• Latest
  • Trending
  • All
  • Kabar Kampus
  • Feature
  • Opini
  • Sosok

Mahkota Untuk Ayah dan Ibu

21 July 2018
Hilal di Medan Belum Penuhi Kriteria MABIMS, Sidang Isbat Jadi Penentu

Hilal di Medan Belum Penuhi Kriteria MABIMS, Sidang Isbat Jadi Penentu

19 March 2026
Kasus Andrie Yunus Disorot, Akademisi UMSU Singgung Keamanan Negara

Kasus Andrie Yunus Disorot, Akademisi UMSU Singgung Keamanan Negara

18 March 2026
Mahasiswa UMSU Juara MHQ Internasional, Ungkap Kunci Hafalan

Mahasiswa UMSU Juara MHQ Internasional, Ungkap Kunci Hafalan

17 March 2026
Aktivis Diserang, Koalisi Sipil Tuntut Keadilan

Aktivis Diserang, Koalisi Sipil Tuntut Keadilan

18 March 2026
Lepas Peserta Mudik Gratis, Bobby Nasution: Jangan Ada Praktik Jual Beli Tiket

Lepas Peserta Mudik Gratis, Bobby Nasution: Jangan Ada Praktik Jual Beli Tiket

17 March 2026
Teror terhadap Pembela HAM: Alarm bagi Demokrasi Indonesia

Teror terhadap Pembela HAM: Alarm bagi Demokrasi Indonesia

17 March 2026
UMSU Keluarkan Surat Edaran Libur Khusus Idul Fitri 1447H

UMSU Keluarkan Surat Edaran Libur Khusus Idul Fitri 1447H

15 March 2026
Diskusi HAM Tekankan Kesetaraan di Hadapan Hukum

Diskusi HAM Tekankan Kesetaraan di Hadapan Hukum

14 March 2026
Pascabanjir Benua Raja, Mahasiswa UMSU Prioritaskan Trauma Healing

Pascabanjir Benua Raja, Mahasiswa UMSU Prioritaskan Trauma Healing

14 March 2026
UMSU Bahas Penguatan HAM bagi Perempuan dan Disabilitas

UMSU Bahas Penguatan HAM bagi Perempuan dan Disabilitas

12 March 2026
Usai Penyusunan Program Kerja, FEB UMSU Gelar Bukber dan Berbagi

Usai Penyusunan Program Kerja, FEB UMSU Gelar Bukber dan Berbagi

12 March 2026
Sertijab Pijar, Awal Estafet Kepengurusan Baru

Sertijab Pijar, Awal Estafet Kepengurusan Baru

12 March 2026
  • Tentang
  • Advertisement
  • Contact
Tuesday, 24 March 2026
  • Login
  • Register
No Result
View All Result
BERLANGGANAN
UKM-LPM Teropong UMSU
  • Artikel
  • Foto Jurnalistik
  • Kabar SUMUT
  • Kabar Kampus
  • Kabar Medan
  • Majalah
  • Newsletter
  • Sastra
  • Nasional
  • Internasional
  • Lainnya
    • Almamater
    • Ekonomi
    • Feature
    • Infografik
    • Lifestyle
    • Opini
    • Politik
    • Ragam
    • Sipongpong
    • Sobatpongpong
    • Sosok
    • Terkini
  • Artikel
  • Foto Jurnalistik
  • Kabar SUMUT
  • Kabar Kampus
  • Kabar Medan
  • Majalah
  • Newsletter
  • Sastra
  • Nasional
  • Internasional
  • Lainnya
    • Almamater
    • Ekonomi
    • Feature
    • Infografik
    • Lifestyle
    • Opini
    • Politik
    • Ragam
    • Sipongpong
    • Sobatpongpong
    • Sosok
    • Terkini
No Result
View All Result
UKM-LPM Teropong UMSU
No Result
View All Result
Home Sastra

Mahkota Untuk Ayah dan Ibu

by REDAKSI TEROPONG
21 July 2018
in Sastra
Reading Time: 5 mins read
0
0
SHARES
19
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Biarkan bumi berputar dengan porosnya, biarkan hujan datang dan pergi sesukanya dan biarkan Dia mengatur hidupmu dengan kuasa Nya. Karena apapun keadaan nya semua tergantung kepada apa yang Dia kehendaki. Rezeki, jodoh, maut adalah rahasia sang pencipta. Kita tak pernah tau apa yang ada pada diri kita dari ketiga hal tersebut. Sama hal nya seperti kehidupan yang telah dilalui oleh gadis putih, cantik, nan sholeha tersebut.

