Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) menggandeng 100 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui talkshow dan penandatanganan kerja sama di Auditorium UMSU, Kamis (27/08/2026).
Kegiatan ini mengusung tema ‘Sinergi Kampus & UMKM Menuju Ekonomi Rakyat yang Naik Kelas, Berkelanjutan, dan Berdampak’ dengan melibatkan pelaku UMKM dari Kota Medan, Binjai, Langkat, dan Deli Serdang.
Dekan FEB UMSU, Dr. Radiman, S.E., M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bertujuan membangun ekosistem baru bagi pelaku UMKM melalui sinergi antara kampus, mitra usaha, perbankan, dan praktisi.
“Acara ini sesungguhnya bertujuan adalah untuk membangun ekosistem baru. Karena kita melihat bahwa banyak persoalan yang terjadi, baik yang dirasakan oleh pelaku UMKM maupun belum terjadinya sinkronisasi antara mitra UMKM, perbankan, maupun para praktisi yang bergerak pada bidang usaha kecil dan menengah yang berada di Kota Medan,” ujarnya.
Ia mengatakan FEB UMSU berupaya mengurai berbagai persoalan yang dihadapi UMKM sekaligus mencari solusi agar usaha kecil dan menengah dapat terus berkembang.
“Oleh karena itu, Fakultas Ekonomi dan Bisnis mencoba untuk mengurai satu per satu persoalannya kira-kira di mana, kemudian solusi apa yang bisa kita lahirkan sehingga UMKM tetap semakin bertumbuh, semakin diminati, dan mudah-mudahan semakin naik kelas seperti apa yang kita harapkan,” katanya.
Radiman juga menyoroti kondisi pertumbuhan ekonomi yang dinilainya masih lesu. Menurutnya, minat generasi muda untuk menjadi pelaku UMKM masih perlu ditingkatkan.
“Kalau kita lihat pada badan… data Badan Pusat Statistik, dari 250 juta penduduk Indonesia, yang berminat menjadi pelaku UMKM hanya 66 juta jiwa, atau 66 juta UMKM yang ada di Indonesia,” ungkapnya.
Ia menyebut rendahnya minat generasi muda menjadi salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian bersama.
“Artinya kita melihat bahwa minat para generasi muda untuk bekerja di industri lebih besar dibandingkan untuk membangun usaha baik dalam skala kecil maupun di usaha dalam skala menengah. Ini adalah problem kita bersama,” pungkasnya.





















