Teropongdaily, Medan-Consumer Business Leader NVIDIA Indonesia, Andrian Lesmono, mengajak mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) sebagai mitra dalam proses mengajar. Ajakan ini disampaikannya dalam Seminar Nasional dan Talkshow bertema “Transformasi Digital: Pemanfaatan AI dalam Inovasi Pembelajaran Modern” di Auditorium UMSU, Kamis (19/6/2025).
Andrian menekankan bahwa AI hanyalah alat bantu yang tidak bisa menggantikan peran guru sepenuhnya.
“AI itu tools. Tapi kalian sebagai calon pendidik adalah awal dari lahirnya talenta masa depan. Peran kalian penting dalam membawa AI ke ruang kelas dengan cara yang tepat,” ujarnya.
Ia menyebut ada tiga cara memanfaatkan AI dalam dunia pendidikan, yakni sebagai shortcut, tools, dan problem solver. Namun menurutnya, nilai-nilai etika dan spiritual tetap tidak bisa diajarkan oleh teknologi.
“Guru tetap harus manusia. Karakter, empati, dan nilai-nilai luhur tidak akan bisa digantikan mesin,” tegasnya.
program studi pendidikan adalah kunci utama dalam menciptakan sistem pendidikan berbasis teknologi yang tetap berakar pada nilai kemanusiaan.
“Yang paling penting adalah teman-teman di sini akan menjadi ujung tombak dalam menyebarkan edukasi tentang penggunaan AI ke masyarakat luas. Jadi, kalau misalnya ada berbagai macam program studi, menurut saya program studi pendidikan adalah salah satu yang paling penting. Karena itu, Anda harus benar-benar memahami cara menggunakan AI secara tepat dan bijak,” jelasnya.
Seminar ini mendapat tanggapan positif dari peserta. Mahasiswa program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fkip, Hasnah Nurhayati Purba, merasa materi yang dibawakan membuka wawasannya sebagai calon pendidik.
“Manfaat AI buat pendidikan ternyata besar banget. Aku merasa seminar tadi memberikan banyak pengetahuan tentang bagaimana cara menggunakannya dengan tepat,” ujarnya.
Ia juga berharap kegiatan serupa dapat terus diadakan ke depannya.
“Semoga acara seperti ini sering diadakan lagi, supaya kami para calon guru tidak ketinggalan zaman dalam metode pembelajaran,” pungkasnya.
Tr: Halimah Tunsya’ Diah & Najwa Salsabila






















