Ada masa ketika manusia
tak lagi bertanya,
“mengapa harus begini?”
Mereka hanya menghela napas
dan berkata,
“Ya, mau bagaimana lagi?”
Harga kebutuhan naik,
hidup semakin sulit,
dan persoalan datang
silih berganti.
Pelan-pelan,
kami terbiasa.
Yang seharusnya dipertanyakan
menjadi kewajaran.
Ketidakadilan dianggap biasa,
kesulitan disebut nasib,
dan suara-suara
perlahan memilih diam.
Padahal, menerima keadaan
berbeda dengan membiarkannya.
Bertanya bukan berarti membenci.
Mengkritik adalah bentuk kepedulian.
Dan berharap perubahan
bukan berarti tidak bersyukur.
Sebab jika setiap persoalan
selalu berakhir dengan,
“Ya, mau bagaimana lagi?”
Lalu kapan
kita mulai berkata,
“Harus ada yang berubah.”
Pasrah boleh menjadi cara bertahan,
tetapi jangan sampai
menjadi kebiasaan
yang membuat kita
berhenti berharap.
Tr: Yuda




















