Teropongonline, Medan-Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Sumatera Utara melakukan Aksi Teatrikal G30S TWK sebagai bentuk duka terhadap pelemahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Aksi ini dilakukan di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) pada Jum’at, (01/10/2021). Adapun yang tergabung dalam Aliansi BEM SI Sumut yakni Politeknik Negeri Medan, Universitas Panca Budi, Universitas Cut Nyak Dien, dan Politeknik Media.

Koordinator Lapangan Aksi, Farouzi Zufri Lubis mengatakan jika aksi tersebut sebagai penyampaian duka atas bentuk – bentuk pelemahan terhadap KPK.
“Aksi ini sebenarnya untuk menyampaikan duka terhadap matinya KPK saat ini. Kami melihat dari kajian yang sudah ada dari kami, dimulai dari beberapa aspek pelemahan KPK, RUU KPK, hingga 75 pegawai KPK yang di nonaktifkan karena dalih TWK yang sebenarnya cacat secara formil yang terindikasi rasisme dan menganggu privasi,” ujarnya.
Pria yang juga merupakan Presiden Mahasiswa Politeknik Negeri Medan itupun menambahkan jika aksi tersebut berbentuk simbolis.

“Pergerakan kami ini sebenarnya lebih ke simbolis, menunjukan rasa kecewa kami, rasa sesal kami dan kegelisahan kami, inti dari aksi kami agar bisa tersampaikan ke KPK dan Presiden untuk mengangkat kembali 75 pegawai KPK yang dinonaktifkan,” tambahnya.
Ia pun menyampaikan beberapa tuntutan Aliansi BEM SI Sumut seperti mendesak Ketua KPK agar mencabut SK 652 dan SK 1327 tahun 2021 hingga mendesak Presiden RI agar bertanggungjawab dalam kasus upaya pelemahan KPK tersebut.
Tr : Mhd. Iqbal






