Nur syafika adalah namanya, seorang gadis yang sangat santun, pribahasa nya yang sangat lembut membuat seolah para wanita cemburu dengan kecantikan luar dalamnya. Kecerdasan yang ia miliki telah mampu memberikan mahkota terindah untuk kedua orang tua nya yaitu Ibu Fatimah dan Pak Ali. Yang mana tak semua orang cerdas mampu mendapat kan mahkota terindah itu.

RelatedPosts

Pada Hal-Hal yang Tak Pernah Pergi

Perpisahan yang Tak Pernah Kupelajari

Rindu dalam Diam

Lima belas tahun silam saat Fika masih berumur 6 tahun. Ia selalu mengantar dan menyambut ayah nya ketika pulang dari laut. Rumah yang sangat sederhana, berlantai kan tanah liat, berdinding kan papan, dan beratap kan nipah dalam bidang kurang lebih dari 4 kali 6 meter itu lah tempat keluarga tiga orang anak ini tinggal. Keluarga yang sangat sederhana bahkan kurang dibanding dengan keluarga lain. Sebab pak Ali hanya seorang pelaut harian yang mana apabila cuaca mendukung ia akan bergaji namun bilamana cuaca tidak menudukung maka untuk makan sajas usah untuk dicari.

Kawasan pantai bukanlah lingkungan yang ramai akan pendidikan. Namun tekad Fika untuk sekolah sangat kuat mengingat ia adalah anak pertama dari dua adiknya yang masih sangat kecil. Ia selalu mengoceh pada ayahnya kalau ia ingin sekolah sejauh dan setinggi mungkin. Sebab semakin jauh perjalanan kita untuk menuntut ilmu akan semakin banyak pula ilmu yang akan kita dapat. Ibarat perjalanan semakin panjang jalan maka akan semakin banyak pintasan, semakin banyak pintasan maka akan semakin banyak informasi yang akan kita dapatkan.

“tuntut lah ilmu walau sampai ke negeri cina” kata-kata yang selalu membuat fika semangat untuk menuntut ilmu. Namun mimpi tidak semata – mata indah hanya karena kata – kata. Celaan bahkan hinaan sudah seperti santapan hari –hari bagi fika ketika masyarakat sekitar mengumpat cita – citanya.“Apa yang akan dilakukan oleh anak seorang nelayan harian? Sekolah sampai tingkat dasar sudah cukup untukmu, selebihnya bantu orang tua, asin kan ikan, jemur udang, atau bahkan ikut orang tua mencari kerang”. Itulah kata – kata yang selalu dilontarkan para tetangga dimukanya. Tapi itu semua tak menjadi penghalang untuknya terus belajar. Hingga suatu saat ketika Fika sudah meranjak remaja dan memasuki sekolahmenengah tingkat pertama. Ia bingung kemana ia akan melanjutkan mimpi nya setelah itu.

“fika mau lanjut kemana setelah ini nak ? “ satu pertanyaan Ali ketika fika sedang asyik muroja’ah dengan hafalan – hafalannya. “ kesini bi “ sambil menunjuk satu gambar mesjid yang sangat indah yaitu Masjid Biru Istanbul. Dengan tersenyum ayahnya berkata “InSyaa Allah ” kalau Allah sudah berkehenndak dan niat sudah tertancap dalam hati diiringi dengan usaha yang tulus dan Doa tiada henti akan merealisasikan semua mimpi – mimpi mu.Sebab kalau Allah sudah katakan Terjadi maka Terjadilah tak satupun hal yang dapat menghalanginya.

Keluarga kecil ini sedang asyik menyantap makan malam sederhana mereka. Tanpa diduga tamu terhormat datang dari ibu kota yang ingin mencari santri dan santriwati baru penghafal Qur’an untuk ditempatkan disalah satu Pesantren yang baru didirikan dikota Medan. Senyum lebar merekah dibibir Fika ketika ia ditawarka nuntuk menjadi santriwati Pesantren tersebut. Dilihatnya mata kedua malaikat tanpa sayapnya dengan buliran air mata penuh harap. Dan terpancar satu jawaban serta harapan agar kelak suatu saat Fika akan menjadi seorang Hafidzah yang dapat menghadiahkan mahkota terindah untuk mereka.

“pergilah nak, tuntutlah ilmu, dan jangan pulang sebelum kamu menjadi seorang Hafidzah” pesan Ali kedapa Fika sambil memberikan satu mushaf Al Qur’an. Kepergian fika dari gubuk sederhana itu diwarnai senyum bahagia dengan tetesan air mata penuh haru. Siapa sangka anak dari seorang nelayan miskin bisa sekolah sampai kekota bahkan tanpa dipungut
biaya sedikitpun.

