Setelah menekuni taekwondo sejak usia 8 tahun dan mengikuti berbagai kompetisi, mahasiswi Fakultas Kedokteran UMSU berhasil meraih medali emas pada ajang International Ksatria Nusantara Series Open Road to 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championship, Selasa (21/4/2026).
Atlet taekwondo, Putri Salwa Zulfi Br Barus, mengungkapkan telah menekuni taekwondo sejak usia 8 tahun dan melalui berbagai tantangan dalam perjalanannya.
“Saya mulai mengikuti taekwondo sejak usia 8 tahun. Yang pastinya sampai di titik ini bagi saya tidak mudah. Selama kurang lebih 11 tahun ini saya mengikuti event, nggak selamanya selalu menang, pasti ada kalahnya. Di saat kalah itu saya terkadang merasa goyah, capek dengan latihan yang berat dan harus konsisten, bahkan sempat ingin berhenti. Tapi orang tua saya terus mendukung saya untuk tetap berprestasi di dunia taekwondo,” ungkapnya.
Di tengah kesibukan sebagai mahasiswi kedokteran, ia mengaku harus membagi waktu antara akademik dan latihan.
“Awalnya saya merasa kelelahan untuk mengimbangi antara tuntutan latihan dengan akademik. Selama menjadi mahasiswa kedokteran saya tidak bisa rutin latihan seperti sebelumnya, jadi lebih banyak latihan mandiri, tapi di waktu luang saya tetap mengikuti latihan rutin,” jelasnya.
Ia menilai medali emas tersebut sebagai bentuk kepuasan atas usaha yang telah dilakukan.
“Setiap orang yang mengikuti event pasti bertujuan untuk menang. Medali emas ini sangat berarti, karena bagi saya ini adalah kepuasan pribadi bahwa usaha yang selama ini saya perjuangkan sudah maksimal,” tuturnya.
Kemudian, pelatih Putri, Fakhruddin, menilai atlet binaannya memiliki dasar teknik yang baik dan menunjukkan perkembangan signifikan.
“Pada dasarnya dia punya basic taekwondo yang baik. Dengan latihan yang terprogram, perubahan kemampuannya sangat signifikan. Dia juga bisa menjalani program latihan tanpa keluhan, sehingga proses peningkatan teknik dan fisik berjalan dengan baik,” ucapnya.
Ia menegaskan peran pelatih adalah memaksimalkan potensi atlet, serta berharap adanya dukungan berkelanjutan dari kampus untuk pengembangan atlet.
“Adalah tugas pelatih untuk memaksimalkan potensi atlet dengan memperhatikan segala sisi. Saya berharap UMSU ke depan dapat terus mendukung, baik secara moril maupun materiil, agar bisa melahirkan atlet-atlet yang membawa nama baik kampus di level nasional maupun internasional,” tegasnya.
Tr: Firzaa





















