• Latest
  • Trending
  • All
  • Kabar Kampus
  • Feature
  • Opini
  • Sosok

RIMBA

23 November 2019
UMSU Bahas Penguatan HAM bagi Perempuan dan Disabilitas

UMSU Bahas Penguatan HAM bagi Perempuan dan Disabilitas

12 March 2026
Usai Penyusunan Program Kerja, FEB UMSU Gelar Bukber dan Berbagi

Usai Penyusunan Program Kerja, FEB UMSU Gelar Bukber dan Berbagi

12 March 2026
Sertijab Pijar, Awal Estafet Kepengurusan Baru

Sertijab Pijar, Awal Estafet Kepengurusan Baru

12 March 2026
Disertasi Dosen Fahum UMSU Soroti Kepastian Hukum Fasilitas Pajak Yayasan

Disertasi Dosen Fahum UMSU Soroti Kepastian Hukum Fasilitas Pajak Yayasan

11 March 2026
UKM LPM Teropong UMSU Gelar Buka Puasa Bersama

UKM LPM Teropong UMSU Gelar Buka Puasa Bersama

9 March 2026
Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia Rencanakan Mata Kuliah Linguistik Forensik

Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia Rencanakan Mata Kuliah Linguistik Forensik

7 March 2026
Bukber UKM Tari UMSU Jadi Tradisi Penguat Kebersamaan Anggota

Bukber UKM Tari UMSU Jadi Tradisi Penguat Kebersamaan Anggota

9 March 2026
Akademisi UMSU: Harga Minyak Bisa Melonjak hingga US$200

Akademisi UMSU: Harga Minyak Bisa Melonjak hingga US$200

6 March 2026
Pascasarjana UMSU Beri Apresiasi Nyata kepada Masyarakat Sekitar

Pascasarjana UMSU Beri Apresiasi Nyata kepada Masyarakat Sekitar

5 March 2026
Pengalaman Jadi Kunci, Mahasiswa FEB UMSU Tembus Kemenkeu

Pengalaman Jadi Kunci, Mahasiswa FEB UMSU Tembus Kemenkeu

4 March 2026
Serangan Iran di Timur Tengah Buka Risiko Perang Dunia ke 3

Serangan Iran di Timur Tengah Buka Risiko Perang Dunia ke 3

3 March 2026
Eratkan Silaturahmi, HIMADIKSA Gelar Buka Bersama

Eratkan Silaturahmi, HIMADIKSA Gelar Buka Bersama

2 March 2026
  • Tentang
  • Advertisement
  • Contact
Saturday, 14 March 2026
  • Login
  • Register
No Result
View All Result
BERLANGGANAN
UKM-LPM Teropong UMSU
  • Artikel
  • Foto Jurnalistik
  • Kabar SUMUT
  • Kabar Kampus
  • Kabar Medan
  • Majalah
  • Newsletter
  • Sastra
  • Nasional
  • Internasional
  • Lainnya
    • Almamater
    • Ekonomi
    • Feature
    • Infografik
    • Lifestyle
    • Opini
    • Politik
    • Ragam
    • Sipongpong
    • Sobatpongpong
    • Sosok
    • Terkini
  • Artikel
  • Foto Jurnalistik
  • Kabar SUMUT
  • Kabar Kampus
  • Kabar Medan
  • Majalah
  • Newsletter
  • Sastra
  • Nasional
  • Internasional
  • Lainnya
    • Almamater
    • Ekonomi
    • Feature
    • Infografik
    • Lifestyle
    • Opini
    • Politik
    • Ragam
    • Sipongpong
    • Sobatpongpong
    • Sosok
    • Terkini
No Result
View All Result
UKM-LPM Teropong UMSU
No Result
View All Result
Home Sastra

RIMBA

by REDAKSI TEROPONG
23 November 2019
in Sastra
Reading Time: 5 mins read
0
0
SHARES
16
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp


Aku adalah seorang anak yang lahir dari rahim semesta. Diasuh dan dibesarkan oleh alam sekitarnya. Semasa pertumbuhan aku mendapatkan nutrisi yang cukup dari alam, tempat aku hidup. Namun sekarang, setelah usiaku beranjak 15 tahun alamku sudah berbeda. Asri hijau pepohonan sudah tak dapat lagi kulihat, semuanya telah berubah. Gedung-gedung pencakar langit sebagai pengganti pepohonan yang tinggi. Harum wangi tanah juga tak pernah lagi hidungku hirup, semua daratan telah berwarna hitam beraspal. Pagi kicau burung juga sudah dirampas dari telingaku, bising suara knalpot kendaraan yang kini begitu ramah terhadap gangguan gendang telingaku. Kini, semuanya telah berbeda.