Setahun setelah kepergian fika, Ali sakit keras ditambah dengan luka dikakinya yang tak kunjung sembuh akibat terlilit mesin sampan beberapa minggu lalu. Rasa sakit yang dirasakannya hanya dia saja yang tau. Namun senyum indah tetap tersayat dibibirnya hanya untuk menenangkan hati fatimah dan anak anak nya. Hingga pada satu saat dimana sakit yang
ia rasakan sudah tak tertahan lagi dan juga pengobatan yang tak dapat terlanjuti yang disebabkan kekurangan biaya. Ali pun menghembuskan nafas terakhirnya dipangkuan Fatimah dengan muka yang sangat pucat.

“umi tolong jangan katakan pada fika, seperti apa Abi saat ini. Dan jangan
menyuruhnya pulang meski apapun yang terjadi. Abi hanya ingin dia menjadi seorang hafidzah dan menjadi manusia yang bermanfaat untuk manusia lain. Jangan pernah berhenti mendukung mimpi anak – anak kita meski kita pun tak sanggup hendak merealisasikan nya. Ada Allah sebagai tumpuan hidup kita”

Pesan Ali itu sangat menggores hati Fatimah mana mungkin ia akan merahasiakan kematian ayah dari anak kesayangan nya yang sedang menuntut ilmu diluar sana. Sedang fika sangat menyayangi ayahnya. Apa yang harus ia katakan pada fika ketika ia pulang nanti. Seperti apa fika ketika tahu kalau ayahnya sudah tiada sedang ia tidak tahu menahu tentang kematian ayahnya. Fatimah dan kedua anaknya pun tetap tegar setelah kepergian suaminya dan melanjutkan rutinitas mereka sebagia pencari kerang dipinggiran pantai. keadaan keluarga mereka pun sudah lebih baik sejak kepergian Ali sebab kepergian Ali memberi hikmah yang
luar biasa untuk fatimah, ia mendapathibah dari desaatas kepergian suaminya.

Tiga musim berganti, tidak terasa sudah 3 tahun lebih fika meninggalkan gubuk sederhana itu tanpa tau apa saja yang sudah terjadi dirumah tersebut. Sudah saatnya ia pulang untuk beberapa saat sebelum akan diberangkatkan ke Istanbul sebagai perwakilan siswa penghafal Qur’an tercepat. Tidak salah fika dikatakan sebagai siswa terbaik di kelasnya sebab
dalam waktu 8 bulan ia sudah bisa menghafal serta memaknai arti AlQur’an dengan baik. Kepulangan fika kerumah memberi kebahagian pada hati Fatimah. Anak yang dirindukan nya selama tiga tahun akhirnya pulang dengan membawa kabar yang membanggakan. Tapi kebahagiaan itu berubah ketika fika megetahui bahwa ayahnya telah tiada bahkansudah dua tahun lalu. Hati fika hancur berkeping – keping, saat- saat dimana yang ia rindukan dan ia janjikan untuk memberi hadiah kepada sang ayah secara langsung bahwa ia sekarang sudah menjadi seorang hafidzah sudah tak bisa terealisasikan lagi. Senyum indah ayah yang selalu ia bayangkan setiap malamketika meberi kabar gembira ini hilang begitu saja.

Dengan tubuh yang lemah dan isakan tangis fika berkata “umi, fika ingin menziarahi kuburan abi” lirih fika disertai buliran air mata bak hujan di siang hari. Fatimah pun memeluk fika untuk menyemangatinya dan membawanya kekuburan Ali.

Seminggu setelah balik kekampung halaman fika pun harus berangkat ke Istanbul untuk melanjutkan sekolahnya sebagai seorang penghafal Qur’an. Meski hati tak sanggup meninggalkan umi dan adik – adiknya tapi ini adalah kewajiban dan amanah ayah yang harus selalu ia pegang. Menjadi anak yang sholeh adalah impian dari setiap orang. Anak yang dapat
menarik kedua orang tua nya ke dalam Surga dan Anak yang Doa nya tak tertolak oleh penjuru langit.

Itulah fika anak dari seorang nelayan miskin dan pencari kerang dipinggiran pantai yang berhasil sekolah sampai ke Istanbul,serta menghadiahkan mahkota terindah untuk kedua orang tua nya.

Oleh: Silvia Handayani Mahasiswa semester III Akuntansi Perbankan dan
Keuangan, Politeknik Negeri Medan.

