Pemutaran film Mlle Bottine dimanfaatkan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) sebagai sarana memperluas wawasan mahasiswa terhadap budaya dan bahasa Prancis, Jumat (24/04/2026).
Wakil Rektor III UMSU, Assoc. Prof. Dr. Rudianto, M.Si., menyampaikan kegiatan ini diharapkan menjadi pintu bagi mahasiswa untuk mengenal budaya Prancis lebih dekat.
“Film ini adalah saya kira gerbang teman-teman untuk memahami seperti apa Prancis dan suatu saat harapannya dari teman-teman sekalian bisa berangkat ke sana untuk studi lanjut,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya komunikasi lintas budaya antara Indonesia dan Prancis melalui berbagai kolaborasi akademik yang telah dibangun.
“Bagi UMSU sendiri, kita memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Prancis kita cukup banyak aktivitas yang kita kerjakan bahkan di perpustakaan kita disana ada warung Prancis, Saya kira warung Prancis adalah corner pertama yang bahkan kita miliki,” ungkapnya.
Sementara itu, Instruktur Alliance Française Medan, Sylvain Lelong Lacroix, menyebut Alliance Française sebagai pusat bahasa dan budaya Prancis di Sumatra sekaligus membuka peluang belajar bagi mahasiswa UMSU.
“Jadi di sini teman-teman bisa belajar bahasa, budaya, dan juga ikut tes bahasa Prancis,” katanya.
Ia menambahkan film Mlle Bottine menggunakan bahasa Prancis khas Quebec yang memiliki karakteristik berbeda dari bahasa Prancis di Eropa.
“Bahasa yang dipakai pada film Mlle Bottine menggunakan bahasa Prancis yang berasal dari kanada khususnya di provinsi Quebec itu bahasa Prancis sekitar 300 tahun yang lalu,” jelasnya.
Tr: Rizky





















