Mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi (FIKTI) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) berhasil meraih Juara 1 pada ajang Medan Coding Competition & Digital Innovation 2026.
Ketua tim, Yudha Pratama, mengungkapkan inovasi yang mereka bawa berupa aplikasi KawanKerja, sebuah platform pencari kerja informal yang dirancang untuk memberikan akses pekerjaan secara instan, fleksibel, dan terpercaya.
“Kami membuat sebuah aplikasi bernama KawanKerja, yaitu aplikasi pencari kerja informal (seperti tukang kebun, tukang bangunan, freelance, barista) yang bisa tersedia secara instan (ada pekerja langsung ketika dibutuhkan segera), fleksibel, dan terpercaya,” ujarnya, Jumat (28/08/2026).
Ia menjelaskan proses persiapan dilakukan dengan melakukan diskusi bersama mentor serta riset mengenai kebutuhan dan permasalahan pasar tenaga kerja informal di Kota Medan. Riset juga dilakukan melalui data publik dan berbagai platform digital sebelum aplikasi dikembangkan.
“Kami membutuhkan waktu 2 hari untuk diskusi dengan mentor di tempat magang terkait kebutuhan dan permasalahan di kota Medan, dilengkapi dengan riset by data yang tersedia publik dari BPS Kota Medan terkait pasar tenaga kerja informal yang ada di Medan. Selain itu, kami juga meriset kebutuhan pekerjaan informal di berbagai platform digital seperti sosial media dan marketplace,” katanya.
Sementara itu, anggota tim Keisya Naifa Sasi Kirana mengungkapkan tantangan terbesar yang dihadapi adalah menentukan permasalahan dan konsep solusi yang paling efektif untuk dikembangkan menjadi aplikasi.
“Ketika memilih permasalahan dan konsep solusi yang akan diangkat untuk didigitalisasi, karena kami memiliki beberapa opsi masalah yang ingin diselesaikan. Breakdown solusi paling efektif ini cukup butuh waktu yang lama selama 2 hari karena riset data dan mengatur konsep aplikasi agar user-friendly dan solutif terhadap masalah yang diangkat,” ungkapnya.
Ia juga menjelaskan tantangan lainnya muncul saat harus mempresentasikan konsep aplikasi di hadapan dewan juri dalam waktu terbatas.
“Selain itu, ketika menuangkan informasi ke PPT dan mempresentasikannya ke depan dewan juri yang hanya butuh waktu 5 menit. Di mana dalam durasi waktu yang singkat tersebut, kami harus bisa menyampaikan konsep aplikasi sekaligus demo,” tambahnya.
Usai meraih juara, tim tersebut berencana mengembangkan KawanKerja agar dapat direalisasikan dan memberikan manfaat bagi masyarakat Kota Medan.
“Kabar terbarunya, kami akan bertemu dengan Bapak Walikota untuk mengenalkan aplikasi ini, bersama tim lain yang terpilih. Harapannya, setelah perkenalan KawanKerja, apliaksi ini dapat direalisasikan di Kota Medan, sehingga apa yang telah kami bangun dapat memberi impact nyata. Kami sangat siap untuk terus mendukung dan berkontribusi dalam proses realisasi aplikasi ini. Rencana lainnya adalah ingin terus mengikuti lomba serupa yang akan datang,” pungkasnya.
Tr: Ilham





















