Yudisium Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) tidak hanya menjadi penanda kelulusan, tetapi juga ruang bagi para lulusan untuk membagikan pengalaman selama menjalani perkuliahan, Rabu (17/06/2026).
Mahasiswa asal Pattani, Thailand Selatan, Muhammad Amin Satria, menggambarkan perjalanan selama menempuh pendidikan di UMSU sebagai proses yang menuntut kesiapan mental dan kemampuan beradaptasi, terutama bagi mahasiswa internasional yang harus menjalani kehidupan di lingkungan baru.
“Bagi saya dan teman-teman mahasiswa internasional, cerita itu dimulai dari keberanian untuk pergi jauh dari rumah, menyeberang negara, dan meninggalkan keluarga demi kuliah di sini. Kami datang membawa koper penuh harapan, tapi jujur, kami juga pernah rasa takut,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan dan penerimaan yang diberikan selama menjalani pendidikan, yang dinilai turut berperan dalam keberhasilan mahasiswa menyelesaikan studi.
“Tanpa kebaikan UMSU, kami tidak mungkin bisa lulus S1 dengan rasa bangga hari ini. Terima kasih semua yang telah menerima kami dengan penuh kehangatan,” katanya.
Sementara itu, Gabriel Lydia Hotmaida Sianturi membagikan pengalamannya sebagai mahasiswa Kristen yang menempuh pendidikan di kampus yang berlandaskan nilai-nilai Islam.
“Empat tahun lamanya, saya merasakan lingkungan akademik yang aman, nyaman, dan penuh rasa menghargai. Saya tidak pernah merasa dibedakan, bahkan dalam proses pembelajaran khususnya pada mata kuliah Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, saya diberikan ruang untuk menyampaikan pandangan dari sisi agama saya sendiri,” ungkapnya.
Menurutnya, nilai toleransi yang diterapkan di lingkungan kampus menjadi salah satu pengalaman yang paling berkesan selama menjalani perkuliahan.
“Maka hari ini, di depan ini, saya katakan bahwa Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara adalah kampus toleransi,” pungkasnya.
Tr. naomi





















