan Ekonomi Nasional?

Sah di Aturan, Kontroversial di Publik

Pajak Marketplace Mulai Berlaku, Apa yang Perlu Diketahui Penjual?

Tidak hanya itu, dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi, peran dan tanggungjawab mahasiswa adalah sebuah keharusan yang harus ditunaikan. Setidaknya 3 (tiga) hal yang harus ditunaikan yaitu Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian kepada masyarakat. Ketiga hal tersebut juga seharusnya didapatkan pada saat berorganisasi di kalangan mahasiswa.

Hari ini mahasiswa harus menyetujui hal tersebut sebelum dirinya lebih jauh mendalami roda keorganisasian. Namun apakah saat ini semangat itu masih ada? Tampaknya sedikit demi sedikit semangat dan minat mahasiswa dalam berorganisasi sudah mulai tergerus. Sadar atau tidak, timbul penyusutan minat mahasiswa akan sebuah kehadiran organisasi dan lembaga.

Jika di perhatikan lebih dalam, hal-hal seperti yang disebutkan di atas hadir dari beberapa alasan. Jika dilihat secara eksplisit, tidak dapat dipungkiri kesibukan mahasiswa dalam proses akademiknya seperti tugas kuliah, jadwal praktik yang padat dan lain sebagainya menjadi salah satu aspek terdegraasinya animo berorganisasi mahasiswa.

Menurut penulis disini, meski sudah menjadi hal yang lumrah, hal seperti tersebut jika dibiarkan terus menerus alih-alih mahasiswa hebat akan prestasi akademik, malah akan menimbulkan sifat keapatisan dikalanggan mahasiswa. Bahkan bukan tidak mungkin salah satu dari poin Tri Dharma Perguruan Tinggi akan hilang didalamnya.

Lantas bagaimana kebijakan pemerintah menanggapi hal ini? dalam beberapa tahun kebelakangan ini, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (KemdikbudRistek) mengeluarkan sebuah program bernama “Kampus Merdeka”. Kampus Merdeka diciptakan guna membantu mahasiswa dalam mengasah kemampuan dan membiasakan diri dalam bertarung di lapangan yang sebenarnya. Berbagai program juga ditawarkan didalamnya.

Awal kemunculan program gagasan kepemimpinan Nadiem Makarim ini banyak menuai banyak pujian. Tidak hanya dari kalangan tokoh pemerintahan, program ini juga diapresiasi oleh Perguruan Tinggi yang ada di Indonesia. Bahkan banyak mahasiswa yang antusias dalam mengikuti berbagai program yang ada di Kampus Merdeka. Apa urgensi dari program ini? jika hanya untuk menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, bukankah sejak dahulu lembaga atau organisasi mahasiswa sudah lebih dahulu melaksanakannya? Jika untuk membantu mahasiswa mengimplementasikan apa yang dirinya pelajari di bangku kuliah, bukankah di organisasi mahasiswa sudah lebih dahulu melakukannya?

Kehadiran Kampus Merdeka juga seakan menggerus semangat mahasiswa dalam berlembaga. Bagaimana tidak, beragam program yang mengharuskan mahasiswa untuk melakukan pertukaran dan pengabdian di daerah yang jauh, bisa membuat sebuah organisasi amburadul kesehariannya. Bukankah mesin dari organisasi mahasiswa adalah mahasiswanya sendiri? Lantas bagaimana sebuah organisasi bisa berjalan dengan maksimal jika sumber daya manusianya disibukkan dengan program tersebut?.

Alih-alih ingin membuat mahasiswa hebat dari segi pengalaman. Pendapat pribadi penulis beranggapan bahwa secara tidak langsung program Kampus Merdeka perlahan akan memunculkan sifat keindividualisan mahasiswa tersebut. Sifat tersebut akan menjalar menjadi sifat apatis dan tidak lagi sempat untuk memikirkan pemikiran kritis. Hal ini yang seharusnya bisa menjadi perhatian pemerintah khususnya KemdikbudRistek dalam penyeimbangan program pemerintah dan menjaga animo berlembaga di kalangan mahasiswa.

