Kepala Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) mendorong peningkatan literasi mahasiswa melalui berbagai program, sementara mahasiswa menilai distraksi media sosial masih menjadi tantangan utama dalam membangun kebiasaan membaca, Kamis (23/4/2026).
Dalam mendukung literasi, UMSU juga menghadirkan berbagai program seperti Smart Consultation dan Podcast Literasi (Pocali) yang melibatkan mahasiswa, serta mengembangkan perpustakaan digital dan akses jurnal internasional.
Kepala Perpustakaan UMSU, Dr. Muhammad Arifin, M.Pd menyampaikan bahwa pihaknya menggelar kegiatan penyerahan royalti dan UMSU Press Award sebagai bentuk apresiasi kepada para penulis.
“Ini upaya kita dalam memperingati Hari Buku Sedunia, sekaligus mendorong minat membaca dan menulis di lingkungan kampus,” ujarnya.
Ia menyebutkan, kunjungan mahasiswa ke perpustakaan mengalami peningkatan, terutama pada momen tertentu seperti menjelang ujian dan awal tahun ajaran baru.
“Kalau harinya, biasanya ramai di Selasa, Rabu, dan Kamis. Sementara Senin dan Sabtu cenderung lebih sepi,” katanya.
Selain itu, perpustakaan juga menerapkan prinsip pemenuhan kebutuhan referensi mahasiswa, khususnya bagi mahasiswa tingkat akhir.
“Kalau buku yang dibutuhkan belum ada, mahasiswa bisa mengusulkan dan nanti akan kita usahakan sampai tersedia,” jelasnya.
Sementara itu, mahasiswi prodi Ilmu Komunikasi UMSU semester VI, Hasila Salsabila, menilai rendahnya minat baca generasi muda dipengaruhi oleh distraksi digital seperti media sosial.
“Buku itu tetap penting banget, walaupun sekarang serba digital. Justru di tengah banjir informasi, buku itu jadi sumber yang lebih dalam dan terarah,” tuturnya.
Ia berharap peringatan Hari Buku tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga mampu mendorong kebiasaan membaca di kalangan mahasiswa.
“Semoga Hari Buku bisa jadi momen untuk mulai lagi kebiasaan membaca, walaupun pelan-pelan. Yang penting mulai dulu dari yang disuka,” pungkasnya.
Tr : Athira




















