Itu Bahasa Indonesia terus menarik perhatian mahasiswa dari berbagai belahan dunia. Melalui Lembaga Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA), Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) kini membina 63 mahasiswa internasional yang berasal dari Yaman, Kamboja, Inggris, Nigeria, Sudan, dan Thailand untuk mempelajari bahasa sekaligus budaya Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Ketua Lembaga BIPA UMSU, Dr. Cut Novita Srikandi, M.Hum., bahwa sejak berdiri pada 14 November 2022, BIPA UMSU hadir untuk menjawab kebutuhan mahasiswa internasional dalam mempelajari bahasa Indonesia secara terstruktur dan berkelanjutan.
“Sejak Lembaga BIPA UMSU didirikan pada 14 November 2022, kami tidak hanya membuka kelas bahasa Indonesia bagi mahasiswa internasional, tetapi juga membangun ekosistem pembelajaran yang mencakup pengajaran terstruktur, riset yang relevan, dan komunitas belajar yang mendukung proses adaptasi mereka,” ujarnya dalam Seminar Internasional BIPA yang berlangsung di Auditorium UMSU, Kamis (04/06/2026).
Menurutnya, pembelajaran bahasa Indonesia bagi mahasiswa asing tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan berkomunikasi, tetapi juga memperkenalkan nilai-nilai budaya Indonesia kepada masyarakat dunia.
“Bahasa Indonesia sebenarnya bukan sekadar kewajiban yang harus dikuasai oleh mahasiswa internasional. Lebih dari itu, bahasa Indonesia menjadi jembatan yang membuka akses mereka untuk memahami budaya, masyarakat, dan berbagai peluang di dunia yang lebih luas,” katanya.
Dr. Cut turut menyampaikan apresiasi kepada Balai Bahasa Sumatera Utara yang terus mendampingi perjalanan BIPA UMSU sejak awal berdiri. Dukungan tersebut dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam pengembangan program pembelajaran bahasa Indonesia bagi penutur asing di lingkungan kampus.
“Saat ini terdapat 63 mahasiswa internasional yang aktif belajar di Lembaga BIPA UMSU. Mereka berasal dari berbagai negara seperti Yaman, Kamboja, Inggris, Nigeria, Sudan, dan Thailand. Hal ini menunjukkan bahwa minat untuk mempelajari bahasa Indonesia terus berkembang di tingkat internasional,” ungkapnya.
Ia juga membagikan pengalamannya saat dipercaya menjadi Duta Bahasa Negara di KBRI Washington DC. Pengalaman tersebut semakin menguatkan keyakinannya bahwa bahasa Indonesia memiliki peran strategis dalam membangun hubungan antarbangsa.
“Pengalaman saya sebagai Duta Bahasa Negara di KBRI Washington DC semakin memperkuat keyakinan bahwa belajar bahasa Indonesia bukan hanya soal komunikasi. Bahasa menjadi sarana membangun koneksi, mempererat hubungan antarbangsa, dan memperkenalkan Indonesia kepada masyarakat dunia,” tuturnya.
Melalui Seminar Internasional BIPA ini, UMSU menegaskan komitmennya untuk terus memperluas internasionalisasi kampus melalui penguatan program BIPA. Kehadiran puluhan mahasiswa internasional dari berbagai negara menjadi bukti bahwa bahasa Indonesia semakin mendapat tempat di kancah global sekaligus menjadi jembatan yang menghubungkan Indonesia dengan dunia.
Tr: Elza





