Jauh dari hal itu, sebenarnya kelembagaan atau keorganisasian mahasiswa sudah melewati kisah panjang di negeri ini. Bahkan keorganisasian di kalangan mahasiswa sudah mencatatkan titik dalam jalan panjang kemerdekaan negeri ini. Gerakan Mahasiswa, dari Boedi Oetomo hingga kehebatan mahasiswa di masa reformasi adalah serentetan yang identik dari organisasi mahasiswa di negeri ini. Jadi sedikit lucu jika keorganisasian mahasiswa saat ini hanya dianggap sepele oleh berbagai pihak. Bukan hanya sebagai wadah menimba pengalaman, keorganisasian mahasiswa juga memiliki sejarah panjang yang diakui.

Terlepas dari itu, sebenarnya masih banyak cara agar animo berlembaga di kampus masih bisa eksis hingga saat ini. Ide dari penulis yaitu cukup baik jika pemerintah bisa memasukkan satu mata kuliah yang berbasis keaktivisan mahasiswa. Tidak perlu hingga memakan banyak Satuan Kredit Semester (SKS). Cukup 2 atau 3 SKS saja mungkin bisa sedikit menjadi langkah awal mahasiswa untuk kembali melirik keorganisasian di kalangan mahasiswa. Hal ini juga mungkin bisa berdampak jangka panjang. Untuk melangsungkan mata kuliah ini tentu tidak bisa sembarang memilih pengajar atau dosen didalamnya. Dosen yang mengampu mata kuliah tersebut mungkin juga diharuskan memiliki spesifikasi pernah mengeyam masa-masa organisasi mahasiswa saat berkuliahnya dulu.

Selain itu, perlu diketahui bahwa lembaga atau organisasi mahasiswa juga berdampak besar terhadap kesuksesan sebuah Perguruan Tinggi. Mungkin hampir setengahnya atau lebih, prestasi-prestasi yang didapatkan kampus adalah dari organisasi mahasiswanya. Pengenalan kampus kepada masyarakat juga kerap berawal dari kegiatan-kegiatan organisasi mahasiswa yang dilakukan di kalangan masyarakat. Terlebih citra sebuah kampus kerap juga didapatkan seiring aktifnya kegiatan organisasi mahasiswa, yang bakalan berdampak pada sebuah akreditasi Perguruan Tinggi. Kembali dan lagi, sudah semestinya pihak kampus juga peduli akan hal ini. Beragam cara juga seharusnya bisa dilakukan kampus untuk mempertahakan organisasi mahasiswa dikampusnya masing-masing.

Kolaborasi 3 (tiga) elemen Pemerintah, Kampus dan Mahasiswa haruslah diperkuat saat ini. Setidaknya ketiga elemen ini ada baiknya melakukan sebuah diskusi akan peradaban corong perubahan masa depan. Tidak bisa hanya memikirkan individualis, atau malah kepentingan pribadi. Kerjasama antar tiga elemen ini menurut penulis bagai sebuah mesin yang bergerak. Tidak bisa berjalan masing-masing, atau jika salah satu elemennya tidak berjalan dengan baik maka mesin tersebut pun tidak akan berfungsi maksimal.

Terakhir, penulis kembali memiliki sebuah gagasan yang sekiranya perlu disampaikan guna dipertimbangkan. Sama seperti beberapa opini yang pernah saya tulis, seharusnya, jika memungkinkan pemerintah dan pihak kampus bisa membuat sebuah kebijakan dalam syarat kelulusan mahasiswa. Atau setidak-tidak nya sebagai sebuah indikator didapatkannya nilai yang baik bagi mahasiswa. Apa itu? Mungkin bisa diberlakukan One Student, One Organization atau dalam arti lain mempriotiaskan setiap mahasiswa untuk bisa mengikuti satu organisasi yang ada dikampusnya. Menurut penulis hal ini akan menguntungkan berbagai elemen, mulai dari mahasiswa, organisasi mahasiswa, kampus dan akan berdampak pada dunia pendidikan di Indonesia.

Begitulah kondisi animo berlembaga di kalangan mahasiswa saat ini. Sudah seharusnya ada perbaikan sistem yang ada di dunia pendidikan tinggi, terutama yang berhubungan dengan kelembagaan mahasiswa agar tidak ada pihak yang dirugikan dan justru semua elemen di dalamnya mendapatkan keuntungan secara langsung atau pun tidak langsung. Kini sudah saatnya para aktivis organisasi mahasiswa harus memilih. Antara beradaptasi atau hanya diam berserah diri.