Tags: #alquran#ayahibu#hafidzah#mahkota
Previous Post

Nikmati Makanan Khas ini saat berkunjung ke Sumatera Utara

Next Post

Tujuh Cara Jitu Hilangkan Rasa Malas

Related Posts

Pada Hal-Hal yang Tak Pernah Pergi

Pada Hal-Hal yang Tak Pernah Pergi

by REDAKSI TEROPONG
4 February 2026
0

Aku belajar kehilangan, dari caramu tetap tinggal, meski tak lagi bernama pulang. Waktu berjalan seperti hujan, jatuh perlahan di bahu...

Iram Dzāt al-‘Imād, Kota Kuno Kaum ‘Ād yang Hilang dan Kisahnya Diabadikan dalam Al-Qur’an

Perpisahan yang Tak Pernah Kupelajari

by REDAKSI TEROPONG
14 January 2026
0

Kita tidak bertengkar, tidak juga saling pergi dengan pintu yang dibanting, dan tak ada kata “selesai” yang sempat kita ucapkan...

Rindu dalam Diam

Rindu dalam Diam

by REDAKSI TEROPONG
9 January 2026
0

Aku menyebut namamu pelan dalam hati. Rindu datang tanpa pernah kuundang. Tak ada pesan yang berani kukirim. Aku memilih diam,...

Sambut Tahun Baru, KAI Divre 1 Sumatera Tebar Diskon 30 Persen

Yang Katanya “Rumah” Itu…

by REDAKSI TEROPONG
31 December 2025
0

Rumah yang dulu penuh cahaya, Kini hampa, tak ada lagi tawa. Dinding-dinding bisu menyimpan luka, Semua terjadi di luar bayanganku....

‎UMK Medan 2026 Naik Delapan Persen, Warga Medan Nilai Kenaikan Cukup

Ibu

by REDAKSI TEROPONG
22 December 2025
0

Ibu Di pagi yang selalu lebih dulu bangun, kau titipkan doa pada air dan cahaya. Tak pernah kau hitung lelah,...

Antara Solidaritas dan Regulasi: Polemik Penggalangan Dana Tanpa Izin

Menggenggam Diri

by REDAKSI TEROPONG
15 December 2025
0

Tak ada podium, Saat memilih bertahan. Tak ada sorak, Ketika keinginan menyerah, Berhasil diredam. Belajar memimpin, Tanpa menunjuk siapa pun,...

Next Post

Tujuh Cara Jitu Hilangkan Rasa Malas

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

HMJ IAP UMSU Sukses Laksanakan Workshop

BOPM Wacana Gelar Pelatihan Jurnalistik Bertema Konservasi Lingkungan

1 year ago
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik 5 Menteri dan Wakil Menteri

Presiden Joko Widodo Resmi Lantik 5 Menteri dan Wakil Menteri

4 years ago

Popular News

    Connect with us

    Berlangganan melalui Email

    Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

    Join 6 other subscribers

    Konten Terbaru

    • Hilal di Medan Belum Penuhi Kriteria MABIMS, Sidang Isbat Jadi Penentu 19 March 2026
    • Kasus Andrie Yunus Disorot, Akademisi UMSU Singgung Keamanan Negara 18 March 2026
    • Mahasiswa UMSU Juara MHQ Internasional, Ungkap Kunci Hafalan 17 March 2026

    Tentang Kami

    Pers Mahasiswa TEROPONG merupakan salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU). UKM-LPM TEROPONG UMSU berdiri pada 12 Juli 2001 dan sampai saat ini merupakan satu-satunya UKM yang mengelola bidang penerbitan dan pers di tingkat UMSU.

    • Tentang
    • Advertisement
    • Contact

    © 2022 UKM-LPM Teropong UMSU | Designed and Developed by Agatha Projects.

    No Result
    View All Result
    • Artikel
    • Foto Jurnalistik
    • Kabar SUMUT
    • Kabar Kampus
    • Kabar Medan
    • Majalah
    • Newsletter
    • Sastra
    • Nasional
    • Internasional
    • Lainnya
      • Almamater
      • Ekonomi
      • Feature
      • Infografik
      • Lifestyle
      • Opini
      • Politik
      • Ragam
      • Sipongpong
      • Sobatpongpong
      • Sosok
      • Terkini

    © 2022 UKM-LPM Teropong UMSU | Designed and Developed by Agatha Projects.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password? Sign Up

    Create New Account!

    Fill the forms below to register

    All fields are required. Log In

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In