• Latest
  • Trending
  • All
  • Kabar Kampus
  • Feature
  • Opini
  • Sosok

Berantas Match Fixing ! PSSI Harus Berbenah

3 January 2019
Indonesia Perkuat Dukungan Palestina dalam Kunjungan di Yordania

Indonesia Perkuat Dukungan Palestina dalam Kunjungan di Yordania

14 August 2026
PPK Ormawa HMJ EP Dorong Pengembangan Potensi Desa Mardinding Julu.

PPK Ormawa HMJ EP Dorong Pengembangan Potensi Desa Mardinding Julu.

12 August 2026
Kontroversi Konten Kreator Jadi Momentum Perkuat Perlindungan Anak di Ruang Digital

Kontroversi Konten Kreator Jadi Momentum Perkuat Perlindungan Anak di Ruang Digital

12 August 2026
Jawab Pertanyaan, Mahasiswa UMSU Bawa Pulang TV dari CFD Kampus

Jawab Pertanyaan, Mahasiswa UMSU Bawa Pulang TV dari CFD Kampus

10 August 2026
Mahasiswa UMSU Ukir Prestasi, Raih Juara II Reels & Short Video Competition

Mahasiswa UMSU Ukir Prestasi, Raih Juara II Reels & Short Video Competition

10 August 2026
Anggaran BRIN Triliunan Rupiah, Hasil Inovasi Dinilai Masih Minim

Anggaran BRIN Triliunan Rupiah, Hasil Inovasi Dinilai Masih Minim

8 August 2026
Daffa Khairi Raih Duta Genre, Bukan Sekadar Selempang

Daffa Khairi Raih Duta Genre, Bukan Sekadar Selempang

8 August 2026
Yayasan STIKes Indah Medan Resmi Diserahkan kepada Persyarikatan Muhammadiyah

Yayasan STIKes Indah Medan Resmi Diserahkan kepada Persyarikatan Muhammadiyah

6 August 2026
UMSU Perkuat Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila Lewat Aksi Nyata

UMSU Perkuat Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila Lewat Aksi Nyata

6 August 2026

Mengenal Londo Ireng

5 August 2026
Talkshow dan Seminar FISIP UMSU Bahas Pemanfaatan Media Sosial dalam Perspektif Hukum

Talkshow dan Seminar FISIP UMSU Bahas Pemanfaatan Media Sosial dalam Perspektif Hukum

6 August 2026
Pelan Tapi Sampai

Pelan Tapi Sampai

4 August 2026
  • Tentang
  • Advertisement
  • Contact
Friday, 14 August 2026
  • Login
  • Register
No Result
View All Result
BERLANGGANAN
UKM-LPM Teropong UMSU
  • Artikel
  • Foto Jurnalistik
  • Kabar SUMUT
  • Kabar Kampus
  • Kabar Medan
  • Majalah
  • Newsletter
  • Sastra
  • Nasional
  • Internasional
  • Lainnya
    • Almamater
    • Ekonomi
    • Feature
    • Infografik
    • Lifestyle
    • Opini
    • Politik
    • Ragam
    • Sipongpong
    • Sobatpongpong
    • Sosok
    • Terkini
  • Artikel
  • Foto Jurnalistik
  • Kabar SUMUT
  • Kabar Kampus
  • Kabar Medan
  • Majalah
  • Newsletter
  • Sastra
  • Nasional
  • Internasional
  • Lainnya
    • Almamater
    • Ekonomi
    • Feature
    • Infografik
    • Lifestyle
    • Opini
    • Politik
    • Ragam
    • Sipongpong
    • Sobatpongpong
    • Sosok
    • Terkini
No Result
View All Result
UKM-LPM Teropong UMSU
No Result
View All Result
Home Opini

Berantas Match Fixing ! PSSI Harus Berbenah

by REDAKSI TEROPONG
3 January 2019
in Opini, Sastra
Reading Time: 6 mins read
0
0
SHARES
12
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

TeropongOnline – Jagat sepakbola Indonesia kini tengah diramaikan dengan isu pengaturan skor (match fixing) dan mafia bola. Lewat salah satu acara televisi Mata Najwa, satu per-satu para mafia yang terlibat mulai terungkap ke permukaan. Apakah match fixing di Indonesia dapat diberantas?