RelatedPosts

Pada Hal-Hal yang Tak Pernah Pergi

Perpisahan yang Tak Pernah Kupelajari

Rindu dalam Diam

Ingin aku kembali ke masa kecil dulu, dimana aku dapat bermain tanpa terganggu oleh egois kesibukan orang-orang. Di mana saja menjadi tempat untuk senang-senang. Tak ada yang harus dikhawatirkan seperti sekarang ini, keluar rumah tidak harus pakai masker seperti saat ini. Udara benar-benar menjadi oksigen yang mampu diterima paru-paru tanpa rasa khawatir akan penyakit yang kemungkinan akan diderita. Keinginan ku akan hal itu cukup kuat, hingga akhirnya ku diskusikan dengan sahabatuku.

“Bung, menurutmu bagaimana cara mengembalikan lingkungan seperti masa kecil kita dulu?”

“ahh… yang gila-gilanya ko!” katanya pesimis “mana mungkin itu bisa terjadi”.

“Kun fayakun. Jika allah berkehendak dan kita yakin itu bisa terjadi pasti akan terjadi” kuyakinkan Bakar.

“Yaudah, jika kau rasa bisa. Lakukanlah!”

Setelah perbincangan singkat di atas loteng itu, yang sebelumnya aku berharap Bakar sepemikiran denganku dan nyatanya tidak. Terpaksa, keinginanku harus kujalani sendiri tanpa bantuan dari seorangpun. Karena Cuma Bakar satu-satunya sahabat terbaikku yang bisa diajak bekerjasama, namun kali ini dia menolak dengan tegas. Ku ajak berpikir pikiranku dengan habis-habisan agar segera mendapatkan solusi atas apa yang aku inginkan. Lama aku melamun di atas loteng dengan posisi telentang menghadap langit.

Kupandang langit sore yang awannya berputar putar dari atas loteng, kunikmati angin sore yang sepoi-sepoi membelai kulitku. Putih warna awan memberikan kedaiman pada mata, biru warna langit menyehatkan pikiran yang sedang kacau, matahari yang pelan tapi pasti tergelincir menampilkan cahaya berwarna merah jingga mampu menetralisir penatnya diri dari kesibukan kota. Namun sayang, suasana yang memanjakan jiwa ini harus terganggu dengan bising suara klakson kuda besi yang berpacu dengan ketidaksabaran. Karena hal itu, aku kembali teringat akan mimpiku lagi. Dan aku menemukan jawabannya, menjadi pengembara di suatu tempat yang tidak pernah terjamah oleh manusia serakah dan tamak dengan kesibukan yang sebenarnya diperbuat oleh dirinya sendiri. Mungkin di sanalah tempat yang sama seperti 15 tahun lalu yang pernah aku rasakan.

Aku turun ke bawah menuju kamarku, aku sangat bersemangat untuk melakukan perjalanan panjang ini sendiri. Di dalam kamar kupersiapkan segalanya yang menurut aku perlu dalam pengembaraan ini. Ku ambil ransel yang tergantung di dinding kamar, ku masukan ke dalamnya beberapa potong pakaian santai dan beberapa buku serta paling penting tak lupa pula ku buka lebar-lebar ranselku lalu ku shalawatin dalamnya. Ku harap semoga shalawat yang ku bawa itu akan menjadi penyelamat diriku kelak pada saat diperjalanan. Tak sabar diri menunggu besok untuk berangkat.

***

Pagi sekali sehabis salat subuh, dimana hari belum begitu terang aku melangkah keluar rumah sambil menngendong ransel yang di dalamnya terdapat pakaian dan sepenggal shalawat. Bermodalkan niat kutinggalkan rumahku yang sudah terkepung kebisingan yang menyibukkan. Aku berjalan terus lurus ke depan, udara pagi yang bercampur satu dua kendaraan menjadi pengiring langkah kepergian. Ku terobos kabut tipis yang mengganggu penglihatan, yang nyatanya ternyata bukan kabut melainkan asap kendaraan. Aku berjalan terus sampai ada seorang pengendara yang bertanya “mau kemana tujuanmu,dik?Biar saya antar kalau tak punya uang ongkos naik kendaraan umum” tawarnya serius yang dikiranya aku tak punya uang.

“Terimakasih pak, saya memang lagi tidak mau naik angkutan umum dan tujuan saya sudah pasti tidak ada satupun angkutan umum yang ke sana” balasku sambil tersenyum.

“emangnya mau kemana dik?”

