Hidup ini bukan panggung yang selalu terang,
Kadang kabut turun tanpa aba-aba.
Senyum palsu pun kerap jadi topeng di wajah,
Saat hati lelah menahan luka yang tak bersuara.
Hidup adalah kanvas yang tak selalu putih,
Coretan luka dan tawa berdansa bersisian.
Tak semua warna lahir dari cahaya,
Kadang gelap pun menyimpan hikmah yang bijaksana.
Kita berjalan tanpa tahu pasti ujungnya,
Menggenggam harap, merelakan yang tak bisa.
Langkah kecil pun punya arti yang besar,
Asal terus maju meski dunia berputar liar.
Kadang kita harus hancur lebih dulu,
Agar tahu bagian mana yang paling kuat.
Kadang pula harus tersesat,
Untuk tahu di mana rumah bagi jiwa yang penat.
Meski tak semua tanya mendapat jawaban,
Hidup tetap berjalan,
Mengajak kita menari di tengah hujan.
Belajar bahagia bukan karena tanpa badai,
Tapi karena hati mampu temukan indah di dalamnya.
Jangan iri pada hidup orang lain,
Setiap jiwa punya musim dan ujiannya sendiri.
Apa yang tampak indah di permukaan,
Belum tentu tanpa retakan di dalam hati.
Maka hiduplah perlahan, namun penuh rasa,
Syukuri yang ada, relakan yang harus pergi.
Sebab hidup bukan tentang selalu sempurna,
Melainkan tentang menjadi utuh,
Meski tak selalu lengkap.
Tr: Dina Yolanda






