Carut marutnya keadaan sepakbola di Indonesia memang tiada hentinya.
Terbongkarnya kasus pengaturan skor atau match fixing kali ini menjadi yang terdepan untuk terus diusut tuntas sampai ke akarnya. Persoalan ini memang sudah ada sejak lama, match fixing merupakan salah satu cara penentuan hasil akhir berupa skor yang telah direncanakan oleh mafia yang melibatkan kedua tim yang sedang bertanding. Ilustrasinya, mafia tersebut menjanjikan kemenangan bagi klub dengan iming-iming rupiah.

RelatedPosts

Pelan Tapi Sampai

Londo Ireng dan Suara Kritis yang Dicurigai

Mengapa Kita Sulit Melahirkan Banyak Entrepreneur Muda?

Dalam acara Mata Najwa tersebut, mencuat nama-nama yang diduga sebagai dalang match fixing. Anggota Exco PSSI, Hidayat diduga menjadi aktor pada salah satu laga yang mempertemukan PSS Sleman dengan Madura FC di babak delapan besar Liga 2. Kala itu, manajer Madura FC Januar Herwanto mengakui secara langsung menerima tawaran menggiurkan dari Hidayat berupa uang untuk mengalah saat bertanding melawan PSS Sleman.

Sederet nama lainnya juga diduga ikut melakukan pengaturan skor, seperti dengan tiga anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI lainnya, Papat Yunisial, Johar Lin Eng, Dwi Irianto (Mbah Putih). Selain itu manajer Persekam Metro FC Bambang Suryo dan mantan manajer Deltras Sidoarjo Vigit Waluyo juga terindikasi melakukan match fixing. Sangat disayangkan, bila ini terus terjadi apalagi nama yang terseret tersebut berasal dari dalam tubuh PSSI sendiri. Sekretaris Jenderal PSSI sendiri Ratu Tisha Destria juga turut diperiksa untuk mempertanyakan kinerja PSSI dan terkait pada isu pengaturan skor ini.

Berkat acara Mata Najwa tersebut, Satgas Anti Mafia Bola langsung dibentuk oleh Kapolri Tito Karnavian yang pada saat itu menjadi narasumber pembicara. Guna Satgas tersebut untuk membersihkan para mafia dalam sepakbola. Terbukti ke semua nama yang telah mencuat ke permukaan satu per satu diperiksa bahkan sudah terbukti melakukan pengaturan skor dan diberikan hukuman terkait kode disiplin PSSI serta peraturan kepolisian terkait.

Didalam aturan Kode Disiplin PSSI, tepatnya Pasal 72 tentang manipulasi hasil pertandingan secara ilegal sudah diatur yang terdiri atas lima butir ayat, yang berbunyi sebagai berikut :

  1. Siapapun yang berkonspirasi mengubah hasil pertandingan yang berlawanan dengan etik keolahragaan dan asas sportivitas dengan cara apapun dikenakan sanksi berupa sanksi skors, sanksi denda minimal sekurang-kurangnya Rp. 250.000.000,- (dua ratus lima puluh juta rupiah) dan sanksi larangan ikut serta dalam aktivitas sepak bola seumur hidup.
  2. Perangkat pertandingan yang melakukan atau ikut serta melakukan konspirasi mengubah hasil pertandingan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatas, dijatuhi sanksi dengan (i) sanksi denda sekurang-kurangnya Rp. 350.000.000,- (tiga ratus lima puluh juta rupiah) dan (ii) sanksi larangan ikut serta dalam aktivitas sepak bola seumur hidup.
  3. Pemain yang ikut serta melakukan konspirasi mengubah hasil pertandingan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatas, dijatuhi sanksi dengan (i) sanksi denda sekurang-kurangnya Rp. 250.000.000,- (dua ratus lima puluh juta rupiah) dan (ii) sanksi larangan ikut serta dalam aktivitas sepak bola seumur hidup.
  4. Ofisial atau pengurus yang melakukan atau ikut serta melakukan konspirasi mengubah hasil pertandingan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatas, dijatuhi sanksi dengan (i) sanksi denda sekurang-kurangnya Rp. 300.000.000,- (tiga ratus juta rupiah) dan (ii) sanksi larangan ikut serta dalam aktivitas sepak bola seumur hidup.
  5. Klub atau badan yang terbukti secara sistematis (contoh: pelanggaran dilakukan atas perintah atau dengan sepengetahuan pimpinan klub, dilakukan secara bersama-sama oleh beberapa anggota dari klub atau badan tersebut) melakukan konspirasi mengubah hasil pertandingan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatas, dijatuhi sanksi dengan (i) sanksi denda sekurang-kurangnya Rp. 500.000.000 (lima ratus juta rupiah); (ii) sanksi degradasi, dan (iii) pengembalian penghargaan.