“Kesuatu tempat yang belum pernah dijamah kesibukan manusia pak”

“Ahh, apa ada?” terkejut keheranan ia melemparkan tanya

“Ada atau nggaknya cuma tuhan yang tau dimana tempatnya, selama aku meyakini itu pasti ada. Maka tuhan akan menunjukan jalannya” aku berlalu meninggalkannya.

Disepanjang perjalanan banyak orang-orang yang melihatku aneh dan tidak sedikit pula yang berinterkasi samaku menyanyakan mau kemana aku dan apa tujuan dari semua itu. Mendengar jawaban dariku banyak yang mengatakan mustahil bahkan tidak percaya aku akan menemukannya hingga ada yang menertawakannya. Disaat seperti itulah gantian aku yang melihat mereka aneh sebagai manusia. Menanyakan dan ingin tau apa tujuanku tapi setelah mendengar jawabannya mereka pesimis bahkan menertawakan, sungguh contoh orang yang tidak paham bagaimana cara menghargai orang lain.

Hampir seharian penuh aku berjalan, ku lihat ada bekas galian tidak selesai yang terabaikan dan seolah menjadi seperti terowongan tua. Tepat di depan mulut galian ada larangan untuk masuk ke dalamnya. Aku penasaran, aku masuk tak mengindahkan apa yang telah terpampang jelas di depan mataku. Di dalam sangat gelap, ku hidupkan api dari kayu yang berserakan di dalam terowongan ini. Dan waw, ternyata terowongan ini lebar , panjang dan terdapat banyak sekat. Ku susuri pelan-pelan terowongan aneh ini, banyak kutemukan binatang melata berkeliaran dari mulai yang jauh dari kata mengerikan hingga yang mengerikan. Aku menghindari dan membiarkannya hidup, akupun demikian seolah hewan-hewan tersebut mengerti bukan dirinya tujuanku.

***

Tanpa sadar aku telah memakan waktu berhari-hari menyusuri terowongan aneh ini, persedian makanan ku pun sudah habis. Stamina pun demikian, terkuras habis habisan. Tapi aku tak akan menyerah untuk menemukan ujung terowongan gelap lembab yang aneh ini. Sudah kuabaikan mimpiku demi menjawab rasa penasaran. Sekitar seratusan meter ku lihat ada cahaya yang mengintip, karenanya stamina ku seolah pulih kembali. Aku berlari mengejar sumber cahaya, semakin dekat semakin jelas cahaya itu datangnya darimana. Yaitu dari tempat menakjubkan yang belum pernah aku lihat. Di ujung terowongan terdapat hamparan hijau yang sangat luas, seluas mata memandang. Burung-burung berterbangan bebas, suara kicau yang sangat merdu memanjakan telinga. Hewan-hewan berkaki empat yang sedang kejar kejaran, juga terdapat sungai yang mengalirkan air sangat jernih. Aku terpukau akan keindahan yang tersembunyi ini. segera ku ambil buku di dalam tas, lalu aku tulis sepucuk surat yang aku tidak tau setelah itu surat tersebut harus diapakan. Yang terpenting aku menulis saja dulu apa yang ada dihadapanku saat ini

            “ Teruntuk siapapun yang membacanya. Salam kenal. Namaku, Rimba. Aku adalah anak pelarian dari ketidak tenangan kota yang mencari kedamain jiwa. Denga bekal asal-asalan, ditemani bayang-bayang keinginan yang kuat aku menyusuri jalan sampai disuatu tempat yang sangat indah nan menawan. Tapi maaf, nama tempatnya belum kutemukan apa yang pantas untuk tempat seindah ini. sesampainya di sini seolah aku terlahir kembali. Bernostalgia ke masa lalu. Kutemukan lagi ketenangan jiwaku yang telah lama hilang. Tak ada bising suara knalpot yang menggangu, yang ada hanya kicau burung yang memanjakan pendengaran. Tak ada kesibukan yang mementingkan kepentingan pribadi yang ada hanya segerombolan hewan yang saling kejar-kejaran. Juga tak kudapati di sini debu yang mengganggu penglihatan dan pernapasan bagi paru-paru yang kulihat hanyalah hijau tumbuhan dan udara segar yang memanjankan saluran pernapasan. Lebih dari nostalgia ku dapati di sini.

