Teropongdaily, Medan- protes “RIP Indonesia’s Democracy” menggema pasca tewasnya seorang driver ojek online (ojol) bernama Affan Kurniawan (21) akibat tertabrak kendaraan taktis Barracuda milik aparat saat demonstrasi di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) / Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia (RI), Jumat (29/08/2025).
Publik bereaksi keras di berbagai platform media sosial dengan menyerukan tagar “RIP Indonesia’s Democracy.” Dilansir dari Serambinews.com, peristiwa yang merenggut nyawa Affan memicu kemarahan luas karena dianggap sebagai potret kelam demokrasi Indonesia. Ribuan warganet menyuarakan duka dan protes melalui unggahan di Instagram, Twitter (X), hingga TikTok. Di Instagram, tagar tersebut telah dibagikan lebih dari 8 juta kali melalui unggahan pribadi maupun repost, menjadikannya salah satu isu terbesar yang menyita perhatian publik di akhir Agustus ini.
Ungkapan “RIP Indonesia’s Democracy” kini menjadi simbol perlawanan publik terhadap tindakan represif aparat yang menimbulkan korban jiwa. Tagar tersebut juga dimaknai sebagai peringatan bahwa kebebasan sipil dan hak berdemokrasi semakin terancam.
Berbagai unggahan di media sosial memperlihatkan foto kerumunan massa di depan Gedung DPR/MPR dengan bendera Merah Putih berkibar serta poster berisi kritik terhadap pemerintah. Banyak di antaranya menyertakan caption singkat seperti “RIP Indonesia’s Democracy, suara rakyat tak boleh dipadamkan”. Ungkapan itu kemudian menjadi narasi utama yang menggema di ruang digital.
Selain memicu kemarahan publik, peristiwa ini juga menimbulkan gelombang solidaritas. Komunitas ojek online, mahasiswa, hingga kelompok buruh menyatakan dukungan kepada keluarga korban dan menuntut penegakan hukum yang transparan. Mereka menilai tewasnya Affan adalah bukti nyata penyalahgunaan kekuasaan yang harus dipertanggungjawabkan.
Saat ini, aparat yang terlibat dalam insiden Barracuda telah diamankan dan sedang menjalani pemeriksaan di Profesi dan Pengamanan (Propam) Markas Besar (Mabes) Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Namun, desakan agar kasus ini diusut tuntas terus menguat. Bagi publik, kematian Affan bukan sekadar tragedi personal, melainkan simbol retaknya kepercayaan terhadap penegakan demokrasi di Indonesia.
Dengan jutaan suara yang menggema di media sosial, tagar #RIPIndonesiaDemocracy menjadi penanda bahwa masyarakat menuntut perubahan nyata serta menegaskan kembali bahwa demokrasi tidak boleh mati di tanah air.
Tr : Muhammad Firzatullah
Sumber foto : @achsyhiir






