Memang match fixing terjadi ketika kedua tim tersebut berinisiatif sepakat untuk melakukannya. Pokok permasalahan yang menyebabkan persoalan ini yaitu sebagaimana kita ketahui dari segi financial klub-klub di Indonesia masih lemah. Para official maupun pemain mudah tergoda dengan tawaran tersebut dan kemudian menerimanya. Hal tersebut semata-mata untuk memperbaiki finansial tim, terutama membayar gaji pemain.

Pondasi utama dalam sebuah tim sepak bola di manapun itu ialah dilihat dari segi financial nya. Pembayaran gaji maupun akomodasi tim harus di atur sedemikian rupa agar terciptanya manajemen tim yang sehat. Kesadaran yang mendalam untuk tidak menerima suap jenis apapun itu harus ditanamkan kepada pihak manajemen. Mungkin butuh proses yang cukup lama tetapi hal tersebut salah satu cara guna menghindari match fiixing.

Kualitas wasit juga harus diikutsertakan dalam salah satu hal yang membuat para mafia bola dapat mengambil peluang untuk melakukan match fixing. Wasit harus memimpin pertandingan secara profesional, jujur, tegas dan adil tidak berat sebelah selama laga usai. Melihat rendahnya kepemimpinan wasit harus kembali dievaluasi dan diberikan pelatihan khusus guna menghindari pengaturan skor ini.

Lumrahnya, sepakbola merupakan olahraga semua kalangan, baik anak-anak, remaja hingga dewasa. Menjadi salah satu alternatif hiburan di kala waktu kosong untuk menemani penggemarnya. Sepakbola ialah olahraga jujur, sportifitas dijunjung tinggi, kreatif, uji strategi, disiplin dan tentunya menghibur. Match fixing ini membawa kebohongan yang sangat mendalam bagi penontonnya, sebab sudah diatur sebelum laga dimulai siapa yang akan menjadi pemenangnya.

Menurut penulis match fixing harus diberantas tuntas sampai benar-benar punah keberadaannya. Kemenangan dalam sebuah tim didapat dengan kerja keras dan adu strategi antar kedua tim, mana yang terbaik maka dialah jawara sesungguhnya. Bukan dengan kecurangan jenis apapun, karena hal tersebut merusak marwah dari olahraga sepakbola itu sendiri.

PSSI Harus Berbenah

Ironis memang, sepakbola di negara lain terus berkembang pesat dengan penggunaan teknologi didalamnya. Kualitas liga juga meningkat, sehingga penonton yang langsung datang maupun penonton layarkaca dapat menikmati atmosfer pertandingan yang berkelas. Lain halnya dengan liga di Indonesia yang berjalan ditempat, tidak banyak perubahan yang berarti dalam pengelolaannya.

Permasalahan yang itu-itu saja menjadi penyebab utama kurang majunya olahraga sepakbola di negeri ini, yang teranyar kasus match fixing. Asosiasi Sepakbola Asia (AFC) pertengahan Desember 2018 lalu, merilis daftar peringkat liga domestik ASEAN, termasuk didalamnya Indonesia. Thailand menempati urutan teratas, sedangkan Indonesia berada di urutan ketujuh dari sembilan negara ASEAN yang mendapat nilai dari AFC.

