Teropongdaily, Medan-Kolaborasi dan arah gerakan literasi Afiliasi Penerbit Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ’Aisyiyah (APPTIMA) dalam kegiatan Musyawarah Nasional (Munas) ke III yang digelar di Auditorium UMSU, Jumat (16/01/26).
Wakil Rektor I Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Prof. Dr. H. Arifin Gultom, S.H., M.Hum., menegaskan bahwa penerbit perguruan tinggi harus mampu beradaptasi dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi, khususnya dalam dunia penerbitan akademik.
Menurutnya, penerbit perguruan tinggi tidak lagi hanya berfokus pada penerbitan buku fisik, tetapi juga perlu mengembangkan penerbitan berbasis digital seperti e-book dan e-jurnal.
“Penerbit kita tidak hanya sekarang ini menerbitkan buku-buku fisik, tapi sudah harus memikirkan dan memang sudah berjalan tentang penerbitan e-book dan e-jurnal yang bisa diakses di mana pun,” ujarnya.
Ia juga menilai, digitalisasi penerbitan memberikan kemudahan akses bagi masyarakat, terutama mahasiswa, dalam memperoleh bahan bacaan dan karya ilmiah.
“Bukan saja di perpustakaan, tetapi di ruang-ruang tempat kos mahasiswa juga bisa dibuka karena bisa diakses di mana-mana. Ini suatu hal yang sangat menggembirakan,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Sekretaris Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Muhammad Muzakir, S.Sos., M.A., Ph.D., menyampaikan bahwa penerbitan memiliki peran strategis dalam perjalanan Muhammadiyah sejak awal berdirinya.
“Dalam tradisi Muhammadiyah, penerbitan menjadi bagian yang sangat strategis sebagaimana tertuang dalam Anggaran Dasar Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah Amar Ma’ruf Nahi Munkar,” ungkapnya.
Tr: Annisa




