Tr : Mhd. Iqbal

Tags: #kampusmerdeka#lpmteropongumsu#opini#ormawa#persmahasiswa
Previous Post

Melalui Seminar, Pena Persma Resmi Dibuka

Next Post

Erisca: Penulis Yang Baik Tulisannya Mudah Dicerna

Related Posts

Surplus Perdagangan Indonesia: Benarkah Mencerminkan Penguatan Ekonomi Nasional?

Surplus Perdagangan Indonesia: Benarkah Mencerminkan Penguatan Ekonomi Nasional?

by REDAKSI TEROPONG
3 November 2026
0

Neraca perdagangan Indonesia mencatatkan surplus sebesar US$3,36 miliar pada September 2026. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor mencapai...

Sah di Aturan, Kontroversial di Publik

Sah di Aturan, Kontroversial di Publik

by REDAKSI TEROPONG
8 October 2026
0

Pergantian antarwaktu (PAW) pada dasarnya merupakan mekanisme untuk mengisi kursi DPR yang kosong sebelum masa jabatan berakhir. Namun, ketika kursi...

Pajak Marketplace Mulai Berlaku, Apa yang Perlu Diketahui Penjual?

Pajak Marketplace Mulai Berlaku, Apa yang Perlu Diketahui Penjual?

by REDAKSI TEROPONG
4 October 2026
0

Marketplace telah menjadi bagian dari keseharian masyarakat dalam melakukan jual beli. Tidak hanya untuk berbelanja, platform digital juga menjadi tempat...

Budaya Scroll dan Tantangan Membaca Mahasiswa

Budaya Scroll dan Tantangan Membaca Mahasiswa

by REDAKSI TEROPONG
23 September 2026
0

Kebiasaan scroll membuat mahasiswa terbiasa menerima informasi dalam bentuk yang singkat dan cepat. Video berdurasi pendek, rangkuman, serta konten dengan...

Islam Ala Prabowo dan Narasi Agama dalam Kekuasaan

Islam Ala Prabowo dan Narasi Agama dalam Kekuasaan

by REDAKSI TEROPONG
11 September 2026
0

Agama memiliki posisi penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Ketika agama kemudian dikaitkan dengan sosok seorang pemimpin politik, pembahasannya tidak hanya...

Ketika Hutan Terbakar, Satwa Kehilangan Rumah

Ketika Hutan Terbakar, Satwa Kehilangan Rumah

by REDAKSI TEROPONG
5 September 2026
0

Kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan kembali menunjukkan bahwa yang menjadi korban bukan hanya manusia. Di balik kepulan asap dan...

Next Post
Erisca: Penulis Yang Baik Tulisannya Mudah Dicerna

Erisca: Penulis Yang Baik Tulisannya Mudah Dicerna

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

AKU MASIH INGIN DIAM DAN HENING

AKU MASIH INGIN DIAM DAN HENING

8 years ago
Awali Pagi dengan Semangat

Awali Pagi dengan Semangat

6 years ago

Popular News

    Connect with us

    Berlangganan melalui Email

    Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

    Join 6 other subscribers

    Konten Terbaru

    • Penegakan Hukum Berkeadilan Tak Cukup Dilihat dari Satu Sudut Pandang 5 November 2026
    • UID Sumut Dorong Siswa dan Mahasiswa Jadi Inovator Kendaraan Listrik 5 November 2026
    • Wakil Dekan I Fatek UMSU Ajak Mahasiwa Mencintai Ilmu Energi 5 November 2026

    Tentang Kami

    Pers Mahasiswa TEROPONG merupakan salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU). UKM-LPM TEROPONG UMSU berdiri pada 12 Juli 2001 dan sampai saat ini merupakan satu-satunya UKM yang mengelola bidang penerbitan dan pers di tingkat UMSU.

    • Tentang
    • Advertisement
    • Contact

    © 2022 UKM-LPM Teropong UMSU | Designed and Developed by Agatha Projects.

    No Result
    View All Result
    • Artikel
    • Foto Jurnalistik
    • Kabar SUMUT
    • Kabar Kampus
    • Kabar Medan
    • Majalah
    • Newsletter
    • Sastra
    • Nasional
    • Internasional
    • Lainnya
      • Almamater
      • Ekonomi
      • Feature
      • Infografik
      • Lifestyle
      • Opini
      • Politik
      • Ragam
      • Sipongpong
      • Sobatpongpong
      • Sosok
      • Terkini

    © 2022 UKM-LPM Teropong UMSU | Designed and Developed by Agatha Projects.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password? Sign Up

    Create New Account!

    Fill the forms below to register

    All fields are required. Log In

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In