Dalam momentum Hari Kartini, mahasiswi Program Studi Akuntansi Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Anggita Sari Rangkuti, menyoroti pentingnya peran perempuan dalam dunia pendidikan sebagai agen perubahan, Selasa (21/04/2026).
Anggita yang akan menyelesaikan studinya pada Juni mendatang setelah 3,5 tahun menempuh pendidikan, mengaku aktif mengembangkan diri selama menempuh pendidikan melalui berbagai kegiatan, seperti mengikuti lomba, penelitian, relawan kemanusiaan, hingga program pertukaran pelajar ke luar negeri.
“Bagi saya, pendidikan bukan hanya tentang memperoleh nilai, tetapi tentang membangun kapasitas diri untuk memberikan dampak yang lebih luas,” ujarnya.
Ia menjelaskan motivasinya dalam menempuh pendidikan berasal dari kesadaran akan pentingnya kesempatan yang dimiliki.
“Tidak semua perempuan memiliki akses yang sama terhadap pendidikan, sehingga ketika saya diberikan kesempatan ini, saya merasa perlu memanfaatkannya secara maksimal,” ungkapnya.
Ia mengakui perempuan masih menghadapi berbagai tantangan dalam pendidikan, seperti tekanan sosial dan keraguan diri, namun hal tersebut dapat diatasi dengan kesadaran dan kepercayaan diri, seiring dengan meningkatnya peran perempuan sebagai penggerak perubahan.
“Mahasiswi memiliki peran strategis sebagai agen perubahan, baik dalam lingkungan akademik maupun sosial,” katanya.
Terakhir, ia menekankan perempuan mampu menghadirkan perspektif inklusif dan kolaboratif dalam menciptakan solusi, serta berharap ke depan akses pendidikan bagi perempuan semakin luas dan setara tanpa batasan.
“Saya berharap semakin banyak perempuan yang berani mengambil peran strategis, tidak hanya hadir dalam sistem pendidikan, tetapi juga memiliki suara, pengaruh, dan kontribusi nyata dalam membentuk masa depan pendidikan,” tutupnya.
Tr: Dwy




















