Kita tidak pernah benar-benar berpisah,
hanya saja langit tak lagi menjadi tempat yang sama untuk kita pandangi.
Tak ada pertengkaran,
tak ada kata “cukup” yang terucap,
hanya tiba-tiba saja
warnanya berubah tanpa aba-aba.
Dulu kita berdiri di bawah biru yang sama,
menertawakan awan yang lewat tanpa arah,
tapi kini, kau memilih teduh,
dan aku memilih tetap basah.
Aku masih menengadah setiap hari,
mencari bentuk yang pernah kita namai bersama,
di antara langit yang kadang kelabu,
kadang terlalu sunyi untuk dimengerti.
Katanya hujan akan reda,
katanya langit akan kembali cerah,
tapi tak ada yang bilang,
bahwa yang pergi tak selalu kembali bersama pelangi.
Kini langit tetap luas,
tapi rasanya tak lagi sama,
karena sebagian darinya pernah kau bawa pergi,
tanpa sempat aku minta untuk tinggal.
Tr: Halimah





