Negara Thailand patut dijadikan contoh konkrit dalam pengelolaan liga di
kawasan Asia Tenggara. Selain urutan pertama, negara tersebut juga menempati peringkat kedelapan untuk kawasan se Asia dalam pengelolaan liganya. Indonesia sangat tertinggal jauh dibelakangnya, tak heran bila negeri gajah tersebut pengoleksi gelar terbanyak dalam Piala AFF senior, yaitu lima kali sedangkan Indonesia masih nihil gelar.

Kualitas pengelolaan liga sangat berpengaruh terhadap pemain lokal, terutama dalam membela garuda muda maupun senior. Jika pengelolaannya semakin baik maka prestasi akan diraih. Kilas balik pada tahun 2018, prestasi timnas yang dapat dibanggakan hanya timnas U-16 yang berhasil keluar sebagai juara Piala AFF setelah mengalahkan Thailand lewat adu penalti dengan skor 4-3.

Ada enam event timnas yang diperebutkan pada tahun 2018, hanya satu yang sesuai target dan yang lainnya diluar ekspektasi yang ditentukan. Piala AFF U-19 target awalnya juara tetapi hanya menduduki peringkat tiga, pada perhelatan Asian Games terhenti di babak 16 besar. Piala AFC U-19 dan U-16 juga gagal, dan kegagalan timnas senior di Piala AFF 2018 di fase grup melengkapi catatan kelam sepak bola kita.


Perilaku pemain masih juga minim dengan kata profesional, terlalu gampang terbawa emosi sehingga menimbulkan gerakan yang tidak sepatutnya dilakukan oleh pesepakbola. Begitu juga dengan supporter, selalu melanggar aturan dilarang menyalakan flare didalam stadion. Dampaknya pihak tim yang dirugikan dengan sanksi yang telah ditentukan oleh Komisi Disiplin PSSI berupa denda dan efeknya jatuh ke finacial tim tersebut.

Liga yang berkualitas seharusnya menyajikan pertandingan yang sportif, juga dengan suporter. Perilaku beringas suporter juga kian disorot pada pertengahan tahun 2018. Haringga Sirla (23) seorang JakMania menjadi korban pengeroyokan hingga tewas oleh Bobotoh sebelum laga Persib vs Persija berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api. Belum lagi kasus-kasus yang berkaitan dengan supporter lainnya.

Terciptanya liga yang berkualitas akan memberikan makna yang berarti pagi punggawa garuda. Pengelolaan liga secara profesional seperti halnya liga di luar negeri harus terus ditingkatkan oleh induk sepakbola Indonesia. Hal tersebut guna menghasilkan pemain yang bertalenta dan memiliki mental baja untuk membawa garuda meraih se-gudang prestasi.

PSSI harus segera bergegas untuk memperbaiki segala kondisi ini yang bisa saja menjadi salah satu faktor kegagalan garuda dalam meraih prestasi di ajang internasional. Match fixing dan mafia bola harus diberantas dengan melakukan pengawasan yang super ketat kepada manajemen tim, jika ter indikasi maka langsung laporkan ke PSSI. Jika kondisinya terus begini, angan-angan garuda untuk naik panggung ke pentas Piala Dunia maupun berprestasi di Asia hanya kata-kata semata.

Hendaknya PSSI juga memutar kilas balik tahun 2018, apa saja yang menjadi pekerjaan rumah yang segera dituntaskan. Terindikasinya beberapa anggota exco PSSI yang terlibat kasus match fixing merupakan salah satu momentum PSSI sendiri untuk membasmi para biangkerok yang menyebabkan bobroknya sepakbola tanah air kita. PSSI dan segenap unsur terkait harus optimis dalam bahu membahu membangun sepakbola Indonesia menuju yang lebih baik. Agar kiranya dapat menyongsong masa depan dengan kepercayaan tinggi untuk garuda di dada.