Sekali lagi, surat ini ku tulis untuk siapa saja yang beruntung membacanya. Kan kuhantarkan surat ini melalui aliran sungai. Tertutup rapat di dalam botol yang nantinya akan terombang ambing untuk terdampar di entah. Mungkin diantah berantah yang jauh. Namun, jika anda mendapati dan selesai sudah membacanya. Ku mohon jangan dibuang. Bawakanlah pada penguasa yang punya kuasa mengasuh alam semesta. Berikan surat ini dengan tangan gemetar, mata yang berbinar dan suara yang getir. Katakana padanya, bacalah dengan hati pikirkan regenarasi, ciptakanlah bumi yang asri!”.

Tr : Mahdaraf Sanjani

Previous Post

PK IMM FAI UMSU Laksanakan DAD

Next Post

Pantun

Related Posts

Pada Hal-Hal yang Tak Pernah Pergi

Pada Hal-Hal yang Tak Pernah Pergi

by REDAKSI TEROPONG
4 February 2026
0

Aku belajar kehilangan, dari caramu tetap tinggal, meski tak lagi bernama pulang. Waktu berjalan seperti hujan, jatuh perlahan di bahu...

Iram Dzāt al-‘Imād, Kota Kuno Kaum ‘Ād yang Hilang dan Kisahnya Diabadikan dalam Al-Qur’an

Perpisahan yang Tak Pernah Kupelajari

by REDAKSI TEROPONG
14 January 2026
0

Kita tidak bertengkar, tidak juga saling pergi dengan pintu yang dibanting, dan tak ada kata “selesai” yang sempat kita ucapkan...

Rindu dalam Diam

Rindu dalam Diam

by REDAKSI TEROPONG
9 January 2026
0

Aku menyebut namamu pelan dalam hati. Rindu datang tanpa pernah kuundang. Tak ada pesan yang berani kukirim. Aku memilih diam,...

Sambut Tahun Baru, KAI Divre 1 Sumatera Tebar Diskon 30 Persen

Yang Katanya “Rumah” Itu…

by REDAKSI TEROPONG
31 December 2025
0

Rumah yang dulu penuh cahaya, Kini hampa, tak ada lagi tawa. Dinding-dinding bisu menyimpan luka, Semua terjadi di luar bayanganku....

‎UMK Medan 2026 Naik Delapan Persen, Warga Medan Nilai Kenaikan Cukup

Ibu

by REDAKSI TEROPONG
22 December 2025
0

Ibu Di pagi yang selalu lebih dulu bangun, kau titipkan doa pada air dan cahaya. Tak pernah kau hitung lelah,...

Antara Solidaritas dan Regulasi: Polemik Penggalangan Dana Tanpa Izin

Menggenggam Diri

by REDAKSI TEROPONG
15 December 2025
0

Tak ada podium, Saat memilih bertahan. Tak ada sorak, Ketika keinginan menyerah, Berhasil diredam. Belajar memimpin, Tanpa menunjuk siapa pun,...

Next Post

Pantun

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Marie Thomas, Dokter Perempuan Pertama Yang Berasal Dari Indonesia

Marie Thomas, Dokter Perempuan Pertama Yang Berasal Dari Indonesia

5 years ago

Tata Cara Vaksinasi COVID-19 dari Kemenkes

5 years ago

Popular News

    Connect with us

    Berlangganan melalui Email

    Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

    Join 6 other subscribers

    Konten Terbaru

    • UMSU Bahas Penguatan HAM bagi Perempuan dan Disabilitas 12 March 2026
    • Usai Penyusunan Program Kerja, FEB UMSU Gelar Bukber dan Berbagi 12 March 2026
    • Sertijab Pijar, Awal Estafet Kepengurusan Baru 12 March 2026

    Tentang Kami

    Pers Mahasiswa TEROPONG merupakan salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU). UKM-LPM TEROPONG UMSU berdiri pada 12 Juli 2001 dan sampai saat ini merupakan satu-satunya UKM yang mengelola bidang penerbitan dan pers di tingkat UMSU.

    • Tentang
    • Advertisement
    • Contact

    © 2022 UKM-LPM Teropong UMSU | Designed and Developed by Agatha Projects.

    No Result
    View All Result
    • Artikel
    • Foto Jurnalistik
    • Kabar SUMUT
    • Kabar Kampus
    • Kabar Medan
    • Majalah
    • Newsletter
    • Sastra
    • Nasional
    • Internasional
    • Lainnya
      • Almamater
      • Ekonomi
      • Feature
      • Infografik
      • Lifestyle
      • Opini
      • Politik
      • Ragam
      • Sipongpong
      • Sobatpongpong
      • Sosok
      • Terkini

    © 2022 UKM-LPM Teropong UMSU | Designed and Developed by Agatha Projects.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password? Sign Up

    Create New Account!

    Fill the forms below to register

    All fields are required. Log In

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In