Oleh : Fuad Saleh Madhy



Tags: indonesiaSepakbola
Previous Post

Antara Rindu dan Hujan

Next Post

WOW, Es Batu Memiliki Banyak Manfaat Untuk Wajah Tampak Cantik

Related Posts

Pelan Tapi Sampai

Pelan Tapi Sampai

by REDAKSI TEROPONG
4 August 2026
0

Pelan tapi Sampai Jangan berhenti bermimpi meski langit kadang gelap meski jalan terasa sepi dan langkahmu mulai lelah. Mimpi itu...

Londo Ireng dan Suara Kritis yang Dicurigai

Londo Ireng dan Suara Kritis yang Dicurigai

by REDAKSI TEROPONG
6 August 2026
0

Kritik merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi. Namun, ketika kritik dibalas dengan pelabelan, perhatian publik dapat bergeser dari persoalan yang...

Mengapa Kita Sulit Melahirkan Banyak Entrepreneur Muda?

Mengapa Kita Sulit Melahirkan Banyak Entrepreneur Muda?

by REDAKSI TEROPONG
7 July 2026
0

Indonesia memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Dengan jumlah penduduk sekitar 280 juta jiwa, bonus demografi, kekayaan sumber daya...

Tambang Ilegal Subur, Negara Terus Kebobolan

Tambang Ilegal Subur, Negara Terus Kebobolan

by REDAKSI TEROPONG
31 May 2026
0

Sektor pertambangan selama ini menjadi salah satu penopang penting perekonomian Indonesia. Kekayaan sumber daya alam yang dimiliki Indonesia sering disebut...

Deraian Angan

Deraian Angan

by REDAKSI TEROPONG
19 May 2026
0

Maukah kau duduk sejenak di tengah riuh kepalaku, di antara para pelakon yang memainkan nestapa dengan wajah-wajah palsu? Nanti kan...

Museum Marsinah dan Ingatan yang Tak Boleh Hilang

Museum Marsinah dan Ingatan yang Tak Boleh Hilang

by REDAKSI TEROPONG
19 May 2026
0

Museum sering dianggap sebagai tempat menyimpan benda-benda lama yang membosankan. Padahal, museum memiliki fungsi penting sebagai ruang penyimpan ingatan kolektif...

Next Post

WOW, Es Batu Memiliki Banyak Manfaat Untuk Wajah Tampak Cantik

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Mental Juara Dibangun dari Anggapan ‘Belum Pernah Menang’

Mental Juara Dibangun dari Anggapan ‘Belum Pernah Menang’

1 month ago
SMARTPHONE MURAH DENGAN SPESIFIKASI TERBAIK

SMARTPHONE MURAH DENGAN SPESIFIKASI TERBAIK

8 years ago

Popular News

    Connect with us

    Berlangganan melalui Email

    Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

    Join 6 other subscribers

    Konten Terbaru

    • Indonesia Perkuat Dukungan Palestina dalam Kunjungan di Yordania 13 August 2026
    • PPK Ormawa HMJ EP Dorong Pengembangan Potensi Desa Mardinding Julu. 12 August 2026
    • Kontroversi Konten Kreator Jadi Momentum Perkuat Perlindungan Anak di Ruang Digital 11 August 2026

    Tentang Kami

    Pers Mahasiswa TEROPONG merupakan salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU). UKM-LPM TEROPONG UMSU berdiri pada 12 Juli 2001 dan sampai saat ini merupakan satu-satunya UKM yang mengelola bidang penerbitan dan pers di tingkat UMSU.

    • Tentang
    • Advertisement
    • Contact

    © 2022 UKM-LPM Teropong UMSU | Designed and Developed by Agatha Projects.

    No Result
    View All Result
    • Artikel
    • Foto Jurnalistik
    • Kabar SUMUT
    • Kabar Kampus
    • Kabar Medan
    • Majalah
    • Newsletter
    • Sastra
    • Nasional
    • Internasional
    • Lainnya
      • Almamater
      • Ekonomi
      • Feature
      • Infografik
      • Lifestyle
      • Opini
      • Politik
      • Ragam
      • Sipongpong
      • Sobatpongpong
      • Sosok
      • Terkini

    © 2022 UKM-LPM Teropong UMSU | Designed and Developed by Agatha Projects.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password? Sign Up

    Create New Account!

    Fill the forms below to register

    All fields are required. Log In

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In